[Ficlet] Where Are You, My Cold Girl?!

where are you, my cold girl3

Tittle                : Where Are You, My Cold Girl?! (Sequel Of ‘Because Kissing Scene Rumour’)

Author             : BaekMinJi93

Genre              : Romance, School Life, Fluff

Lenght             : Ficlet

Ratting             : PG 13

Main Cast        : – Oh Se Hun (EXO), – Choi Min Ji (OC)

Disclaimer       : Hal yang berkaitan dengan alur cerita ini, berada dibawah naunganku. Dan untuk Main Cast, aku hanya sekedar meminjam nama. Happy Reading~

Summary         :

Aku tidak menyangka jika hidupku yang semula tenang akan lenyap tak berbekas

Semua ini tidak akan terjadi jika kau tidak memulainya, Pria Konyol!

Aku memasuki gedung sekolahku dengan langkah pelan. Alunan lagu mellow yang terus memutar lewat earphone menambah kesan malas dalam diriku hari ini. Aku terus berjalan tanpa mempedulikan beraneka arti tatapan yang diberikan seluruh siswa di sepanjang koridor loker sekolah. Selesai mengganti sepatu dan juga mengambil buku-buku yang diperlukan hari ini, aku kembali melangkah santai menuju ke kelas.

Sesampainya di kelas, aku kembali menerima tatapan menyebalkan itu lagi. Sejak kejadian empat hari lalu, semua keadaanku telah berubah seratus delapan puluh derajat. Huh! Semua ini terjadi karena pria konyol itu memelukku di sembarang tempat. Aku benci dirinya. Sangat benci!

Aku meletakkan kepalaku diatas meja dan memejamkan mataku mencoba untuk tidur sejenak. Baru saja aku mencapai puncak, terdengar sebuah suara seperti seseorang yang sedang meletakkan sesuatu di mejaku. Aku mengangkat kepalaku perlahan. Kudapati seorang gadis dengan wajah yang sangat kukenal sedang berdiri tepat didepanku dengan senyum manis –yang sebenarnya aku tahu jika itu hanyalah terpaksa–.

“Hai, Minji. Ibuku membawakan beberapa pancake untukku. Tapi-…”

“Lalu kau ingin apa, Hanna-ssi?” potongku dingin. Jujur saja, aku malas sekali berbasa-basi dengan orang yang sama sekali tidak dekat denganku –bahkan gadis itu terlihat sangat membenciku–.

Gadis yang sedang berdiri didepanku dan memiliki nama lengkap Jung Hanna ini sempat tersentak ketika aku memotong perkataannya, namun dengan cepat ia memasang wajah ramahnya kembali. “Aku ingin berbagi pancake ini denganmu. Kau mau ‘kan?”

Aku menjawab pertanyaannya dengan senyum terpaksa. “Tidak, terima kasih. Kau sudah mendapat jawaban atas pertanyaan bodohmu, bukan? Sekarang bisakah kau kembali ke tempat dudukmu?”

Melihat reaksiku yang begitu sarkatis, Hanna berlalu meninggalkan mejaku dengan langkah kesal. Tapi aku tidak peduli. Kuyakin sebentar lagi akan ada berita buruk tentangku dari gadis itu. Ya, Hanna merupakan salah satu siswi yang suka bergosip ria dengan yang lainnya. Bukankah aku sudah pernah mengatakan padamu jika itu terlihat membosankan?

Apakah aku terlihat jahat dimatamu? Okay… kau boleh berpikiran seperti itu. Tapi sungguh, aku lebih baik hidup sendiri daripada tiba-tiba hidup dikelilingi dengan banyak orang yang sebenarnya tidak tulus menyayangiku. Itulah prinsipku.

***

Waktu istirahat telah tiba. Dengan cepat aku berjalan keluar kelas karena perutku sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Tapi sialnya, aku harus merapikan buku-buku ini terlebih dahulu sebelum akhirnya aku benar-benar pergi ke kantin. Disaat aku berjalan menyusuri koridor sekolah menuju tempat loker, aku bisa mendengar beberapa siswi yang sedang berbisik membicarakanku.

“Benarkah gadis itu yang bernama Choi Minji? Kudengar dia sedang berpacaran dengan guru Oh.”

“Ya kau benar. Bisa-bisanya guru Oh berpacaran dengan gadis dingin seperti dirinya.”

“Oh! Dan bahkan aku juga mendengar jika dia mengabaikan tawaran Hanna yang mengajaknya untuk sarapan bersama. Dasar gadis sombong.”

