[Ficlet] Who Are You? (Minji’s Side)

5236548ca1ee47b389ee9e1f1f35400a

Tittle                : Who Are You? (Minji’s side)

Author             : BaekMinJi93

Genre             : Romance, Fluff

Lenght            : Ficlet

Ratting            : General

Main Cast        : – Oh Se Hun (EXO), – Choi Min Ji (OC)

Support Cast   : – Xi Lu Han (EXO), – Choi Min Ho (SHINee), – Choi Min Ri (OC)

Disclaimer       : This story come from me to you. Don’t be a plagiarism and Happy Reading~

Another Series :

Summary        :

Kenapa sulit sekali untuk mengetahui tujuan kalian sebenarnya?

Aku benci kalian!

“Ji-ya, ayolah. Kau tega melihatku sendirian seperti orang bodoh ketika menunggu Luhan oppa di cafe besok siang? Please… pergi denganku, ya?”

“Tidak! Aku tidak mau, eonnie. Besok aku sibuk.”

“Oh ayolah, Ji-ya. Besok adalah hari Minggu dan kau masih mengatakan jika besok kau sedang sibuk? Kau tidak bisa membohongiku, saengie.

Minri masih terus saja menarik lengan bajuku secara paksa. Aku memutar bola mataku malas. Lagi-lagi kegiatan belajarku terganggu karena ulah saudara kembarku ini.

Aku menepis tangannya kasar. “Eonnie, lepaskan tanganmu. Kau bisa merusak bajuku nanti.”

Minri melepaskan tangannya secara tiba-tiba. Gadis itu menatapku dengan tatapan tak percaya. “Benarkah kau mau menemaniku besok?! Whoathank you so much, my twin.”

Minri mencium pipiku sekilas sebelum akhirnya berlari keluar dari kamarku. Aku membelalakan mata tak percaya. Hei! Ini tidak adil, gadis gila itu memutuskannya secara sepihak.

YAAKK!! AKU TIDAK MENGATAKAN JIKA AKU MENYETUJUINYA, CHOI MIN RI!!”

Terdengar tawa puas yang bersumber dari sebuah kamar disamping kamarku. Ya, itu kamar milik gadis gila itu.

“AKU TIDAK PEDULI, ADIKKU SAYANG~.”

Aku menggigit bibir bawahku kesal. Aku benar-benar geram dengan perlakuan Minri yang seenaknya saja padaku.

YAKK!! AKU MEMBENCIMU, GADIS GILA!!!”

“AKU JUGA MENYAYANGIMU, ADIKKU SAYANG~. OH YA, BESOK KITA PERGI TEPAT PUKUL SEPULUH. BERDANDANLAH YANG CANTIK.”

“TIDAK AKAN! AKU TIDAK AKAN MENEMANIMU!!”

“OH YA?! KALAU KAU TIDAK MAU MENEMANIKU BESOK, AKU AKAN-…”

YAKK!! KENAPA KALIAN SANGAT BERISIK, EOH?! BERHENTI!”

Ucapan Minri terpotong ketika seseorang menyahuti perdebatan kami. Suara itu terdengar dari arah kamar saudaraku yang lain, Choi Minho. Kuyakin pria itu merasa jika waktu tidurnya terusik karena perdebatan hebat kami yang tidak ada hentinya.

Setelah mendengar teriakan kesal dari raja tidur tersebut, aku maupun Minri tidak ada yang berani mengeluarkan suara lagi. Namun meskipun begitu, aku belum bisa bernapas lega ketika mendengar sebuah suara yang kukenali sebagai nada dering SMS di ponselku. Dan coba tebak, siapa pengirim pesan itu?

Don’t forget it, My twin~

Kau sudah bisa menebaknya, bukan? Dia adalah gadis gila itu. Dengan segera aku membalas pesannya dengan cepat.

Sudah kubilang aku tidak mau. Jangan memaksaku, GADIS GILA!!

Tak lama kemudian, Minri membalas pesanku.

Kau mengatakan saudara kembarmu sendiri dengan sebutan ‘GADIS GILA’?!

Tapi tenanglah, aku tidak akan marah karena perkataanmu barusan.

