[Ficlet] Who Are You? (Sehun’s Side)

tumblr_nnvvqp8oNR1skn9yko1_500

Tittle                : Who Are You (Sehun’s side)

Author             : BaekMinJi93

Genre              : Romance, Fluff

Lenght             : Ficlet

Ratting            : General

Main Cast        : – Oh Se Hun (EXO), – Choi Min Ji (OC)

Support Cast    : – Xi Lu Han (EXO), – Choi Min Ri (OC), – Byun Baek Hyun (EXO), – Park Chan Yeol (EXO), – Kim Jong In (EXO), – Do Kyung Soo (EXO)

Disclaimer       : This story come from me to you. Don’t be a plagiarism, guys…

| Recommend song : BoA – Who Are You? |

Another Series :

Summary         :

Bolehkah aku mendekatimu kembali?

Untuk kali ini, aku tidak peduli jika kakakmu mencoba kembali menghadangku seperti dulu

Welcome again, My Pretty Girl…

Aku semakin mengeratkan selimutku setelah dirasa cahaya mentari mulai menerobos sela jendela kamar dormku. Tidurku kembali terganggu saat mendengar sebuah suara yang kukenali sebagai nada dering pesan di ponselku. Aku meraba nakas dekat ranjangku dengan malas –masih dengan mata terpejam–.

Yeoboseyo…”

Yak, Oh Sehun! Apa kau berniat untuk menjadi kerbau di siang hari?!”

Seakan mendapat energi yang penuh, aku membelalakan mataku dan bangkit dari posisiku.

“Luhan hyung?!”

Pria diseberang telepon itu terkekeh pelan. “Kau masih mengenali suaraku, maknae?!”

“Tentu saja, aku ‘kan adik kesayanganmu. Ada apa kau meneleponku sepagi ini, hyung?”

“Ada yang ingin kutunjukkan padamu. Cepat keluar dan temui aku di taman dekat dorm sekarang juga sebelum sasaeng fans menghantuiku disini.”

Aku mengerutkan dahiku tak mengerti. “Bukankah kau bisa menemuiku di dorm seperti biasanya?”

Bukannya balasan yang kudapat melainkan hanya tawa geli yang kudengar.

“Kau yakin menyuruhku datang kesana? Bukannya-…”

“Oh tidak! Aku tidak mau Xiumin hyung memonopolimu sendiri dariku. Okay, aku akan kesana sekarang.”

***

“Bagaimana menurutmu? Dia cantik, bukan?” ujar Luhan seraya sibuk menunjukkan beberapa foto gadis yang ada di ponselnya, namun aku tidak menanggapi pertanyaannya sedikitpun.

Bukannya menyahuti pertanyaan, aku malah merampas ponselnya. “Jadi hyung menyuruhku kesini hanya untuk menunjukkan foto gadis ini?!”

Seakan tidak mempunyai jawaban lain, Luhan mengangguk jujur. Aku memasang wajah datarku.

“Sekali lagi kau menunjukkan foto gadis itu, aku akan mengatakan ini pada Minri. Dan Minri akan segera me-…”

“Katakan saja. Aku tidak takut,” potongnya santai tanpa ada raut wajah takut sedikitpun.

Aku sedikit terhenyak mendengarnya. Untuk kali ini aku mengubah raut wajahku menjadi kesal.

Hyung… aku sudah merelakan waktu santaiku hanya untuk bertemu denganmu dan kau hanya meunjukkanku foto seorang gadis yang bahkan aku tak mengenal siapa dia. Kau membuang waktuku, Xi Luhan!”

Yak! Kau berani memanggilku seperti itu?! Seharusnya kau berterima kasih padaku karena aku tidak membiarkanmu menjadi kerbau di siang hari. Dan apa yang kau katakan barusan? Foto seorang gadis yang bahkan kau tak mengenalnya? Hei! Sepertinya kau harus menarik ucapanmu kembali. Sekarang turuti permintaanku dan perhatikan wajah ini baik-baik!”

Luhan terus berceloteh dan memberikan ponselnya kembali padaku. Tepat pada ponsel itu terdapat sebuah foto seorang gadis yang tak bisa kupungkiri pesona kecantikannya.

tumblr_mkkdq6LDWl1rwm63no1_250

Tidak, itu bukan kekasihnya! Tentu saja bukan Minri! Tapi aku merasa tidak asing dengan wajah itu. Aku memiringkan kepalaku mencoba mengenali pemilik wajah tersebut.

“Bagaimana, Oh Sehun? Kau mengenalinya?”

Aku menyahutinya masih dengan tatapan yang terpaku pada gambar di ponsel pria itu. “Tunggu… jangan kau beritahu! Aku ingin memastikannya sendiri.”

Luhan mengangkat bahunya acuh. “Okay, kuberi kau waktu lima menit untuk mengenalinya lebih dalam lagi.”