Beberapa siswi itu terus mengumpat tentang diriku. Aku benar, bukan? Bahkan belum sampai sehari, gosip tentang aku menolak pancake milik Hanna sudah tersebar ke seluruh sekolah. Huh! Ini semua karena Oh Sehun! Jika pria itu tidak menjadi guru disini dan memelukku sembarangan, hidupku tak seberisik sekarang. Aku harus menemuinya sekarang juga.

Temui aku di atap sekolah sekarang juga.

-Minnie-

Setelah selesai mengetik pesan tersebut, aku segera berlari menuju tempat yang kutuliskan tadi dan mengabaikan rasa lapar yang menderaku.

***

Disaat aku sedang sibuk memandang keadaan sekitar dari atap sekolah, tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang memelukku dari belakang. Tak lama setelah itu, aku juga merasakan sebuah material lembut menyentuh pipiku. Aku sudah bisa menebak siapa pelaku dibalik ini semua.

Oppa… kembalikan kehidupanku yang sebelumnya. Aku tidak tahan dengan semua ini,” lirihku.

Aku menundukkan kepalaku dalam. Sehun memutar tubuhku dan mengangkat wajahku perlahan.

“Bicaralah yang jelas, Minnie. Aku tidak mengerti ucapanmu.”

Aku menggeleng pelan. “Tidak. Kau pasti mengerti apa yang aku ucapkan. Aku ingin kembali seperti dulu.”

Sehun tersenyum manis. “Bukankah keadaan seperti ini terlihat lebih baik? Dikelilingi dengan banyak teman yang begitu-…”

“Munafik. Kejam. Pura-pura.”

Sehun membelalakan matanya tak percaya dengan ucapanku barusan. “Minnie, kau tidak boleh-…”

“Aku benar, bukan? Sebelum kau datang, tidak ada satupun teman-teman yang mengenalku. Dan apa oppa tahu gadis bernama Jung Hanna? Gadis itu awalnya sangat membenciku dan aku tidak tahu apa sebabnya. Namun sejak kejadian empat hari lalu, gadis itu tiba-tiba mendekatiku dengan tampang sok ramahnya dan bersikap seolah kita sudah dekat sejak lama. Begitujuga dengan sikap siswi lainnya, mereka mendekatiku hanya sebagai batu loncatan untuk mendekatimu oppa. Aku merasa kehidupan tenangku seketika lenyap seperti tak berbekas.”

Sehun merengkuhku kedalam pelukannya, namun belum sampai lima detik aku langsung melepaskannya. “Oppa, hentikan. Aku tidak ingin menambah gosip yang tidak enak lagi.”

Sehun menatapku tidak mengerti. “Gosip tidak enak? Hei! Aku ini kekasihmu. Wajar bukan jika aku memelukmu seperti tadi?”

Aku kembali menundukkan kepalaku. “Tapi ini masih disekolah, oppa. Aku tidak nyaman.”

Sehun menatapku salah paham. “Kau tidak nyaman kupeluk? Hei! Ada apa denganmu? Apa kau sudah-…”

Aku memotong perkataannya cepat. “Tidak! Bukan seperti itu. Hanya saja-…”

Ucapanku menggantung begitu saja. Sehun masih menungguku untuk melanjutkan. Lama aku terdiam, sebelum akhirnya Sehun menghela napasnya kasar.

“Lalu sekarang apa yang kau inginkan?”

Sehun berujar dingin. Hei! Bahkan aku tidak mendengarnya memanggilku Minnie. Semarah itukah dia?

“A-aku ingin…”

“Katakan saja, Minnie. Jangan ragu.”

Aku menghela napasku untuk memantapkan hatiku. “A-aku ingin… bisakah oppa berhenti mengajar disini?” ujarku cepat.

Kulihat Sehun mengangkat sebelah alisnya bingung. “Kau yakin dengan ucapanmu, Minnie? Kau bahkan belum tahu apa alasanku mengajar disini disela waktu sibukku.”

Aku terdiam mendengar perkataannya barusan. Dan kuyakin Sehun sempat menampilkan smirk andalannya meskipun hanya sedetik.

“Kau mau mendengar alasanku?”

Aku terus terdiam tanpa reaksi apapun.

“Diam, kuanggap jawabanmu adalah iya.”

Hei! Itu tidak adil. Tapi baiklah, sejujurnya aku juga ingin mengetahui alasan pria itu sebenarnya.

“Minggu lalu…” Sehun memulai ceritanya. “Lee ahjussi bercerita padaku jika beliau mendapat tugas dinas luar kota selama seminggu di Busan. Hanya saja beliau bingung meminta tolong pada siapa untuk menggantikan profesinya, sedangkan kau tahu sendiri bukan jika murid tingkat tiga akan menghadapi ujian akhir bulan depan?”

