[Ficlet] {Remake} Who Are You? #1

tumblr_lwqvacVKct1qkn22fo1_500

—–

—–

WHO ARE YOU #1

—–
~ BaekMinJi93 Present ~
—–

Starring with :

Oh Sehun (EXO) – Alexa Choi (OC)
Park Chanyeol (EXO) – Aiko Han (OC)
Byun Baekhyun (EXO) – Park Chanmi (OC)
 Xi Luhan – Alicia Choi (OC)
—–
Comedy – Fluff – Romance – School Life
—–

Ficlet | General

—–

Inspired by BoA – Who Are You MV & Lyrics. This story purely mine…

Don’t be plagiarism and Happy Reading ^~^

—–
My heart is running to you…
You’re the tipe of boy I waited for…
You’re like a tangled line, you make me dizzy…
What do I do? Should I hold onto you?
—–

Sosok itu lagi…

Kenapa lagi-lagi napasku harus tercekat ketika sosok itu datang menghampiri pikiranku? Hatiku juga, aku merasa seolah setiap detik aku semakin mendekat dan mengenalnya lebih jauh. Sebenarnya apa yang terjadi dengan diriku saat ini?

Apa yang terjadi dengan hatiku sekarang? Apakah aku harus memeriksanya ke dokter spesialis hati untuk mengetahui penyebabnya? Oh tidak… itu mengerikan. Bisa saja dokter mengatakan jika aku mengalami penyakit komplikasi hati dan hidupku tidak akan bertahan lebih lama lagi. Oh… aku masih terlalu muda untuk merasakan kematian, Ya Tuhan.

Baiklah, mungkin itu terdengar sangat berlebihan.

Tapi sungguh… Kejadian ini membuatku pening tujuh keliling. Aku benci mengakuinya, namun aku harus tetap mengaku padamu agar mungkin kau bisa memberiku solusi atas masalah ini.

Ya, aku berharap lebih padamu untuk saat ini. Kumohon…

***

“Alexa… Ada apa dengan dirimu? Kenapa sekarang kau terlihat sering melamun dan… Hei! Sejak kapan kau menggunakan lipgloss dengan begitu tebal seperti itu? Apa kau sudah mulai gila? Dimana Alexa yang begitu dingin dan yang kukenal dengan baik sebelumnya?”

Seolah menyadari ada yang salah, telapak tanganku secara otomatis mengusap bagian bibir merah mudaku dengan kasar. Namun sialnya, hal itu membuat tawa ketiga orang yang mengaku ada ikatan erat denganku –dua diantaranya adalah sahabatku dan sisanya adalah saudara kembarku yang begitu berisik– meledak hebat seperti bom atom yang khusus dibuat oleh Sekutu untuk diluncurkan dengan gaya begitu indah di kota Hiroshima dan Nagasaki yang begitu bersejarah itu.

“Apakah kau sedang menyukai seseorang?”

Hell… itu hipotesa terburuk yang pernah aku dengar. Aku memutar bola mataku malas untuk menanggapinya.

“Atau kau sedang dibuat resah oleh pemuda tempo hari yang lalu karena chat darimu tidak kunjung dibalasnya?”

Semua perhatian kami bertigapun seketika menatap dengan tatapan yang sulit diartikan. Dua dengan tatapan penasaran dan satu dengan tatapan mematikan.

Oh… itu terdengar begitu menjijikan,” gumamku pada akhirnya yang kompak mereka balas dengan tatapan tak setuju.

Chat dengan seseorang? Siapa itu?”

Aiish… Park Chanmi, kenapa kau begitu berisik?!

“Apakah itu dari seorang pemuda?”

Kau juga, Aiko Han!

“Tentu saja dia seorang pemuda. Kau pikir adikku yang dingin ini penyuka sesama jenis?”

Oh… thanks, Alice. You’re so my beloved annoying twin…

“Apa tidak ada hal yang lebih penting untuk dibicarakan selain hal bodoh seperti ini?!”

Oh dear… Gosip tentang Alexa Choi –si gadis dingin di sekolah– menyukai seorang pemuda lebih penting daripada berita terpenting lainnya.”

Aduh… entah kenapa tiba-tiba aku merasa malu mengakui seorang Park Chanmi sebagai salah satu sahabat terbaikku. Oh God… I’m so sorry.