Namun belum sampai lima menit waktu berjalan, aku sudah menemukan jawabannya.

“Aku ingat siapa gadis ini. Dia adalah Choi Minji! Aku benar, bukan?”

Luhan mengangguk mantap menyetujui jawabanku. Aku tersenyum penuh arti dan kembali menatap foto gadis itu. Tidak berubah… tetap cantik dan sama seperti pertama kali ketika aku melihatnya. Tetapi aku kembali teringat sesuatu.

“Lalu untuk apa kau menunjukkan foto Minji padaku? Apa maksud hyung sebenarnya?”

Luhan tersenyum misterius. “Aku tahu kau masih mengharapkan gadis itu. Kau mau kubantu untuk mendekatinya?”

Aku terkejut mendengar penjelasan Luhan yang meluncur begitu saja. Sungguh aku tidak mengerti dengan jalan pikirannya saat ini. Apa dia ingin aku mati untuk kedua kalinya ketika mencoba untuk mendekati gadis dingin itu?

Hyung, apa kau gila?! Kau ingin aku dimangsa Minho sunbae-nim untuk kedua kalinya?”

Luhan tertawa mendengar penolakanku yang terkesan sangat berharap untuk menerima penawaran manis itu.

“Tidak untuk kali ini. Aku sudah memikirkannya secara matang dengan Minri tentang masalah ini. Lagipula, Minho sunbae-nim tidak sekejam dulu. Well, kedua adik kembarnya saat ini sudah dewasa dan pasti pria itu akan memberikan kesempatan untuk mereka berdua. Kau tidak lihat bagaimana aku dan Minri saat ini? Baik-baik saja, bukan? Tenanglah, untuk kali ini percayalah padaku.”

Aku menatap pria itu ragu. “Kau yakin, hyung?!”

Luhan menaikkan sebelah alisnya menantang. “Kau meragukanku?”

Aku menggeleng dengan senyuman bahagia terpampang jelas di wajahku. “Tidak. Aku tidak pernah meragukanmu sekalipun dan terima kasih.”

***

Ayo berangkat!

Pesan yang sangat singkat itu seolah memberiku kode agar aku segera keluar dari sarangku. Sebelum benar-benar keluar, aku memastikan penampilanku sangat baik hari ini.

Kau terlihat sangat tampan, Oh Sehun.

Dengan paduan kemeja dan sweater berwarna cokelat yang membalut tubuh proporsiku ditambah dengan senyuman penuh percaya diri, membuat penampilanku semakin terlihat sempurna saat ini. Semoga Minji bisa terpesona padaku.

Sesampainya di ruang tengah, aku mendapati Baekhyun, Chanyeol, Jongin, dan Kyungsoo sedang menonton televisi bersama. Baekhyun yang tidak sengaja melihatku melintasi ruang tengah, bertanya heran.

“Hei, maknae! Kau ingin pergi kemana? Rapi sekali.”

“Tentu saja pergi berkencan. Aku benar ‘kan, Sehunnie?” timpal Chanyeol seraya mengerlingkan sebelah matanya mencoba menggodaku.

“Kau mau berkencan dengan siapa? Dengan gadis dingin itu lagi? Hei! Kau tidak ingat insiden tahun lalu?”

Saat ini Jonginlah yang berkomentar. Aku sedikit bergidik ngeri ketika mendengar ucapan Jongin barusan. Namun lagi-lagi belum sampai aku menjawab pertanyaan yang dilontarkannya padaku, seseorang telah menimpalinya kembali.

“Sudahlah, Jongin. Seharusnya kau tidak menakut-nakutinya seperti itu. Sehunnie, fighting!

Kyungsoo mengangkat kedua tangannya seolah sedang menyemangatiku. Aku tersenyum menanggapinya.

“Terimakasih. Doakan adik kecilmu ini, ya. Aku pergi dulu.”

Setelah mengatakan hal itu, aku segera berlari keluar dorm dan pergi ke tempat dimana aku membuat janji dengan Luhan hyung.

***

“Kau tunggu disini. Dan kau baru boleh menghampiriku ketika aku sudah memberikan kode padamu. Paham, maknae?”

Luhan memberi titahnya padaku. Aku hanya memutar bola mataku malas. Oh ayolah, pria itu sudah mengatakannya puluhan kali sejak kita masih di perjalanan tadi. Dan kau tahu apa yang membuatku kesal saat ini? Ia tidak berhenti memanggilku dengan sebutan maknae. Hei! Aku sudah berumur 22 tahun dan dia masih menganggapku seperti anak kecil?!

“Diam kuanggap jawabanmu iya. Baiklah aku pergi dulu.”

Luhan berlalu begitu saja dan berjalan menghampiri kedua gadis kembar yang tidak begitu identik sama sekali itu. Aku bisa melihat reaksi Minji –yang terkesan seperti sedang dibully oleh saudara kembarnya– dari luar toilet pria ini. Dapat kusimpulkan jika gadis itu sebenarnya tidak ingin datang kesini. Melihat itu, aku menjadi merasa minder kembali.

