[Ficlet] Bedroom Castle

Bedroom castle

—–

—–

BEDROOM CASTLE

—–

~ BaekMinJi93 Present ~

—–

Comedy – Fluff – Marriage Life – Romance

—–

Ficlet | General

—–

Oh Se Hun (EXO) – Choi Min Ji (OC)

—–

This story purely mine… Jika ada kesamaan cerita itu merupakan unsur ketidaksengajaan. Don’t be a plagiarism, guys ^^

—–

>> UFO Catcher <<

—–

Kau tidak boleh kalah lagi darinya, Oh Sehun…
Kau pasti bisa…

—–

Whoa… kamar ini sungguh seperti istana peri. Kupikir puteri kecil kita akan menyukainya nanti.”

Kedua sudut bibirku mengembang ketika mendengar decakan kagum yang dilontarkan oleh gadis cantik disampingku ini. Kurengkuh tubuh kecilnya dari belakang dan mengecup bahunya sekilas.

“Ya, kau benar. Puteri kecil kita nanti akan bangga pada kita nantinya, karena dia akan diperlakukan seperti seorang puteri cantik oleh kedua orang tuanya,” sahutku lembut seraya mengusap kecil perut gadisku yang kian hari kian membesar itu.

Kini netraku mulai mengedar ke setiap penjuru ruangan berukuran 7mx5m ini. Pertama, di sudut kanan kamar, aku mendapati sebuah keranjang tidur bayi yang berbentuk seperti kereta kencana dan di sudut sebaliknya, aku mendapati sebuah tempat tidur dengan model bunk bed yang di desain persis seperti sebuah kastil yang ada di negeri dongeng. Terdengar sangat manis, bukan?

Kumohon jangan bertanya siapa yang memiliki usul desain seperti ini karena kurasa kau sudah tahu siapa pelakunya. Semenjak si kecil dinyatakan berjenis kelamin perempuan nantinya, Minji terus saja mengoceh untuk dibuatkan desain kamar dengan tema negeri dongeng di apartemen. Berbagai alasanpun keluar dari bibir kecilnya, seperti,

“Aku ingin putri kecil kita cantik dan anggun seperti karakter Princess yang ada di film Disney,”

 

“Kau tahu sendiri bukan, aku takut jika putri kecil kita akan salah memilih pergaulan. Aku ingin dia terus berada di dalam rumah, Hunnie dan merasa nyaman dengan singgasana kecilnya.”

 

Dan berbagai alasan lainnya.

Well, kau sendiri tahu kelemahan terbesarku kan? Jika gadisku sudah berkata seperti itu, mau tak mau aku harus menurutinya karena jika tidak… Ah… mungkin kau sudah tahu apa maksudku.

Senyumku terus mengembang saat ini. Bayangan manis tentang hidup kita bertiga di masa depan mulai berkeliaran di benakku. Oh… mungkin hal itu akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagiku nantinya.

Disaat aku mulai terhanyut dengan mimpi-mimpi kecilku, kudengar Minji kembali berceletuk pelan namun dapat membuatku menghela napas kasar untuk kesekian kalinya.

“Melihat indahnya kamar si kecil, aku jadi ingin merasakan bagaimana nyamannya tidur seolah-olah menjadi seorang putri raja.”

“Apa maksudmu?,” Kulepas pelukanku seketika dan berujar dengan nada tidak suka. Oh tidak, gadis ini memulainya lagi.

 

Well… tanpa aku mengatakannya, sepertinya kau sudah tahu apa maksudku, Bubble boy,” sahutnya seraya memutar bola matanya malas.

Minji memutar tubuhnya menghadapku. Beberapa detik yang lalu, gadis itu bersikap seolah sudah jengah dengan pertanyaanku, namun kini kepalanya tertunduk dalam.

“Kau tahu sendiri bukan, sejak kecil aku selalu ingin mempunyai kamar dengan desain seperti ini? Dan aku ingin sekali untuk-…”

“Biarkan aku menemanimu tidur disini, Minnie,” potongku cepat dan ada nada memohon didalamnya.

Reaksi Minji tetap sama seperti sebelumnya, menggeleng pelan.

