[Drabble] {Special Valentine Projects} – #1 GFriend Vers.

tumblr_mi6vubz2fQ1qc4uvwo1_500.gif

(Valentine Projects Series)

#1 GFriend Ver.
—–
~ BaekMinJi93 Present ~
—–

Starring with :

GFriend’s  Yerin  – SM Rookies’ Kun
GFriend’s  Yuju – Seventeen’s Dokyeom
GFriend’s Eunha – SM Rookies’ Jaehyun
—–
Fluff – Romance – School Life
—–

Drabble | General

—–

Inspired by GFriend – Neverland lyrics. This story purely mine…

Don’t be plagiarism and Happy Reading ^~^

— Jangan lupa untuk membaca A/N —

—–
Everyone has a great desire to express love,
but sometimes not all easily express the love to someone their love
—–

 

[Yerin]

tumblr_m8t8igZmdt1rxq5upo1_500

Will you be with me?

Even your smallest expressions and words are lovable

 

Semua ini terasa membingungkan bagi seorang Jung Yerin.

Bagaimana tidak? Semua teman-temannya mengatakan jika Qian Kun –murid baru asal China itu– telah menyimpan sebuah perasaan yang berarti padanya. Yap, tanpa aku menjelaskannya lagi padamu, kau pasti sudah tahu apa maksudku, bukan?

Tapi Yerin selalu mencoba mengelak dan mengatakan jika Kun hanya menganggapnya sebagai teman satu bangkunya saja, tidak lebih. Namun tetap saja semua temannya tidak mudah percaya dengan perkataannya begitu saja.

“Sudahlah. Dia hanya kuanggap sebagai teman sebangku ku saja, tidak lebih. Percayalah,” ujar Yerin suatu hari pada salah satu temannya, Choi Yuna.

“Tapi, unnie. Tatapan matanya selalu bersinar saat bersamamu dan perlakuan yang diberikannya untukmu juga berbeda dengan apa yang dilakukannya bersama teman-teman lain.”

“Apa yang berbeda? Nada bicaranya juga dingin seperti biasanya saat berbicara denganku.”

Percakapan itu akan terus dipenuhi dengan berbagai argumen jika tidak dihentikan oleh sebuah panggilan yang ditujukan pada salah satu diantara mereka berdua. Dan pelaku itu tak lain dan tak bukan adalah pemuda bernama Kun itu yang meminta Yerin untuk pergi dengannya akhir pekan nanti.

“Aku akan menjemputmu pukul 7 malam,” ucap pemuda itu tepat pada intinya seraya segera pergi dari hadapan kedua gadis yang masih belum bisa mencerna apa yang mereka dengar barusan.

Seolah mendapat hadiah sekantung permen manis dari ibunya, Yuna berseru histeris seakan tidak peduli dengan atensi semua orang yang kini telah mengarah padanya dan juga Yerin. “Seperti itukah yang kau sebut dengan perlakuan baik antar teman sebangku? Hell… dia menyukaimu, unnie. Percayalah padaku.”

Sungguh, Yerin sangat bosan mendengar semua ini dan dia juga sangat benci dengan beberapa perlakuan aneh –tapi manis itu– yang diberikan oleh Kun akhir-akhir ini. Karena semua yang dialaminya akhir-akhir ini memberikan sebuah tanda jika ia harus menata kembali perasaannya yang beberapa tahun sebelumnya telah hancur berkeping-keping karena hal serupa.

Oh… Yerin yang malang…

 

[Yuju]

177472-I-Can-t-Wait-To-Kiss-You.jpg

Kiss me baby, it’s the moment I’ve waited for

Whoever sees us, I don’t care

 

Happy 2nd anniversary, Yuna-ya.”

Seorang pemuda bertingkah ceria dihadapan seorang gadis berponi rata itu, tak lupa kedua tangannya kini telah menggenggam erat sebuket bunga lili putih. Namun alih-alih menerima uluran buket bunga itu, gadis bernama lengkap Choi Yuna itu malah sibuk dengan kecamuk didalam hatinya.

“Tidakkah kau merasa bosan saat hubunganmu bersamanya hanyalah diisi dengan cara datar seperti itu?”