Apa gadis itu akan menolakku seperti setahun yang lalu?

Oh ralat, sebenarnya Minji tidak tahu jika aku sedang mencoba mendekatinya waktu itu karena aku gugup. Bukannya mencoba untuk mendekati gadis itu, aku malah mengatakan hal itu secara gamblang pada Minho sunbae-nim jika aku sedang menaruh hati pada adik kesayangannya itu. Baiklah, untuk kelanjutan ceritanya kau bisa menebaknya sendiri, bukan?

Retina mataku masih saja memandang pada fokus awalku. Tak lama kemudian, aku bisa melihat Luhan sedang memberiku kode untuk segera menghampirinya. Aku menurutinya dan berjalan pelan menghampiri mereka bertiga. Apa kau tahu? Saat ini aku sedang bersusah payah untuk mengatur nafas dan detak jantungku. Padahal selama ini jika aku dekat gadis lain selain Minji, aku tidak merasakan sensasi ini. Apa aku benar-benar sedang menaruh hati padanya?

Tak butuh waktu lama aku sudah berada tepat di belakang Minji berdiri sekarang. Aku sempat tertawa kecil melihat Minji sedang menghentakkan kaki dan mengacak rambutnya kesal, mungkin Minri menggodanya lagi kali ini. Dapat kulihat Minri mengulurkan tangannya dan menyisir lembut surai Minji dengan tangan kanannya.

“Jangan mengacak rambutmu sendiri. Jika kau tidak ingin terlihat buruk dimatanya, tolong turuti permintaan kami sekali ini saja.”

Ia terdiam mendengar ucapan Minri barusan, kuyakin saat ini ia sedang bingung dengan ucapan kedua pasangan berisik itu.

Oppa… eonnie… cepat katakan padaku. Apa tujuan kalian membawaku kesini?”

Sempat terjadi keheningan sejenak sebelum Luhan membuka suara.

“Jika kau ingin tahu apa tujuan kami, lihat ke arah belakangmu sekarang juga.”

Aku sempat terhenyak mendengar ucapan pria itu. Apakah ini saatnya? Oh Sehun beri kesan baik dimatanya saat ini. Kau tidak boleh gugup. Ayo, kau pasti bisa.

Seperti yang kuduga sebelumnya, gadis itu nampak terkejut melihatku.

“Minji sayang, kau tidak sedang bermimpi. Dia ada didepanmu saat ini. Dia nyata. Dia adalah Oh Sehun.”

Gadis itu memutar tubuhnya kembali menghadapku tak lama setelah ucapan itu terdengar. Aku menunjukkan senyum termanisku padanya. Dan entah karena ia terlalu polos atau gugup, gadis itu membalas senyumanku dengan kikuk.

Annyeonghaseyo. Jeoneun Oh Sehun imnida. Bangapseumnida.”

Aku tidak menyangka sebelumnya jika aku bisa lancar memperkenalkan diri seperti ini dihadapan gadis idamanku.

A-anyeonghaseyo. Jeo-jeoneun-…”

Bicaralah yang jelas, Ji-ya. Aku malu melihatmu bertingkah seperti itu.”

Heol… bahkan disaat seperti inipun Minri masih bisa menggoda adik bungsunya itu. Dasar gadis usil.

YAAK! Kenapa kau sangat menyebalkan, eonnie.”

“Choi Minji. Benarkah itu namamu? Nama yang cantik seperti pemiliknya.”

Aku tidak tahu kenapa ucapan itu bisa terlontar tanpa bisa kukendalikan sebelumnya. Mungkin itu sebuah perkataan jujur. Well, tidak ada salahnya bukan aku mencoba menggoda gadis itu? Lagipula jika kami sudah resmi menjadi sepasang kekasih nanti, aku akan menggodanya lebih dari ini. Bersiaplah gadisku sayang…

Aku tersenyum melihat rona wajah yang menghiasi pipi Minji sekarang. Hei! Secepat itukah responnya? Tapi aku tidak peduli, toh meskipun pipinya memerah sekalipun, gadisku masih tetap terlihat cantik.

Saranghae, Choi Minji…

–FIN–

Yee… aku ngaret ya? kkk~ maafkan aku… 🙂

Aku lagi block idea nih, makanya ngaret… 😥

Ada yang nunggu kelanjutan series ini nggak? Semoga kalian suka dan nggak mengecewakan, ya… ^^

Soalnya aku pikir ini terlalu terkesan… maksa (lagi) 😀

Eum… Mungkin segitu aja dariku…

Big thanks and see ya~

Regards,

–BaekMinJi93–

Iklan

2 thoughts on “[Ficlet] Who Are You? (Sehun’s Side)

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s