No! Tempat tidur si kecil sangat sempit dan jika kau tidur bersamaku, udaranya akan terasa pengap. Tidak, aku tidak mau!” tolaknya mentah-mentah.

Kuhela napasku kasar untuk kesekian kalinya karena masalah ini. “Lalu kau akan membiarkanku tidur sendiri seperti orang yang sangat kesepian. Oh tidak… itu sangat menyedihkan, Alexa.”

Gadis itu terlihat mengerucutkan bibirnya, “Hei… kau berlebihan, Bubble.”

“Sudah kubilang jangan memanggilku “Bubble”. Aku bukan gelembung, Alexa,” protesku tidak terima dengan panggilan yang diberikan Minji padaku barusan. Hell… dia pikir tubuhku gendut seperti gelembung?

“Lalu bagaimana denganmu? Kau memanggilku “Alexa”, sedangkan kau tahu sendiri jika aku sangatlah anti dengan nama itu,” balasnya kejam.

Lagi-lagi aku hanya bisa menghela napasku saja mendengar balasan telak yang diberikan gadis itu padaku.

“Baiklah. Lupakan hal tidak penting ini.”

Selama beberapa menit berlalu, aku maupun Minji tidak bersuara sedikitpun, kami hanya bertukar tatapan kesal –well… meskipun sebenarnya Minji-lah yang melakukan semua itu-. Aku tahu dia kesal dengan sikapku saat ini. Tapi aku ini pria normal, siapa yang tahan jika tidak tidur bersama istrinya selama 3-4 bulan tanpa menyentuhnya sedikitpun? Kurasa hanya orang bodoh yang tidak sependapat denganku.

Kami terus bungkam selama 5 menit dan kemudian sampai akhirnya di menit ke 6, aku mulai berdeham kecil untuk memecahkan suasana.

Hm… Kau masih ingat dengan gosip tentang kakek-kakek gila yang suka mengintip lewat jendela kamar seorang gadis tempo hari lalu?”

“Kau pikir aku peduli dengan gosip murahan seperti itu?” balasnya tenang.

Dapat kulihat jika Minji bergidik kecil mendengar ucapanku barusan. Namun dasar Minji, gadis itu terlampaui pintar untuk menyembunyikan raut wajah ngerinya dihadapanku.

Kau tidak boleh kalah lagi darinya, Oh Sehun. Kau pasti bisa.

 

Ya, aku tidak boleh kalah untuk kedua kalinya oleh sifat jahil gadis manisku.

Aku hanya mengangkat bahuku acuh seakan tidak peduli dengan semua itu. “Yah… Aku tahu kau tidak pernah peduli dengan gosip-gosip murahan seperti itu…”

Sengaja kugantungkan ucapanku dan menatapnya dengan seringaian kecil di wajah tampanku –okay… ini mulai berlebihan-.

“Tapi dengar, aku hanya memperingatkanmu betapa mengerikannya diintip seorang kakek tua ketika kau sedang-…”

“Aku kan bisa berteriak meminta tolong padamu. Lalu kau akan menghajar kakek tua itu dan menyelamatkanku. Selesai,” balasnya riang seolah jawaban itulah yang pas untuk pertanyaanku.

Aku menggelng pelan, “Tidak sesederhana itu, Nyonya Oh. Kau lupa jika kamar si kecil dan kamar utama kedap suara? Aku tidak yakin bisa menyelematkanmu dari kakek itu secepat apa yang kau harapkan.”

MInji membelalakkan matanya, “Kau menyumpahiku agar diintip oleh kakek gila itu?”

Oh… Tentu saja tidak, sayang. Sudah kubilang bukan, aku hanya memperingatkanmu saja. Tidak lebih.”

Kini gadis itu tidak bisa lagi menyembunyikan raut wajah takutnya. Aku mulai menghitung dalam hati.

1…

2…

3…

GREEBB…

 

“Baiklah kau menang kali ini. Ayo kita tidur bersama sekarang.”

Senyum kemenangan terukir lebar di wajahku. “Dengan senang hati, my princess.

Kupersilahkan gadis itu naik keatas ranjang terlebih dahulu, lalu takk lama kemudian aku menyusulnya dan menempatkan diriku berbaring tepat disampingnya.

