[Drabble] {Special Valentine Projects} – #4 Lovelyz Vers.

tumblr_mi6vubz2fQ1qc4uvwo1_500.gif

 

(Valentine Projects Series)

#4 Lovelyz Ver.
—–
~ BaekMinJi93 Present ~
—–

Starring with :

Lovelyz’s  Kei  – Seventeen’s S.Coups
Lovelyz’s  Jiae  – Teen Top’s Chunji
Lovelyz’s  Sujeong – Seventeen’s Mingyu
—–
Fluff – Romance – School Life
—–

Drabble | General

—–

Inspired by Lovelyz – Hi~ lyrics. This story purely mine…

Don’t be plagiarism and Happy Reading ^~^

— Jangan lupa untuk membaca A/N —

—–
I love you,
But you never know it…
—–

 

[Kei]

every-girl-has-her-best-friend-boyfriend-and-true-love.-but-you-sharp39-re-lucky-if-they-sharp39-re-all-the-same-person.-share-inspire-quotes-inspiring-quotes-love-quotes-funny-quotes-quotes-about-life.jpg

Let’s meet, not just as friends

Hey! You see, I really love you

 

“Seungcheol-ah…” panggil Jiyeon pelan saat netranya menangkap sosok berambut hitam itu kini telah menenggelamkan diri dengan buku tebal bertema sejarah kemerdekaan negara Korea.

Merasa namanya terpanggil, pemuda bernama lengkap Choi Seungcheol itu mulai membagi atensinya pada gadis manis dihadapannya itu. “Ada apa?”

Tenang Kim Jiyeon, bertingkahlah sewajarnya dan jangan buat dirinya merasa curiga padamu.

Dengan sekali helaan napas panjang dan tatapan dengan raut wajah penasaran milik Seungcheol yang ditujukan padanya, akhirnya Jiyeon membuka suaranya kembali. “Eum… bisakah kita bertemu pukul 5 sore nanti di area taman dekat sekolah? Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”

Namun reaksi yang Seungcheol berikan sangatlah berbanding terbalik dengan sensasi yang Jiyeon rasakan saat ini. Seraya terkekeh kecil, Seungcheol berkata, “Kenapa kau repot-repot untuk mengatakannya nanti? Bukankah kita bisa-…”

“ Sudahlah, turuti permintaanku. Temui aku di taman dekat sekolah pukul 5 nanti. Aku tidak menerima penolakan ataupun alasan terlambat. Kau harus datang tepat waktu, oke?

Kau boleh mengatakan jika Jiyeon adalah gadis pemaksa.

Jiyeon adalah gadis tak tahu diri, ataupun yang lainnya.

Tapi tahukah kalian alasan Jiyeon melakukan ini semua? Karena ia sudah tidak kuat lagi menahan beban yang ada didalam perasaannya. Ia butuh sebuah kebebasan juga, maka dari itu ia melakukan hal yang terkesan penuh pemaksaan ini. Sepertinya butuh beberapa waktu lagi untuk kau mendapatkan jawabannya. Percayalah, ini tidak akan lama.

Tanpa sadar jam telah menunjukkan waktu yang telah ditentukan dan sudah bisa ditebak bukan jika gadis teladan ini telah menepati janjinya untuk menunggu sang sahabat di area taman itu? Lain halnya dengan Seungcheol, pemuda itu baru menampakkan batang hidungnya setelah lima belas menit berlalu.

Oh ayolah, bagaimanapun lima belas menit itu adalah waktu yang sangat berharga dan pemuda itu bertingkah seolah-olah ia tidak memiliki kesalahan apapun.

“Ada apa kau memanggilku kemari?” tanya Seungcheol to the point seraya menempatkan diri disamping Jiyeon duduk saat ini.

Entah kenapa, Jiyeon merasa satu kalimat yang baru saja meluncur dari bibir manis milik Choi Seungcheol itu adalah suatu ketakutan besar baginya. Entah apa alasannya.

Eum…” sepertinya Jiyeon tidak tahu harus memulai perkataannya darimana. “Kau boleh membenciku mulai hari ini?”

“Apa? Apa maksudmu dan kenapa aku boleh membencimu mulai hari ini?”

Jantung Jiyeon berdetak kencang dan hal itu lagi-lagi membuat tenggorokannya merasa tercekat. “A-aku tahu aku salah. Seharusnya aku tidak melakukan hal ini. Tapi aku tidak tahu harus bagaimana lagi.”

