Cold or Warm Attitude?

Diikutkan Dalam Lomba Menulis ‘Love With a Witch by Hyun Go Wun’

10480131_801099423277825_668261135855109368_n

Shin Eun Yoo.

Gadis lucu berusia lima tahun tersebut adalah putri dari kakakku bersama suaminya. Gadis lucu itu dititipkannya padaku selama dua minggu, karena keduanya harus pergi ke Busan secara mendadak. Memang pada awalnya aku merasa keberatan. Namun suatu hari aku harus mengungkapkan rasa terima kasihku padanya, karena berkat Eun Yoo aku dapat mengerti apa arti dari kata Cinta.

***

Jun Hwi ahjussi, apa kau datang bersama Soo An eonnie?”

Aku menggeleng pelan sebagai jawaban atas pertanyaan yang Eun Yoo berikan padaku. Eun Yoo menghela napas pelan.

“Padahal, Eun Yoo berharap ahjussi akan mengajak Soo An eonnie datang kesini. Eun Yoo benar-benar merindukannya.”

Aku mengacak rambut Eun Yoo pelan. “Maafkan ahjussi. Ahjussi pergi bukan untuk bertemu dengan Soo An eonnie. Apa Eun Yoo baik-baik saja di rumah?”

Eun Yoo mengangguk pelan. Raut kecewa terukir jelas di wajah cantik Eun Yoo. Aku jadi merasa bersalah padanya. Sekali lagi kuhibur dirinya dan berjanji akan mengajak Soo An ke rumah besok. Dan aku sangat lega, ketika raut itu perlahan berubah menjadi cerah kembali.

***

Lee Soo An.

Gadis penyelamat Eun Yoo dari kecelakaan motor yang terjadi beberapa hari yang lalu. Bagi Eun Yoo, Soo An adalah gadis yang mirip dengan karakter ‘Princess’ di buku bergambar miliknya. Gadis berparas cantik, lemah lembut, penyayang segala hal, dan semua hal yang berkaitan dengan sikap putri yang ada di negeri dongeng ada padanya. Mendekati kata ‘sempurna’, bukan?

Namun menurut pandanganku, karakter Soo An berbeda terbalik dengan apa yang dipikirkan selama ini oleh Eun Yoo. Bagiku Soo An mirip dengan karakter ‘Penyihir’ yang ada dalam negeri dongeng. Yah meskipun kata ‘Penyihir’ itu terkesan kejam jika didengar, namun itu hanya pendapatku saja.

Bagiku Soo An hanyalah seorang gadis dingin yang mempunyai daya tarik tersendiri terhadap semua orang yang disekitarnya. Memiliki tatapan tajam dan mata bersinar itulah yang membuatku berpikir bahwa ia adalah seorang penyihir. Oh jangan lupakan hidung mancung yang juga dimilikinya, bukankah itu mempererat kemiripan gadis itu dengan seorang penyihir?

Kalian pasti bertanya-tanya mengapa aku bisa mengklaim Soo An adalah seorang penyihir? Seperti yang kubilang sebelumnya, itu semua karena sikap yang diberikannya padaku dan Eun Yoo sangat berbeda. Dihadapan Eun Yoo, gadis itu berubah menjadi gadis periang dan juga ramah. Dihadapanku? Oh jangan kau bayangkan, itu akan berbeda jauh dari yang kau kira. Bahkan mungkin ia terlihat malas berbicara padaku walaupun itu hanya satu kata. Dasar gadis aneh.

***

Seperti hari-hari sebelumnya, entah apa yang membuat tatapan para gadis berubah menjadi ke arahku seolah aku satu-satunya objek pandangan di sekitar lorong kampus ini. Bahkan kupikir ada objek yang lebih menarik dari diriku. Namun aku tidak peduli. Aku tetap berjalan lurus dan sesekali mataku melirik mencari seseorang yang saat ini menjadi tujuan utamaku.

Namun setelah sekian lama aku berkeliling gedung ini, aku bahkan tidak menemukan batang hidungnya sama sekali. Kemana gadis itu? Apa dia tidak masuk hari ini? Apa dia sakit? Huh, kenapa aku jadi khawatir seperti ini?

Aku kembali berjalan perlahan menuju ruang kelasku. Ketika aku melewati ruang loker, aku menemukan sosok yang sangat familiar sedang sibuk dengan salah satu loker yang berbaris rapi disana.

Aku berjalan perlahan menghampirinya. “Soo An..” panggilku pelan.

Ya kau benar. Orang yang kucari daritadi adalah Soo An. Gadis yang membuatku sempat khawatir karena tak kunjung menemukannya. Ia menoleh kearahku.

“Ada apa?” tanyanya dingin. Huh.. aku benci melihat raut wajah dinginnya itu. Bisakah ia tersenyum sekali saja padaku? Aku bosan melihatnya.

“Bisakah kita bicara sebentar?”

***

“Aku tidak mau.”

Seperti yang kuduga sebelumnya. Gadis dingin ini akan menolak permintaanku.

“Oh ayolah. Aku sudah berjanji pada Eun Yoo akan membawamu ke rumah hari ini. Apa kau tidak kasihan padaku? Oh bukan padaku tepatnya, tapi pada Eun Yoo. Setega itukah kau padanya?”

Aku memasang raut wajah semelas mungkin. Baiklah, mungkin ini terlihat menjijikan dan tidak seperti image yang kau tampilkan selama ini, Choi Jun Hwi! Tetapi, ini semua demi Eun Yoo.

Soo An tidak mengeluarkan sepatah katapun, ia hanya menatapku lurus. Aku balas menatapnya. Tapi kenapa aku merasa debaran jantungku terasa lebih cepat dari biasanya?

“Salahkan saja dirimu sendiri membuat janji yang belum pasti.”

Aku menatapnya terkejut. Apa ia menyalahkanku?

“Tapi aku akan datang ke rumahmu hari ini.”

Aku terdiam ketika mendengar ucapannya barusan. Jujur saja aku bahagia ketika mendengarnya. “Benarkah?”

Soo An tersenyum tipis. Tunggu… Soo An tersenyum padaku? Sungguh kejadian yang sangat langka.

“Hm, kupikir tidak salah membuat Eun Yoo bahagia karenaku.”

“Tapi, kau tidak hanya membuat Eun Yoo bahagia. Kau juga membuatku merasa seperti itu.”

Soo An menatapku terkejut dan lama.

“I love you,” lanjutku mantap.

Kuyakin Soo An terkejut dengan ucapanku, namun aku tidak berbohong dengan ucapan itu. Mungkinkah ini terasa aneh? Dan apakah aku terlalu cepat membuat kesimpulan? Namun itulah yang kurasakan. Aku mencintainya. Dan apakah aku sudah mengatakan alasanku mencintai Penyihir ini? Karena diantara semua sikap dingin yang ditampilkannya padaku, aku dapat menemukan sikap lembutnya secara bersamaan.

–FIN–

11035620_801099129944521_1950191903634211032_n

Iklan

3 thoughts on “Cold or Warm Attitude?

    1. Ini cerpen yang aku buat sewaktu aku ikut lomba yg diadain penerbit haru. Tapi sayang, aku nggak menang hehe… 😖
      Mungkin tulisannya terlalu berantakan kkk~
      Iya, cerpen ini sepenuhnya milikku 🙂
      Thanks udah baca, kak ayu:)

      Suka

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s