[Drabble – Ficlet] UFO Catcher

ufo catcher cover

—–

—–

UFO CATCHER

—–

~ BaekMinJi93 Present ~

—–

Comedy – Fluff – Marriage Life – Romance

—–

‘Drabble’ lil bit ‘Ficlet’ | General

—–

Oh Se Hun (EXO) – Choi Min Ji (OC)

—–

This story purely mine… Jika ada kesamaan cerita itu merupakan unsur ketidaksengajaan. Don’t be a plagiarism, guys ^^

—–

Dasar UFO Catcher terkutuk!!

—–

Hunnie, ayo kita ke arcade sekarang.”

Rengekan itu terus kudengar sejak aku merebahkan tubuh di singgasanaku satu jam yang lalu dan jujur saja itu sedikit berisik untukku.

Minnie, ini sudah malam. Aku janji akan mengajakmu ke arcade besok siang,” tuturku selembut mungkin.

“Tidak. Aku inginnya pergi sekarang juga bukan besok. Ayo kita pergi kesana.”

Dasar gadis keras kepala!

“Tapi ini sudah malam, Minnie. Lagipula kenapa kau sangat ingin pergi kesana? Apa kau masih ingin bermain hockey?”

Gadis itu menggeleng cepat, “Tidak.”

Kedua alisku secara otomatis mengerut mendengar jawabannya barusan. Hei… bukankah itu permainan favoritnya diantara sekian banyaknya permainan di arcade?

“Lalu apa?”

Senyuman gummy mulai terukir di bibir manisnya. Oh tidak, sepertinya ini tidak akan menjadi hal yang menarik.

“Aku ingin kau bermain UFO Catcher dan mendapatkan boneka beruang putih yang besar untukku dan si kecil.”

Hfft… lagi-lagi gadis ini membawa si kecil sebagai senjatanya.

“Bukankah kau sudah mempunyai ratusan boneka yang serupa di lemari? Apa kau masih ingin menambah lagi dan membuat apartemen kecil kita ini menjadi tambah sesak?” balasku kesal dan sedikit menyentaknya.

Sungguh aku kesal, aku lelah dan aku ingin tidur dengan tenang setelah melewati berbagai kegiatan seharian ini. Tiba-tiba pandanganku menangkap sosok gadisku itu menundukkan kepalanya dalam dan rasa bersalah didalam diriku itupun muncul ketika kudengar sebuah isakan kecil yang keluar dari bibirnya. Secara otomatis aku merengkuhnya ke dalam pelukanku dan mengusap surainya lembut.

Kutahan berbagai pertanyaan yang mulai bersarang dibenakku dan memilih untuk menunggunya mengeluarkan suaranya terlebih dahulu. Tiba-tiba sebuah pukulan ditujukannya padaku. Ah… sepertinya ini akan dimulai.

“Kenapa kau membentakku, eoh?! Lepaskan aku dan tidurlah diluar! Aku tidak ingin tidur seranjang denganmu sebelum kau mau memberikan boneka itu padaku.”

Aku membulatkan mataku tak percaya. “Ka-kau bercanda kan, Minnie?”

“Tidak. Aku tidak bercanda. Cepat keluar! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!”

Yak! Apa maksudmu? Kau tidak ingin melihat wajahku lagi? Apa kau ingin pergi meninggalkanku?”

“YA!” sahutnya yakin.

Mendengar jawabannya yang terdengar sangat yakin itu, aku mengacak rambutku frustasi. “Tapi ini sudah pukul 1 malam dan kau masih memaksaku untuk pergi ke arcade sekarang? Oh… aku punya ide. Kau peluk saja salah satu dari koleksi bonekamu itu, mencoba membujuk si kecil dan memintanya untuk menunggu sampai besok pagi.”

Okay… ini mungkin terdengar sangat konyol.

“Kau gila?! Ah… sudahlah cepat keluar dan jangan pernah kembali sebelum kau mau pergi ke arcade sekarang juga!!”

Entah kekuatan yang didapat darimana, gadis kecilku itu bisa membawaku keluar dari kamar kami dan mengunci pintunya segera. Aku mengetuk pintunya berkali-kali dan mencoba memberi berbagai bujukan padanya.

Minnie… aku lelah. Izinkan aku tidur bersamamu.”

Minnie… disini dingin. Kau tega melihatku mati membeku disini?”

Minnie… cobalah untuk membujuk si kecil agar bersabar menunggu sampai besok pagi. Si kecil pasti akan mengerti dengan kondisi ayahnya sekarang.”

Keadaan masih sama. Tidak berubah. Tidak ada suara kunci yang diputar. Dan sialnya, Minji masih bersikukuh dengan sifat keras kepalanya itu.

“MINJI!!!” teriakku frustasi.

Aku tidak tahu harus memberi penjelasan yang lebih masuk akal daripada ini untuknya. Siapapun tolong bantu aku. Kumohon…

Okay… baiklah. Aku akan pergi ke arcade sekarang juga. Tapi… apa kau tega melihatku menyetir sendirian dalam keadaan-…”

Tiba-tiba pintu terbuka dan sebuah tangan terulur membawa sebuah jaket berwarna coklat susu. Itu jaketku. Tubuhku membeku seketika ketika mendengar sebuah rentetan pernyataan yang Minji berikan padaku di balik pintu.

“Ini jaketmu. Cepat pergi sebelum aku benar-benar mengunci apartemen ini dan tidak akan membiarkanmu masuk ke dalam selamanya.”

Posisiku tetap sama sebelum akhirnya aku tersadar dan meraih jaket itu. Dengan berat hati, aku melangkahkan kakiku menuju pintu. “Baiklah. Aku pergi.”

Namun belum sampai tiga langkah aku berjalan, lagi-lagi teriakan istri childisku itu tertangkap indera pendengarku.

“JANGAN PERNAH BERANI KEMBALI PULANG, SEBELUM KAU MENDAPATKAN BONEKA ITU, HUNNIE!!!”

Dan tepat setelah itu, aku mendengar suara pintu kamarku tertutup dengan keras. Arrgghh… sial! Ini semua karena UFO Catcher terkutuk itu! Kini nyawaku bergantung pada adanya UFO Catcher itu. Dengan langkah kesal, aku melanjutkan perjalananku yang sempat tertunda.

Namun lagi-lagi langkahku kembali terhenti. Satu pertanyaan hinggap di benakku dan jujur saja itu membuatku bergidik ngeri mengingatnya. Pertanyaan itu adalah…

APAKAH ADA STAND ARCADE YANG BUKA DI WAKTU TENGAH MALAM SEPERTI INI??!!

–FIN–

Whooaa... I'm back with JiHun story again.... ^^
Tenang aja kali ini, aku bawa mereka kembali lagi nge-fluffy seperti sebelumnya kok...
Tapi, seperti yang pernah aku bilang sebelumnya, cerita ini nggak ada hubungannya sedikitpun sama "Coffee Shop"
Mungkin segitu aja dariku, aku bingung mau ngomong apa lagi...

Note : Oh ya... kalo ada waktu kunjungin wp pribadi ku, ya ---> My Collection Diary...
Aku kesepian disana... kkk~
Oh... satu lagi... follow twitter sama IG ku...
Twitter : @Bellabetrixiana -- IG : BeBetrixiana
Mention to follback... aku tunggu ya~

Thank you and See ya ~

Regards,

-- BaekMinJi93 --
Iklan

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s