Ah… sudahlah. Kalian membuat nafsu-…”

“Alexa! Dia datang!” potong Alice tiba-tiba dengan nada yang terdengar begitu memuja.

Seolah mengerti apa yang dimaksudkan oleh saudara kembarku tersebut, arah pandangku seketika mengarah pada sekelompok pemuda yang baru saja memasuki kantin sekolah kami itu. Sebenarnya kelompok pemuda itu terdiri dari 3 orang dan bisa dibilang aku dan teman-temanku mengenal mereka begitu dekat. Bagaimana tidak? Mereka bertiga masing-masing menyandang status sebagai pasangan kekasih dari sekelompok gadis dihadapanku saat ini. Kau tahu mereka? Baiklah, mungkin moodku saat ini sedikit lebih baik daripada biasanya untuk menjelaskan ini semua. Okay, dengarkan aku baik-baik.

Pertama, dimulai dari pasangan dengan sifat kekanakkan yang kental dalam diri mereka. Park Chanmi dan Byun Baekhyun.

Yeah… mereka sama-sama memiliki status anak bungsu di keluarganya, sehingga sama-sama memiliki sifat manja didalam diri mereka. Sama-sama menyukai warna pink dan sama-sama menggilai ice cream rasa strawberry. Pasangan yang terdengar menggelikan dan begitu cocok, kan? Ya, setidaknya aku sedikit menyetujui hal itu.

Kedua, pasangan “The King and Queen Of Drama”. Aiko Han dan Park Chanyeol.

Mungkin kau bertanya kenapa pasangan ini kusebut dengan julukan aneh tersebut, sebenarnya aku juga tidak tahu alasannya yang pasti, tapi menurut gosip yang aku dengar –please, hobiku bukan bergosip ria, okay? – ditambah dengan curahan hati sang narasumber, konflik yang terjadi pada hubungan kedua insan itu selalu bisa dikatakan seperti cerita-cerita yang ada di drama yang sering kau tonton di televisi. Begitu manis dan terkadang akan menguras air mata –bagi yang mempunyai perasaan sensitive–.

Terakhir, pasangan si “Annoying Couple”. Alicia Choi dan Xi Luhan.

Mungkin kau bisa mengatakan jika aku terlalu jahat karena menjuluki pasangan itu dengan sebutan itu, apalagi jika mengingat Alice adalah saudara kembarku sendiri. Setidaknya itu kebenarannya, karena mereka benar-benar terdengar berisik jika sedang bertengkar. Sehingga sering kali aku harus memutar lagu dengan volume yang begitu keras ketika perseteruan itu terjadi di rumahku. Dan jujur, aku merasa terganggu oleh mereka berdua karena hal dari semua penyebab pertengkaran mereka begitu sepele, masalah tempat kencan yang cocok dan manis untuk mereka berdua.

Sedangkan aku?

Entahlah… hanya saja ketika semua orang bertanya mengapa aku lebih senang sendiri dibanding kawan-kawanku yang lain, aku selalu menjawab bahwa aku belum siap merasakan apa arti dari kencan itu, mungkin aku terlalu dingin dengan pemuda sehingga mereka menjadi takut denganku atau mungkin… Aku sedang ingin menikmati masa sendiri dan aku tidak mau menambah beban hidup di masa mudaku.

Setidaknya, ketiga kalimat diatas adalah alasan yang hampir mendekati alasan sifat dinginku. Hampir? Oh ayolah… jangan bertanya kenapa, karena jujur aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya dengan diriku.

Sudah cukup penjelasannya, mari kita kembali ke dunia nyata. Jika aku tidak salah, beberapa saat tadi aku mengatakan jika kelompok pemuda itu awalnya terdiri dari 3 orang. Kau tahu mengapa aku mengatakan kalimat itu dengan sisipan “awalnya”, karena saat ini mereka tidak hanya terdiri dari 3 namun 4 orang. Ya, anggotanya bertambah dan sekali lagi kumohon jangan tanyakan nama pemuda itu padaku, karena aku sendiri juga tidak tahu namanya.

Entah kenapa sejak pemuda-pemuda perusuh itu datang, sesekali lirikanku hanya tertuju pada satu titik dan mungkin aku tidak perlu menjelaskannya lagi karena aku tidak mungkin sudi menerima amukan dari para singa betina karena telah mencoba melirik sang pejantannya. Dan kenapa aku merasakan sensasi itu lagi? Napasku tercekat –aku tidak mempunyai riwayat asthma, percayalah!– dan hatiku serasa diajak untuk mendalami pribadi pemuda asing itu.

