[Ficlet] Love Like… Sweet Bakery

llsb httpslightlogy.wordpress.com

Tittle                : Love Like… Sweet Bakery

Author             : BaekMinJi93

Genre              : Romance, Fluff

Lenght            : Ficlet

Ratting            : General

Main Cast        : – Park Chan Yeol (EXO), – Park Cho Rong (A Pink)

Disclaimer       : Cerita ini sepenuhnya dari hasil jerih payahku sendiri. Don’t be a plagiarism, guys ^^

Credit Poster  : Lightlogy

Summary         :

Aku tidak percaya kau benar-benar datang hari ini tepat disaat roti baruku dirilis

Tapi aku bahagia, rasa roti itu sangat manis seperti rasa cintaku padamu

Sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan sebuah toko roti sederhana. Tepat di depan toko roti tersebut terpampang jelas sebuah banner yang bertuliskan ‘Park’s Bakery’ dengan gambar roti muffin yang sangat menggoda selera makan semua orang. Tak lama setelah itu, seorang pria bersetelan rapi keluar dari mobil mewah tersebut. Senyum menawannya tercetak jelas di wajahnya. Oh dan jangan lupakan tatapan semua gadis yang ada disana akan beralih menatapnya.

Lonceng yang tepat berada diatas pintu toko berbunyi saat pria itu mendorongnya. Semua pegawai yang berada disana menyapanya dengan ramah. Ia mengedarkan pandangannya dan akhirnya memutuskan untuk duduk di bangku sudut ruangan yang juga dekat dengan jendela. Beberapa lama kemudian seorang pegawai menghampirinya dan menawarkan sebuah menu padanya, namun pria itu menolak secara halus.

“Maaf saya sedang tidak ingin memesan apapun disini dan bisakah anda panggilkan manager toko roti ini? Tolong katakan, saya ingin bertemu dengannya sekarang juga.”

Pegawai muda itu sempat bingung dengan perkataan pria di hadapannya ini. Namun tanpa babibu lagi, ia melangkahkan kakinya kembali menuju ke dalam setelah sebelumnya mengatakan, “Ya tolong anda tunggu disini sebentar, saya akan memanggil beliau untuk menemui anda.”

Sepuluh menit sudah jika dihitung pria itu menunggu seseorang. Sesekali ia melirik jam tangan yang bertengger manis di lengan kirinya. Namun meskipun begitu, pria itu tidak pernah sekalipun mempunyai pikiran untuk beranjak dari tempat duduknya saat ini. Ia sangat sabar menunggunya. Menunggu gadisnya.

Disaat pria itu sudah bisa beradaptasi dengan suasana yang menemaninya saat ini, tiba-tiba sebuah suara memecahkan keheningan yang dirasakannya. Sebuah suara halus dan familiar di telinganya.

Annyeonghaseyo. Apakah ada yang bisa saya bantu?”

Pria itu mengangkat kepalanya cepat dan menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Sedangkan sang gadis hanya membalas tatapannya dengan tampang terkejut.

“Pa-Park Chanyeol?!” ujar gadis itu terbata.

Sedangkan sang pria yang disebut gadis itu dengan nama Park Chanyeol hanya terus menatapnya dan tak lama tersenyum manis padanya. Tiba-tiba pria itu memeluk tubuhnya. Namun bukannya membalas pelukan yang diberikan oleh Chanyeol, gadis itu malah terpaku terkejut di tempatnya.

“Ka-kau kembali. Kau benar-benar kembali, Chanyeol-ah,” ucap gadis itu lirih.

Chanyeol meletakkan kepalanya di bahu gadis itu. “Kau benar. Aku sudah kembali, Chorong-ah. Aku kembali untukmu. Bogoshipeo.”

Nado. Nado bogoshipeo-yo,” dan perlahan Chorong mulai memeluk tubuh tinggi Chanyeol.

Lama mereka berpelukan di dalam toko roti itu. Mereka tidak malu untuk melakukan hal itu saat ini, karena yang mereka pikirkan saat ini hanyalah bagaimana caranya untuk menyalurkan rasa rindu keduanya.

Chanyeol melepas pelukannya dan mengulurkan salah satu tangannya pada Chorong. Senyum manis masih tercetak jelas di wajah tampannya.

“Mau berjalan-jalan sebentar denganku?”

***

Tiupan angin terus menerpa wajah kedua insan yang saat ini sedang mendudukkan dirinya dengan santai dihadapan aliran tenang sungai Han. Chanyeol mengarahkan pandangannya lurus ke depan, sedangkan gadisnya –yaitu, Chorong– terus menatap wajahnya tanpa berkedip. Seakan tak percaya bahwa pria itu benar-benar sedang berada dihadapannya saat ini.

“Aku tahu aku tampan. Jadi kau tidak perlu mengamatiku secara berlebihan seperti itu.”

Chanyeol berujar tenang tanpa mengalihkan pandangannya pada Chorong. Gadis itu tersadar dan menundukkan kepalanya malu. Rona merah menghiasi pipinya saat ini.

“Aku tahu kau tampan. Hanya saja, aku masih tak percaya kau berada di hadapanku saat ini. Aku merasa baru saja kau berpamitan denganku disini untuk pergi ke London.”

Chanyeol tersenyum mendengarnya. “Kau bahagia aku kembali kesini?”

Chorong mengangguk mantap. “Tentu saja aku bahagia. Siapa yang tidak bahagia jika bertemu dengan sahabat kecilnya setelah lama tidak bertemu? Kurasa hanya orang bodoh yang tidak tahu bagaimana rasanya.”