Minji masih memeluk tubuhku dengan sikap possesive. Dia membenamkan wajahnya kearah dada bidangku dan berbisik pelan.

“Kau boleh saja menang hari ini, tuan Oh. Tapi tenang saja, aku akan membalasmu sesegera mungkin.”

Aku tertawa pelan mendengar bisikannya yang terdengar seperti nada mengancam. Tidak berniat membalas perkataannya, aku hanya mengusap rambut coklat panjangnya sebagai gantinya.

Baiklah, sayang. Dengan begitu aku bisa bersiap-siap untuk menunggu pemabalasanmu, Nyonya Oh.

 

–FIN–

Hohoho... Aku balik lagi setelah hilang jejak di "Remember (Minji Side)"
Ada yang kangen sama aku, nggak??? /plakk... PD banget/

Oke oke, lupakan semua itu...
Balik lagi ke FF. Bedroom Castle ini bisa dibilang sequel dari UFO Catcher. Btw, masih pada ingat FF bulukku si 
UFO Catcher???
Kalo nggak ingat yaudah deh nggak papa, lagipula siapa juga yang peduli sama semua FF abstrak ku... hahaha

Ide ini muncul ketika aku lagi iseng googling simple bunk bed buat kamar tidur yang kecil, dan tadaa... aku nemu kedua 
foto diatas. Pertama kali liat, aku pengen banget dan berandai-andai jika kamarku berubah seperti itu...
Dan ternyata beneran, itu hanyalah imajinasiku belaka. Karena pas aku bilang sama mamaku kalo aku pengen dibuatin
salah satu simple bunk bed seperti gambar-gambar yang disediain mbah Google, mamaku malah bilang gini...

"Dek, kamu itu udah besar, udah SMA. Tempat tidur kaya gitu buat anak kecil aja. Mendingan kalo udah besar dan punya
suami nanti, model bunk bed kaya gitu dibuat anakmu di masa depan aja."

Jujur aja, aku langsung down, kaget, plus nyesek dibilangin kaya gitu. Dan sebenernya aku juga pengen ketawa sih haha..
Secara, umurku masih baru 15 tahun dan mamaku udah bahas tentang masa depan plus tempat tidur buat anak??
Hello... perjalanan belajarku masih jauh, Ma...

Eh... kenapa aku malah curhat kaya gini ya?
Sorry sorry, aku nggak tahu harus berbagi sama siapa lagi atas tercetusnya ide FF GJ ini...
Yang penting, semoga kalian suka ya sama FF abstrak ku ini...

Note : Please, untuk yang nunggu Remember last chapt + sequel nya atau FF I Don't Care About End This Story, 
kumohon jangan tanya kapan di post nya ya...
Soalnya jujur aja, aku lagi kehilangan ide di tengah jalan untuk kedua FF itu...
Tapi aku usahain secepat yang aku bisa... Sekali lagi maafkan aku... /bow/...

Regards,

-- BaekMinJi93 --
Iklan

5 thoughts on “[Ficlet] Bedroom Castle

  1. ya ampuuun… kangen banget sama couple ini 🙂 baca ff sehun yg laen sifatnya dingin mulu, serem. kalo ff kamu kan ngga be hehe 😛

    maap baru liat be.. 😦
    btw kok ga di post di SKF??
    aku pikir bakal di post
    beberapa hari lagi.. gara2 aku
    nanyain mulu ya? maap 😥
    aku janji ga bakal nanyain mulu deh.. 😦 tapi asalkan kalo ff kamu di post, mention aku aja 🙂

    Suka

    1. Jujur ya, sebenarnya aku agak nggak ngerti sama komenan kakak… hahaha
      maksudnya gara-gara kakak nanyain mulu sama aku nggak nge post ff nya, apa hubungannya??? hehehe… /sorry terlalu jujur ya?/
      btw, gimana ff ku yang ini? makin abstrak ya? hahaha

      Suka

      1. masa sih? jadi sedih deh kalo ga ngerti 😥
        yasudahlah jangan dipikirin 😀

        ga abstrak kok, makin koplak. yg satu pengen tidur berdua yg satunya gamauㅋㅋㅋ XD

        aku tunggu karya selanjutnya ya 😀

        Suka

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s