Kutanya sekali lagi, adikku sayang. Kau yakin tidak ingin menemaniku besok?

Jika kau benar-benar tidak ingin menemaniku besok, kujamin kau akan menyesal selamanya.

Bagaimana, adikku sayang? Kau mau atau tidak?

Lagi-lagi aku menggigit bibir bawahku geram. Entah pikiran yang kudapat darimana, tanpa sadar aku mengetikkan sebuah balasan yang sangat berbeda dengan keinginanku saat ini.

Okay, whatever.

Pesan terkirim.

Oh tidak! Aku mengetik apa barusan? Aku membaca pesanku sekali lagi. Sesekali aku menggelengkan kepalaku tak percaya. Tidak, ini pasti tidak mungkin. Hei! Apa yang sedang kupikirkan saat ini?

Okay, dearrie. Kupegang janjimu. Jaljayo, dearrie~

Arrgh… kau benar-benar terjebak dalam perangkap gadis gila itu, Ji-ya. Baiklah, mari kita lihat akhir dari cerita ini. Selamat menikmati jebakanmu, Ji-ya.

***

Eonnie… kau benar-benar tega pada adik kembarmu sendiri. Jika kau pergi bersama Luhan oppa, bagaimana denganku? Huaa… eomma…”

Aku merengek begitu keras tepat saat Luhan berjalan mendekati meja dimana tempat aku dan Minri duduk saat ini. Tiba-tiba Luhan sudah berdiri disamping meja, pria itu mengulurkan tangannya pada gadis gila itu.

“Bagaimana? Kau sudah siap pergi, honey?”

Minri membalas uluran tangan Luhan. Namun belum sampai keduanya sempat pergi meninggalkanku, aku berteriak kembali.

“TIDAK! KALIAN TIDAK BOLEH PERGI! Oppa… Kau juga sama jahatnya seperti Minri eonnie. Kau tega melihat calon adik iparmu duduk sendirian seperti orang hilang jika kalian pergi meninggalkanku disini?!”

Luhan mengacak rambutku gemas. “Tenang saja, Ji-ya. Kau tidak akan sendirian disini. Seseorang akan menemanimu segera. Bersabarlah, dia masih di toilet.”

Aku menggelengkan kepalaku tidak setuju. “Aku tidak mau. Jika kalian tetap ingin pergi meninggalkanku, aku akan menelepon Minho oppa untuk menjemputku disini.”

Aku mengambil ponselku dengan cepat dari tas selempangku dan mencari nomor ponsel milik Minho oppa untuk menyuruhnya menjemputku disini. Kulihat sekilas Minri eonnie, tidak ada raut takut yang terpampang diwajahnya. Tak perlu waktu lama untuk menunggu, panggilanku sudah tersambung dengan Minho oppa.

Oppa, bisakah kau menjemputku sekarang di-…”

Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, raja tidur itu sudah memotongnya. “Ah mian, dearrie. Oppa tidak bisa menjemputmu sekarang. Oppa sedang sibuk dengan kegiatan SHINee saat ini. Mian, dearrie.”

Tepat setelah itu, sambungan telepon terputus. Aku terus memanggil nama raja tidur itu, tapi semua tenagaku terbuang percuma. Aku terus mengeluarkan umpatan tepat dihadapan ponselku dan kau pasti berpikir jika aku terlihat seperti orang gila saat ini, tapi aku tidak peduli. Setelah puas mengumpat pada ponselku, aku mengalihkan pandangan pada gadis gila beserta kekasihnya itu. Gadis gila itu menatapku remeh dan menantang.

“Bagaimana adikku sayang? Kau masih mau menuruti perkataan kami?”

Aku merasa geram mendengar ucapannya. “Yaakk! Aku tahu, pasti semua ini rencana eonnie, bukan?”

Luhan dan Minri tertawa melihat reaksiku. Disela tawanya, Luhan berusaha mengatakan sesuatu. “Diamlah, Ji-ya. Dia sudah datang dan berjalan kesini.”

Aku menghentakkan kakiku dan mengacak rambutku kesal. “Tidak. Aku tetap ingin pulang sekarang juga.”