Tiba-tiba senyum Chanyeol perlahan luntur dari wajah tampannya. Ia terdiam ketika mendengar penuturan Chorong barusan.

“Apa kau masih belum tahu rasanya ketika kau mulai mengenal namanya-…”

Chorong dengan cepat memotong ucapan Chanyeol. “Cinta? Bagiku rasa ketika mengenal kata cinta itu seperti rasa roti manis. Sangat manis. Dan kau tahu? Sekali aku merasakannya, aku merasa candu dan terus ingin merasakannya. Tidak pernah ingin berhenti.”

Chanyeol menatap Chorong yang saat ini menampilkan innocent facenya. Dan Chanyeol tertawa dalam hati, karena dengan polosnya gadis itu menganggap cinta itu seperti roti manis. Sungguh, gadis yang polos.

“Dari cara bicaramu saat ini, kau seperti sudah pernah merasakannya. Kalau boleh tahu siapa pria beruntung yang sudah mendapatkan cinta seperti roti manismu itu?”

Chanyeol berkata seolah ia benar-benar penasaran. Namun bukannya menjawab pertanyaan Chanyeol, gadis itu malah menundukkan kepalanya dalam. Melihat itu, Chanyeol semakin mendekatkan wajahnya kearah Chorong.

“Kau,” jawab Chorong akhirnya.

Chanyeol membelalakkan matanya tak percaya. Apa baru saja Chorong mengatakan jika gadis itu menyukainya? Yah, meskipun secara tidak langsung, tapi tetap saja masih bisa dikatakan jika gadis itu menyukainya.

W-what?! Are you serious?!” seru Chanyeol tak percaya.

Chorong meletakkan jarinya didepan hidung Chanyeol. “Ssst… jangan keras-keras. Aku malu.”

Chanyeol terkekeh geli. Pria itu memegang kedua bahu Chorong erat-erat. Mengarahkan tubuh gadis itu agar berhadapan dengannya.

Okay fine. Sekarang katakan sekali lagi padaku. Kau menyukaiku, Park Chorong?”

Chorong mengerjapkan matanya menatap Chanyeol. Gadis itu sangat malu saat ini. “Ah.. seharusnya kau tidak perlu membutuhkan jawaban atas pertanyaan bodohmu itu. Lebih baik kau mencoba roti yang baru kurilis hari ini. Ini lebih enak.”

Chanyeol tahu jika Chorong sedang mengalihkan pembicaraannya saat ini. Pria itu tetap bersikukuh sebelum mendapatkan jawaban yang diinginkannya.

“Tidak. Sebelum kau menjawab pertanyaanku.”

Tetapi Chorong tetap tidak mau kalah. Ia tidak mau dicap sebagai seorang gadis yang mengatakan suka terlebih dahulu pada seorang pria.

“Tapi jika aku sudah mengatakannya, kau harus mau memakan roti ini. Karena kujamin roti ini pasti cocok dengan seleramu.”

Chorong mengulurkan tangan kanannya yang sedang membawa sebuah roti muffin cokelat kearah Chanyeol. “Bagaimana? Kau setuju?”

Demi mendapatkan apa yang diinginkannya, Chanyeol mengangguk menyetujui tanpa ada rasa ragu. “Baiklah.”

Chorong tersenyum bahagia. “Okay. Kupegang janjimu, Tuan Park.”

Aiish. Sudahlah. Cepat jawab pertanyaanku. Kau menyukaiku atau tidak?” tanya Chanyeol tidak sabar.

Ish. Kau ini sungguh tidak sabaran,” gerutu Chorong kesal. “Ya. Aku menyukai seorang Park Chanyeol yang PEMAKSA.”

Chanyeol menghembuskan napas lega ketika mendengarnya. Meskipun sedikit ada rasa kesal dengan kata-kata ‘pemaksa’ sedikit ditekan ketika Chorong mengatakannya, namun setidaknya penantiannya pada sang gadis polos ini tidak sia-sia.

“Baiklah karena aku sedang berbaik hati hari ini, aku akan dengan senang hati memakan roti itu.”

Chorong menampilkan senyum childishnya dan memberikan roti yang dipegangnya sejak tadi pada Chanyeol. Dan tak butuh waktu lama Chanyeol segera memakan roti itu dengan lahap.

“Bagaimana rasanya? Kau tahu? Ketika aku membuat resep dari roti itu, aku terus teringat sosokmu. Ah.. aku malu ketika mengatakannya.”

Tiba-tiba sebuah ide tercetak di benak Chanyeol. “Benarkah seperti itu? Kau terus mengingatku ketika membuat resep dari roti ini?”

Chorong mengangguk mengiyakan.

“Baiklah jika benar seperti itu, aku akan mengatakan jika roti ini rasanya manis sama sepertiku. Itu benar bukan? Sehingga saat kau sedang sibuk memikirkanku, tiba-tiba kau tercetak ide untuk membuat roti manis ini.”

Chorong menatap datar Chanyeol seolah mengatakan, ‘Apa kau sudah gila?’

Ish. Percaya dirimu sangat keterlaluan, tuan Park,” ujar Chorong seraya memukul dada bidang pria yang saat ini sudah menyandang status sebagai kekasihnya.

Chanyeol tertawa lepas. “Meskipun aku sangat percaya diri, kau tetap menyukaiku, bukan?”

Chorong berdecak kesal. “ Huh! Aku menyesal mengatakan jika aku menyukaimu.”

“Hahaha.”

–FIN–

Hai… I’m back…

Setelah lama gak muncul, secara tiba-tiba aku update ff kaya gini…

But I hope you like it, guys…

Udah ya cuap-cuap ku, see ya ~

Regards,

–BaekMinJi93–

Iklan

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s