Seungcheol dibuat semakin bingung dengan kata demi kata yang diucapkan oleh Jiyeon dan hal itu terkesan sangat tidak masuk akal. “Sebenarnya apa yang kau bicarakan, Jiyeon-ie?” ujar Seungcheol melembut, dia pikir mungkin dengan cara tersebut bisa membuat Jiyeon sedikit tenang.

Entah sejak kapan bulir kristal itu mengalir di pipi Jiyeon, “Seungcheol-ah, kita ini sahabat kan?

Tidak tahu harus menjawab apalagi, Seungcheol hanya mengangguk pelan. “Tentu. Tentu saja kita berdua adalah sahabat.”

Lagi-lagi Jiyeon terdiam sejenak, “Tapi bagaimana jika aku merusaknya karena aku melihatmu lebih dari seorang sahabat? Apa kau akan membenciku?”

Oh… sepertinya itu adalah sebuah kalimat ringan yang untuk pertama kalinya membuat seorang Choi Seungcheol membeku ditempat.

 

[Jiae]

70616a196208971fa2638a158541023c.jpg

I always secretly looked at you from behind

You wouldn’t know

 

Sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi seorang Yoo Jiae untuk pulang telat di hari Rabu setiap minggunya. Dengan berbagai alasan berbeda yang ia utarakan pada kedua orang tuanya, baik itu kerja kelompok, mengerjakan tugas tambahan di perpustakaan, dosen yang terlalu banyak bicara dan berbagai alasan klise lainnya.

Namun bukankah sebuah alasan tetaplah menjadi sebuah alasan?

Eum… maksudku, tidak semua alasan itu benar-benar terjadi dan kita alami sendiri, bukan? Bisa saja semua alasan itu hanyalah berbagai kebohongan yang telah Jiae perbuat selama ini, kan? Hei, berhenti menatapku seperti itu, aku hanya mengutarakan pendapatku saja.

Tapi mungkin sebentar lagi kau akan menyetujui pendapatku setelah apa yang kau lihat setelah ini. Dapat kau lihat bukan jika ada postur seorang gadis didepan ruang latihan vokal. Dari gerak-geriknya sepertinya gadis itu sedang mengamati seseorang didalamnya.

Siapa gadis itu?

Siapa lagi kalau bukan Yoo Jiae.

Sekarang kau percaya padaku kan? Aku sedang tidak berbohong saat ini. Percayalah, sepertinya Jiae sedang menyimpan perasaannya pada seseorang, yang tak lain dan tak bukan adalah teman seangkatannya, yaitu Lee Chanhee.

Ya, gadis itu tahu jika hari Kamis adalah jadwal bagi pemuda itu untuk melatih vokalnya dan dia selalu saja bertingkah seperti seorang secret admirer seperti ini. Sesekali sebuah senyuman terukir di wajah cantiknya, entahlah karena apa.

Namun satu hal yang terpenting disini. Jiae terlalu antusias untuk melakukan hal mengasyikkan ini –menurutnya– dan melupakan satu kenyataan yang benar-benar terpampang jelas di depannya kali ini, pemuda bernama Lee Chanhee itu tidak pernah tahu seberapa besar pengorbanan Jiae untuk membuat satu kebohongan demi kebohongan hanya sekedar untuk membuntutinya ketika ada jadwal latihan seperti hari ini.

Tetap semangat, nona Yoo!

 

[Sujeong]

e2d18694b40f76dec6775ce09255fa57.jpg

This minute, this second of this moment feel longer than yesterday

Don’t just smile but say something

 

Sujeong menatap pemuda tower dengan penasaran. “Ayolah, Mingyu. Cepat katakan sekarang. Sebenarnya apa yang ingin kau katakan padaku saat akhir pekan nanti?”

Masih sibuk dengan aktivitas men-dribble bola basketnya, pemuda Kim itu masih menampakkan senyum misteriusnya. “Sudahlah, tunggu saja sampai hari itu tiba. Aku janji itu adalah hal menyenangkan dan aku janji aku tidak akan membuatmu menangis. Percayalah!” ujarnya seraya menshoot bolanya kearah ring dan… STRIKE! Bola itu masuk dengan mulus ke dalamnya.

Seakan puas dengan aktivitas yang dilakukannya barusan, Mingyu mengambil tasnya yang sebelumnya ia letakkan tak jauh dari area bangku penonton. Senyumnya masih saja terukir di wajahnya –yang entah kenapa semakin membuat Sujeong muak melihatnya–.

“Ayo, kuantar kau pulang sekarang,” ucapnya lembut seraya mengusap ujung kepala Sujeong pelan, beda dengan Sujeong yang malah mendengus kesal karena tidak kunjung mendapatkan jawaban yang diinginkannya.