Minri mengulurkan tangannya dan menyisir rambutku dengan tangannya. “Jangan mengacak rambutmu sendiri. Jika kau tidak ingin terlihat buruk dimatanya, tolong turuti permintaan kami sekali ini saja.”

Dimatanya? Dimata siapa?

Aku menatap Minri dan Luhan bergantian, meminta penjelasan. Namun pelaku yang kutatap hanya menampakkan senyum misteriusnya.

Oppa… eonnie… cepat katakan padaku. Apa tujuan kalian membawaku kesini?”

Tidak peduli seberapa memelasnya diriku sekarang, kedua pasangan gila itu tetap menatapku dengan senyum misteriusnya. Lama suasana hening menyelimuti kami, sampai akhirnya Luhan mulai membuka suara.

“Jika kau ingin tahu apa tujuan kami, lihat ke arah belakangmu sekarang juga.”

Aku memiringkan kepalaku tidak mengerti, namun pada akhirnya aku menuruti perkataannya. Tepat saat itu juga, aku membelalakkan mataku tak percaya.

Tidak! Ini tidak mungkin terjadi. Apa mereka sedang bercanda? Kenapa pria itu ada disini?

Untuk yang kedua kalinya, aku menatap kedua pasangan gila itu untuk meminta sebuah penjelasan. Namun jawaban yang mereka berikan sungguh diluar nalarku.

“Minji sayang, kau tidak sedang bermimpi. Dia ada didepanmu saat ini. Dia nyata. Dia adalah Oh Sehun.”

Oh Sehun?! Benarkah dia Oh Sehun?! Untuk apa dia kesini?

Aku kembali membalikkan badanku untuk memastikan pria itu sedang berdiri dihadapanku sekali lagi. Namun sepertinya aku tidak perlu pergi ke dokter mata untuk memeriksakan kesehatan mataku, karena aku tahu jika hal ini benar-benar sangatlah… nyata. Dia… Oh Sehun sedang berdiri dihadapanku sekarang. Okay, mungkin ini sangatlah berlebihan. Tapi ayolah, siapa tidak bahagia jika bertemu dengan artis idolanya secara langsung seperti ini.

Pria itu menampilkan senyum ramahnya padaku dan bodohnya aku membalasnya dengan senyum yang terlihat sangat kikuk.

Annyeonghaseyo. Jeoneun Oh Sehun imnida. Bangapseumnida.”

A-anyeonghaseyo. Jeo-jeoneun-…”

Bicaralah yang jelas, Ji-ya. Aku malu melihatmu bertingkah seperti itu.”

YAAK! Kenapa kau sangat menyebalkan, eonnie.”

“Choi Minji. Benarkah itu namamu? Nama yang cantik seperti pemiliknya.”

Aku menundukkan kepalaku malu. Kuyakin saat ini pipiku memerah seperti tomat.

“Ji-ya, tataplah orang yang sedang mengajakmu berbicara.”

YAAKK! Kenapa kalian sangat menyebalkan, eoh?! Aku benci kalian!”

–FIN–

Haaiii… Aku kembali….

Aku datang masih dengan kelanjutan series kemarin…

Oh ya, anggep aja cerita ini awal mulanya si Minji sama Sehun ketemu ya. Dan untuk kali ini, aku terinsipirasi dari MV baru milik BoA yang ada Sehunnya itu loh… hehehe

Ini masih Minji’s side dan enaknya dibikin ada Sehun’s side nggak ya? Next or End?!

Semua itu tergantung dari komenan kalian… kkk~ jadi bantu ninggalin jejak ya 🙂

Oh satu lagi, karena akhir-akhir ini entah kenapa aku lagi kangen Luhan *curhat*, maka dari itu di kesempatan kali ini aku masukin perannya jadi pacarnya kembaran si Minji…

Dan tadaa…. pairing cast ku nambah lagi… ^^

XI LUHAN – CHOI MIN RI

140312luhan-ivyclub-3tumblr_ll4mm4owpG1qjine6o1_500

Mungkin segitu aja dariku…

See ya~ ^^

Regards,

–BaekMinJi93–

Iklan

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s