Hei! Lihatlah… Alexa sedang melakukan aksi curi-curi pandang dengan siswa baru itu?”

Itu suara Luhan.

Seolah berperan seperti pencuri yang sedang tertangkap basah oleh polisi yang mengejarnya, aku merasa panas yang menyerang pipiku tiba-tiba. Aku menundukkan kepalaku dalam dan bersikap seolah aku sedang sibuk dengan makananku. Hfft… tidak ada pilihan lain.

“Kau tertarik dengannya, Alexa?”

Kali ini Chanyeol yang menyebalkan. Dasar Yoda!

“Ternyata kau bisa menyukai lawan jenis, ya? Kupikir kau ini-…”

TUK!!!

YAK! Kau pikir adikku yang manis ini penyuka sesama jenis?!”

Aku tertawa evil dalam hati mendengar suara ketukan keras disertai omelan khas dari seorang Alicia Choi. Rasakan itu! Dasar Byunnies!

Semua orang yang ada di meja kami pun tertawa melihat tingkah kedua anak aneh itu. Tapi disatu sisi, aku dapat merasakan tatapan tajam dan penuh intimidasi dari pria asing itu. Tapi biarlah, apa salahnya mengamati seseorang, toh aku juga sering berbuat seperti itu. Untuk kali ini, aku akan berpikir positive.

***

Sebenarnya aku sudah lama merasakan sensasi aneh yang baru menyerangku sejak beberapa waktu yang lalu. Tepatnya sejak pemuda asing itu datang. Jujur, siapa sih yang tidak akan tertarik dengan pesona pemuda itu? Postur tubuh tinggi dan proposional, Kulit putih yang cenderung pucat, Hidung mancung dan terakhir tatapan tajam akibat ukiran indah netra khas elangnya yang tercetak jelas di wajahnya dan semua itu membuatnya terlihat semakin tampan dan sempurna.

Sungguh, sepertinya aku harus mengakui sesuatu padamu. DIA BENAR-BENAR SEPERTI TIPE PEMUDA YANG AKU IDAMKAN SELAMA INI.

Ooops, sepertinya aku sudah kelewatan kali ini dan sepertinya juga kau sudah tidak lagi penasaran dengan siapa diriku saat ini. Tapi jika kau masih bersedia mendengar ceritaku hingga selesai, aku juga tidak akan melarangmu. So, keep calm and stay here for enjoy my bored story.

Napasku selalu tercekat dan hatiku serasa diterbangkan ke angkasa ketika berbincang dengannya, yah… meskipun itu hanya perbincangan singkat dan diucapkannya dengan datar dan lurus seperti jalan tol yang hampir tidak ada arah belokannya. Tanpa aku sadari sebelumnya, netraku selalu saja menangkap sosok itu dimana saja dia berada. Aku juga tidak tahu kenapa.

Tapi jujur saja seolah ada badai yang telah menghantamku sehingga tanpa sadar sifat dinginku ikut terhempas bersamanya, aku merasa jika harga diriku… HARGA DIRI SEORANG ALEXA CHOI, ikut menghilang seiring semakin dalamnya aku mengenal pemuda asing itu. Aku mengatakan seperti ini seolah aku mengerti dan paham dengan situasi saat ini yang pada kenyataannya adalah… nope. Aku benci mengakuinya namun aku harus mengakuinya saat ini padamu.

PEMUDA ITU SEPERTI GARIS YANG BARANTAKAN YANG DIGAMBAR OLEH SEORANG BOCAH KEBANYAKAN DAN GARIS ITU SELALU SAJA MEMBUATKU PUSING MEMIKIRKAN MAKNA DARI TERCIPTANYA GARIS ANEH TERSEBUT.

Seperti hari ini…

“Alexa, jika kau sudah selesai dengan semua tugasmu, ibu minta tolong padamu agar kau mau membelikan sekantong gula di minimarket.”

Aku meletakan pensilku dengan sedikit kesal. “Bukankah ibu bisa meminta tolong pada Alice untuk melakukannya? Aku harus belajar untuk persiapan ujian besok, ibu.”