“Kau bisa memintanya untuk melakukan ‘itu’ padamu, Yuna-ya. Bukankah hal itu termasuk dalam kategori wajar untuk sepasang kekasih?”

Dan berbagai camukan masalah lainnya.

Ekspresi gadis itu akan terus saja seperti itu, kalau saja Seokmin –kekasih Yuna– tidak memanggil namanya dan berkat panggilan itu, kini Yuna kembali tersadar dari lamunannya. Gadis itu menjadi salah tingkah, namun siapa sangka jika hal yang dianggap bodoh oleh semua orang itu malah menjadi hal terimut yang pernah Seokmin lihat seumur hidupnya.

Dengan kekehan kecil, Seokmin kembali mengulurkan buket bunga lili putih itu pada sang kekasih. “Happy anniversary, Yuna-ya.”

Yuna tersenyum tipis dan menerima buket bunga itu, “Terima kasih.”

Dan keadaan kembali hening seperti sebelumnya, padahal jika diingat kedua sejoli ini tidak pernah berhenti bercanda ketika bersama di hari-hari biasa. Merasa ada yang aneh dengan raut wajah sang kekasih, Seokmin mengangkat dagu Yuna untuk bertatapan dengannya.

“Ada apa?” tanyanya lembut.

Eung…” Yuna terlihat bingung harus memulai pembicaraan ini darimana. “Hubungan kita sudah berjalan dua tahun, bukan?”

Masih dengan perasaan bingung dan tidak tahu harus menjawab pertanyaan kekasihnya dengan cara apa lagi, Seokmin mengangguk pelan. “Ya, memang kenapa?”

Eung… apakah kau tidak merasa hubungan ini hanya berjalan dengan begitu datar?”

“Kau bosan denganku?” tebak Seokmin asal yang membuat Yuna segera menggelengkan kepalanya cepat.

“Tentu saja tidak. Aku mencintaimu dan kau tahu itu.” Tanpa sadar pemuda itu tersenyum kecil mendengar pengakuan gadisnya. “Eung… kita saling mencintai satu sama lain, bukan? Dan kau selalu mengatakan hal itu berulang kali padaku. Tapi Seokmin-ah, kau tahu bukan jika semua hal yang kita ucapkan diperlukan sebuah bukti?”

Eh? Bukti?”

Argh… Lagi-lagi tenggorokan Yuna terasa tercekat untuk melanjutkan ucapannya.

Aissh… Kau itu berpura-pura bodoh atau memang benar-benar bodoh sih? Aku memintamu untuk menciumku sekarang juga disini!”

Oh tidak… sepertinya batas kesabaran seorang Choi Yuna telah sampai di ujung ubun-ubunnya.

 

[Eunha]

0f4281b075d0a935ab4f1eadd871d2af.jpg

Your eyes smile when you see me

My day is sweet and perfect day

 

Entah apa yang membuat seorang Jung Eunbi bertingkah sangat dingin saat berhadapan dengan pemuda bernama Jung Jaehyun, padahal jika diingat gadis itu selalu saja menyapa dan tersenyum lembut pada semua orang yang ditemuinya. Namun berbeda dengan pemuda itu, Eunbi selalu saja bertingkah seolah-olah Jaehyun adalah virus yang harus dijauhinya. Dan jika dihitung, sikap itu sudah dijalaninya selama 3 tahun belakangan ini, tepat dimana ia memasuki jenjang sekolah menengah atas.

“Jaehyun-ahhwaiting!” seru seorang gadis menyemangati pemuda itu.

Eunbi memutar bola matanya malas dan berdecih pelan. Selalu saja seperti itu.

Tak mau berlama-lama menahan diri di lapangan tenis indoor sekolahnya itu, Eunbi berniat segera pulang ke rumah untuk membilas badannya yang terasa lengket sesaat setelah jam pelajaran olahraga yang untung saja tepat berada di jam terakhir. Namun hal itu haruslah terhenti saat ia merasa namanya terpanggil oleh pemuda yang tubuhnya dipenuhi oleh peluh. Siapa lagi kalau bukan Jaehyun?