Akhirnya hari yang begitu didambakan oleh gadis Ryu itu telah tiba dan itu berarti sebentar lagi ia akan mengetahui alasan sebenarnya dari ajakan seorang Kim Mingyu yang menyebalkan itu. Sejak pagi datang, Sujeong seolah mendapat semangat yang membara untuk mengawali harinya. Senyumnya terus terpatri yang tentu saja membuat ayah dan ibunya heran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada gadis kecilnya tersebut.

Tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul 10 pagi dan itu adalah waktu yang telah Mingyu janjikan padanya. Saking antusiasnya, Sujeong sudah menunggu pemuda tower itu sejak lima belas menit yang lalu, namun entah kenapa Sujeong masih belum mendapati batang hidung diarea taman bermain ini.

Aiish… Awas saja kau Kim Mingyu! Jika kau datang, aku akan-…”

“Sudah lama menunggu?” potong seseorang dari arah belakang tubuh Sujeong sekarang.

Dari suara beratnya, Sujeong tahu benar siapa pemilik suara itu. Ia menoleh kearah sumber suara dan berniat untuk memukuli pemuda tak tahu diri itu sebelum niatnya sirna ketika netranya mendapati satu cup ice cream dengan perisa favoritnya. “Untukku?” tanyanya dengan raut berbinar.

Mingyu tersenyum lembut, “Tentu saja.”

Seakan lupa dengan niat awalnya, Sujeong memakan ice cream itu dengan semangat begitujuga dengan Mingyu yang kini telah menempatkan diri disamping gadis cantik itu.

“Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?” tanya Sujeong to the point.

Lagi, Mingyu hanya menanggapi ucapannya dengan senyuman muak itu.

Yak! Bicaralah! Aku muak dengan senyum aneh yang kau berikan belakangan ini.”

Mingyu terkekeh geli. “Aku tidak menyangka, gadis yang kusukai selama ini bisa bertingkah kasar padaku.”

Masih dengan berbagai jilatan yang ia tujukan pada ice creamnya tercinta, gadis itu mencibir kesal. “Tentu saja. Semua orang bisa melakukannya, termasuk-…” ucapannya terhenti seakan teringat sesuatu. “Tunggu! Kau bilang kau menyukaiku?!”

Dan untuk kesekian kalinya Mingyu hanya menampakkan senyum yang selalu membuat Sujeong ingin memukul pemuda Kim itu habis-habisan.

Satu hal yang perlu diingat hari ini. Setidaknya Sujeong merasa lega karena telah mendapatkan jawaban atas misteri yang ia rasakan beberapa waktu terakhir ini. Congrats, Ryu.

[LOVELYZ VERS.] FIN

Thanks to ma precious cast who participated on this series :

Lovelyz’s  Kei  – Seventeen’s S.Coups

c0018292_55f74af368b84.jpg

C__Data_Users_DefApps_AppData_INTERNETEXPLORER_Temp_Saved Images_scoups

Lovelyz’s Jiae – Teen Top’s Chunji

201411192226288787406_20141119222655_01_99_20141119222703.jpg 600full-chunji-[teen-top].jpg

Lovelyz’s Sujeong  – Seventeen’s Mingyu

201501131700116579202_20150113170055_01_99_20150113170113.jpg 6bd1501e6bcb8963c445ae9e2ba0d024.jpg

PLEASE, TRY TO BE A GOOD READERS

Aku minta maaf sebelumnya karena udah ngelanggar janji yang aku buat di series pertama
kemarin. Aku tahu seharusnya buat series ke-4 ini itu waktunya buat Boygroup vers.
Tapi seperti yang aku bilang kemarin, aku sibuk banget. Jadi baru bisa bawa series ini
hari ini. Sekali lagi maafkan aku :'(...

Oh ya, semoga series ini dapet feelnya yaa...
Thank you and see ya ~

Warm Regards,

--- BaekMinJi93 ---
Iklan

2 thoughts on “[Drabble] {Special Valentine Projects} – #4 Lovelyz Vers.

  1. Oh oh yang paling nyesss itu yang terakhir. Itu Mingyu aduh minta tendang sumpah. Cuman senyam senyum gaje, bikin dug dag dig dug. Jantung ni kek nya ngedugem liat bang mingyu senyum gitu. Jujur, aduh envy banget sama sujeong T_T udah di senyumin, dibeliin ice cream ujungnya bilang suka Xl /guyur sianida/

    Suka

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s