Ibuku yang saat ini sedang berdiri didepan pintu kamarku tersenyum tipis dan menggeleng pelan. “Tidak bisa, sayang. Alice sedang bersama Luhan di bawah dan ibu tidak ingin menganggu pasangan yang sedang berlovey-dovey itu. Ibu mohon ya?”

Dengan sekali helaan napas kasar, aku segera beranjak dari dudukku dan mengambil hoodieku untuk bersiap pergi ke minimarket. Disaat aku mulai menapakkan kedua kakiku di ruangan yang kukenal sebagai ruang tamu itu, entah kenapa rasa usil untuk bermain dengan pasangan yang saat ini sedang asyik… Hei! Bisa-bisanya mereka asyik berciuman didepan mataku seperti itu!

“Ya… lanjutkan saja persiapan kontes berciuman kalian, karena itu lebih menyenangkan daripada disuruh ibu untuk pergi ke minimarket di malam hari seperti ini.”

Terkejut dengan sindiranku barusan, kedua pasangan itu segera melepaskan tautannya dan mereka sedikit terlihat salah tingkah. Namun apa peduliku?

Sesekali aku mengeratkan hoodieku akibat ulah cuaca musim dingin tahun ini. Kakiku terasa sedikit membeku akibat melangkah menuju minimarket yang jaraknya sekitar setengah kilometer dari kompleks perumahanku. Sesekali aku merutuki diriku sendiri karena tidak memakai penutup telinga di tengah dinginnya salju di malam hari.

Sebentar lagi, Alexa. Sebentar lagi.

Ya, pada akhirnya aku sampai juga di tempat tujuan. Namun baru saja aku menyentuh kenop pintu minimarket, sebuah suara berat memanggil namaku. Dengan sedikit malas, aku berbalik dan mendapati sebuah sosok yang telah menyita isi pikiranku akhir-akhir ini.

Kenapa bisa dia ada disini?

Senyum tipis terukir di bibir yang kuyakin saat ini hampir membeku. Sosok asing itu mengambil langkah menghampiriku, entah kenapa aku merasa sedikit gemetar secara tiba-tiba. Tapi aku tidak tahu kenapa. Oh sensasi itu…

“Apakah kau sedang menyukai seseorang?”

Entah kenapa pertanyaan tersebut tiba-tiba tercetak di benakku saat ini. Sebenarnya apa yang terjadi denganku? Kenapa sensasi ini kembali terulang untuk kesekian kalinya? Sebenarnya ada apa dengan diriku? Apa benar aku menyukai seseorang dan seseorang itu adalah… PEMUDA ASING ITU?!

Oh… Alexa Choi kau terlalu cepat dalam mengambil keputusan. Tidak mungkin seperti itu.

Apakah jika aku pergi dari sini, akankah sensasi ini akan kembali lenyap? Ya sepertinya…

Tapi bagaimana jika aku pergi jauh, pemuda asing itu akan menghilang dan jujur, aku takut kehilangan dirinya.

Ibu, apa yang harus kulakukan?! Apa aku harus memegangnya agar dia tidak bisa berpisah lagi denganku?!

Baiklah… ini terdengar sangat melankolis dan aku akan menjadi Chanyeol atau Aiko yang kedua jika bersikap seperti ini. Oh kenapa ini terlihat sangat menjijikan?!

Tapi sungguh aku butuh bantuanmu…

Haruskah aku kembali pulang dan melepasnya atau aku tetap disini bersama sensasi yang begitu menyiksaku?

Kumohon bantu aku, kawan…

 

— To Be Continue —

Apa ini?
Kemarin katanya mau hiatus sampe Desember, tapi apa-apaan ini? Bawa "Ficlet" tiba-tiba pake akhiran TBC lagi... -__-
Hehe... aku akan ngaku sekarang...
Beberapa hari yang lalu, aku iseng baca Who Are You? (Minji side + Sehun side) dan tiba-tiba aku ngerasa jika itu gagal
total dan nggak serasi banget sama arti lirik lagunya /emang ini pas sama lirik lagunya? Hello.../
Akhirnya tiba-tiba aku merasa gatel buat nulis remake nya, jadilah kaya gini....
Semoga nggak membosankan yaa... dan semoga juga pas sama lirik lagunya hehehe...