Dengan senyuman yang terpatri di wajahnya –selalu saja seperti itu–, Jaehyun berlari kecil menghampiri dimana Eunbi berdiri sekarang setelah sebelumnya menolak pemberian minum dari salah satu teman gadisnya. Seperti biasa, Eunbi langsung merubah raut wajahnya saat berhadapan dengan Jaehyun.

“Kau mau pulang sekarang?” tanya pemuda itu basa-basi.

Eunbi berdecak kesal, “Tentu saja. Aku muak melihat tingkah para gadis-gadis tak tahu malu itu.”

Namun meskipun ucapan Eunbi terdengar kasar, namun Jaehyun tetap menanggapinya dengan senyuman manis –bahkan senyuman itu bisa sampai tertular di kedua mata kecilnya. “Baiklah, tunggu disini sebentar, aku akan mengambil motorku dulu.”

“Tapi-…”

“Akan kuantar kau pulang. Tunggu disana sebentar, oke?” seru Jaehyun yang ternyata sudah berada di ujung parkiran sekolah –yang memang jaraknya cukup dekat dimana tempat Eunbi berdiri sekarang–.

Beberapa waktu kemudian, seperti yang dijanjikan oleh Jaehyun sebelumnya, pemuda itu mengantar Eunbi sampai didepan rumahnya dengan selamat. Dan seperti biasa juga, gadis itu segera memasuki rumahnya setelah mendengar berbagai petuah yang diberikan oleh pemuda bermarga Jung itu –asal kau tahu saja, petuah yang diberikannya sama panjangnya dengan petuah yang diberikan oleh nenek Eunbi semasa hidupnya dulu–.

“Aku pulang,” ucapnya seraya melepas sepatunya. Gadis itu segera memasuki kamarnya dan menghiraukan imbauan ibunya yang menyuruhnya untuk makan malam.

Gadis bertubuh mungil itu menghempaskan tubuhnya diatas ranjangnya dan sepertinya ada yang berbeda kali ini, tidak ada lagi raut dingin itu lagi melainkan hanyalah sebuah senyuman yang terpatri di wajah cantiknya.

Senyuman yang memberikan makna terima kasih untuk seseorang yang telah membuat hari-harinya terasa sempurna selama tiga tahun belakangan ini.

 

[GFRIEND VERS.] FIN

Thanks to ma precious cast who participated on this series :

GFriend’s  Yerin  – SM Rookies’ Kun

CFev2NCWAAAd70U SMROOKIES-Member-Profile-and-Facts-Qian-Kun-1

GFriend’s  Yuju – Seventeen’s Dokyeom

12502020_539959359498413_557733816_n.jpg

GFriend’s Eunha – SM Rookies’ Jaehyun

GFRIEND-Season-of-Glass-Teaser-Eunha-gfriend-38008115-344-500.png C__Data_Users_DefApps_AppData_INTERNETEXPLORER_Temp_Saved Images_untitled(19).png

PLEASE, TRY TO BE A GOOD READERS

Ciee... udah bau-bau aroma khas Valentine nih /seketika baper *nggakk*/
Sesuai yang aku bilang di FF ku sebelumnya, hari ini sampe lusa, aku bakal bawa
FF project spesial Valentine dengan main castnya itu TOP 3 my bias di GB/BB
favoritku...

Dan untuk hari pertama sekaligus series pertama ini, aku bawa FF dengan cast top 3
bias di GFriend.. Semoga suka yaa...
/Btw, kalo nggak suka sama pairing-nya, jangan bash aku ya... Kalian boleh kok langsung
close tab tanpa baca sampe akhir. Asalkan aku nggak mau kena bash gara-gara masalah
pair cast, soalnya kalo aku nggak suka sama pair cast di suatu FF, aku nggak bakal baca
sampe kapanpun. Jadi, aku harap kalian seperti itu dan jangan bash aku yaa ^-^/

N/B : Dalam satu hari, aku bakal posting 2 series project ini...
Siang buat GB favoritku dan malam buat BB favoritku. Jadi kuharap kalian antusias sama
projectku ini yaa...
1 lagi yang hampir lupa...
Ciee... yang baru debut di dunia Fanfiction /lirik Kun sama Jaehyun/
congrats yaw... /abaikan ini nggak penting banget/

Thank you and see ya ~

Warm Regards,

--- BaekMinJi93 ---
Iklan

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s