Aku mengangguk menyetujuinya.

“Tiba-tiba aku teringat jika Lee ahjussi bekerja sebagai guru matematika di sekolah ini. Lagipula kekasihku yang cantik ini juga bersekolah tepat dimana ahjussi mengajar.”

Sehun mencubit pipiku gemas bertepatan ketika ia mengatakan ‘kekasihku yang cantik ini’ dan dapat kupastikan jika saat ini pipiku merona karena ucapannya. Sehun tersenyum melihat reaksiku.

“Pipimu memerah, chagi.”

Aku mengerucutkan bibirku kesal dan berujar ketus, “Sudah cepat lanjutkan.”

Sehun terkekeh sebelum akhirnya melanjutkan perkataannya. “Entah apa yang sedang kupikirkan saat itu, secara tiba-tiba aku berujar jika aku sanggup menggantikan posisi Lee ahjussi sementara. Pada awalnya ahjussi sempat ragu dengan ucapanku, tapi aku terus meyakinkan beliau bahwa aku sanggup melakukannya.”

“Lalu bagaimana reaksi managermu ketika mendengar oppa akan melakukan hal bodoh ini.”

Sehun tersenyum lagi dan ia mengusap puncak kepalaku perlahan. “Awalnya beliau juga tidak setuju dengan rencanaku. Tapi aku terus memaksanya. Kau tahu kenapa aku rela berbuat sejauh ini?”

Sehun menatapku intens. “Karena aku rindu padamu, chagi.”

Aku menundukkan kepalaku tersipu. Lagi-lagi Sehun mengangkat kepalaku dan menatapku sendu.

“Jadi kau masih mau memaksaku untuk berhenti mengajar disini setelah kau mengetahui pengorbanan yang telah aku lakukan.”

“Aku tidak tahu, oppa. Hanya saja aku terlalu risih dengan tatapan-…”

“Jangan pedulikan mereka!” potong Sehun datar.

“Kau tahu? Mereka hanya iri padamu. Bukankah iri tanda tak mampu?”

Aku terdiam menatapnya dalam. Sehun kembali melanjutkan perkataannya.

“Sudahlah, jangan pedulikan mereka. Dimana Minnieku yang biasanya sangat dingin dan kuat menghadapi cobaan yang diberikan Tuhan padanya? Aku ingin tahu dimana gadis itu sekarang berada?”

Aku tak menjawab pertanyaannya, melainkan langsung menghambur kedalam pelukannya.

Oppa, terimakasih. Aku tidak menyangka jika kau rela berbuat sejauh ini hanya untukku. Maafkan aku karena aku sudah menyuruhmu berhenti dan mudah terpengaruh oleh mereka semua. Sekali lagi maafkan aku dan terima kasih.”

Sehun perlahan membalas pelukanku. “Sama-sama, Minnieku sayang. Aku rela berbuat apapun demi dirimu.”

Lama kami berpelukan, sampai akhirnya Sehun berbisik pelan tepat di telingaku. “Sampai kapan kau akan terus memelukku seperti ini? Kau yakin tidak ingin ketahuan dengan orang lain?”

Sedetik kemudian aku tersadar dan melepas pelukanku dengan kasar. “Oppa. Aku harus ke kelas sekarang.”

Aku berbalik dan melangkah menjauhinya. Namun belum sampai tiga langkah aku berjalan, Sehun menahan tanganku. “Aku tahu pipimu memerah, chagi.”

Kutepis tangannya kasar dan kembali berjalan cepat menjauhinya. Aku sangat malu saat ini. Dapat kudengar ia tertawa keras melihat reaksiku, tak lama kemudian disusul dengan teriakan kerasnya.

SARANGHAE, CHOI MINJI! I’LL BE YOURS FOREVER, HONEY!

Aku berhenti sejenak tetap berdiri membelakanginya dan aku hanya mengangkat tanganku membentuk huruf ‘O’ sebagai jawaban atas pernyataannya. Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku malu jika mengatakannya secara langsung. Yang terpenting, Sehun juga tahu jika aku mencintainya seperti dia mencintaiku dengan tulus.

NADO SARANGHAE, OPPA. YOU’LL BE MINE FOREVER, OH SEHUN.

–FIN–

Hollaaa… I’m back again… 🙂

FF ini sequel dari Because Kissing Scene Rumour ya… ^^

I hope you like it, guys…

For last, I say big thanks and see ya~

Regards,

–BaekMinJi93–

Iklan

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s