NB : Aku muncu tiba-tiba kaya gini bukan berarti masa hiatusku berakhir yaa... ^^

Yaudah deh, segitu aja dariku... sampai jumpa di part depan...
See yaa... 

Big hug and Warm regards,

--- BaekMinJi93 ---
Iklan

6 thoughts on “[Ficlet] {Remake} Who Are You? #1

  1. ceritanya bagus kok.. tapi kok banyak yg komen begitu??
    aku pikir bakal banyak yg komen :/
    ceritanya bagus banget kok… serius!

    kan inti ceritanya itu si alexa suka sama sehun, cumaa.. dia gamau ngaku karna harga dirinya gitu deeh.. reader yg lain tuh mikirnya gimana coba?? lagian ini songfic kok :/
    aku jadi kesel.. mian *bow*

    yg bikin cerita ini menarik bagi aku tuh mereka punya pasangan & karakter pasangannya sama pula :))

    kayanya si sehun itu sifatnya sama kaya alexa yah? dingin+berharga diri tinggi #eaaaak *sok tau* 😀

    oiya, btw kan ini ff remake-an. ff yg mana ya? aku dah pernah baca belom? aku agak sedikit lupa nih hihi 😀

    trussssss… kan aku mau bbman sama kamu, be. cumaaaaan… kamunya jarang aktif yaaak

    Suka

    1. Sebelumnya makasih buat semangatnya, kak 😊
      Entahlahh, mungkin reader lain mikirnya Alexa terlalu mbulet ngomongnya padahal intinya dia suka sama si pemuda asing itu hehehe
      Sebenernya aku bikin karakter si Sehun+Chanyeol+Baekhyun lancar lancar aja, tapi pas ketemu sama si Luhan, aku bingung mau bikin nama pasangannya apa. Yaufah deh karena si Alice karakternya terlalu Annoying, jadi ya gitu deh…
      Jiah, karakternya si sehun udah ketebak yaa?? Hehe…
      Ini ff remake Who Are You? (Minji+Sehun side) yang seriesnya Because Kissing Scene Rumour. Inget gak?
      Oh ya, btw aku belum beli paketan hehe, mungkin minggu depan atau bahkan molor lagi soalnya uangnya belum mau kekumpul hahaha… Jadi ditunggu yaa 😊

      Suka

  2. padahal manurut aku judulnya udah menarik.
    sekali sekali coba di protek. pengen tau aku gimana reaksi yg lain.

    iya aku tunggu bbm kamu aktif (y)

    Suka

    1. Emang kalo di protek, bakal jamin kalo banyak yang penasaran gak kak?
      Aku takut malah dibilang sok-sok an padahal kan ceritaku cuma gitu-gitu aja, gak ada nc kaya yang lain yang butuh password…

      Suka

  3. abis aku kesel! mereka tuh kaya gak ngehargain kamu banget :/
    padahal kalo mereka udah kenal kamu ga bakalan rugi kok.. kamu author yg ramah. serius loh, aku lagi ga bohong.

    cerita kamu bagus, be… bukan cuma gitu2 aja. pede dikit coba. coba author note kamu lebih tegas. biar mereka kasih feedback kayak yg ada di ff author2 lain. mereka tuh jadi ngeremehin cerita kamu, karna a/n kamu terlalu lembut & ramah. agak tegesin yaa.. itu saran aku. bukannya aku sok ngatur ya, be.. aku sayang sama cerita kamu, dan aku udah nganggep kamu adek aku 🙂

    udah kayanya segitu aja deh. walaupun masih banyak yg pengen aku omongin lagi. kamu sih.. bbmnya belom aktif, kita jadi ga bisa chatting

    Suka

    1. Komenan kakak yang di paragraf pertama, aku baca berulang-ulang dan itu bikin aku malu sendiri… Hehehe, aku jujur loh kak…
      Sebenernya aku juga sedikit kesel sih liat komen mereka yang dikit dan terkesan… Yah begitulah. Tapi aku coba pendem demi jaga mereka tetep baca ff ku, tapi well… Entah kenapa semakin hari semakin berkurang komenannya dan jujur itu bikin aku sedih.
      Btw, gimana contohnya a/n yang teges itu? Kupikir yang announ tentang hiatusku kemarin udah sedikit pedes dan aku takut bikin mereka kecewa…
      Makasih semangatnya, ayo kita chatting sekarang. Aku udah paketan loh… Haha

      Suka

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s