[Drabble] {Special Valentine Projects} – #5 Seventeen Vers.

tumblr_mi6vubz2fQ1qc4uvwo1_500.gif

 

(Valentine Projects Series)

#5 Seventeen Ver.
—–
~ BaekMinJi93 Present ~
—–

Starring with :

Seventeen’s  Joshua  – OC’s Jacellyn Song
Seventeen’s  S.Coups  – OC’s Shin Ahrim
Seventeen’s Mingyu – OC’s Keiko Yumi
—–
Fluff – Romance – School Life
—–

Drabble | General

—–

Inspired by Seventeen [Team C] – Hello lyrics. This story purely mine…

Don’t be plagiarism and Happy Reading ^~^

— Jangan lupa untuk membaca A/N —

—–
I had many plans,
to get your attention
—–

 

[Joshua]

tumblr_nm4y8covYX1rt1tfwo1_500.png

The moment our eyes meet

If you remember, will you smile at me?

 

Jisoo masih saja menatap gadis yang berdiri di halte itu dengan seksama. Perasaan dilema tengah melandanya saat ini. Di satu sisi, Jisoo sangat ingin mengusap puncak kepala gadis itu seraya membisikkan kata-kata menenangkan seperti yang ia lakukan tiga hari yang lalu. Namun apa daya, gadis itu sepertinya sudah tidak ingat lagi dengan dirinya.

Namun dengan rasa kepercayaan diri yang tersisa, Jisoo mulai merajut langkahnya dan menapaki area zebra cross itu. Ia tidak peduli dengan apa yang akan terjadi selanjutnya jika ia bertingkah bodoh di depan gadis itu. Yang terpenting saat ini, ia hanya melakukan apa yang diperintahkan oleh hati kecilnya.

Sesampainya disana, pemuda bermarga Hong itu mendudukkan dirinya tepat disamping gadis itu duduk. Awalnya ia merasa canggung dan berusaha untuk bersikap tidak peduli. Tapi bukankah hal itu terdengar sangat pengecut? Sungguh ia ingin menagih apa yang seharusnya didapatkannya sejak tiga hari yang lalu dan sepertinya tidak ada cara lain lagi selain menyapa singkat gadis itu.

“Hai,” sapa Jisoo kaku, yang membuat gadis itu menatap sekitarnya dan sialnya hanya ada dirinya dan pemuda asing itu disini.

“Kau menyapaku?” cicit gadis itu ragu-ragu.

Jisoo tertawa kecil dan mengangguk, “Tentu saja. Memang siapa lagi yang ada disini selain kau dan aku, nona?”

Gadis itu menggaruk tengkuknya yang Jisoo yakin tidak gatal dan mengalihkan pandangannya darinya, “Ya, kau benar.”

Eum, nona. Sepertinya aku pernah bertemu denganmu di suatu tempat. Apa kau mengingatnya?”

Gadis itu menatap Jisoo dengan tatapan bingung. Namun tanpa gadis itu sadari, Jisoo juga menatap tepat kearah onyx gadis itu dan entah kenapa jantung Jisoo berdebar-debar seketika.

Eh? Bertemu? Benarkah?”

Hm…” Jisoo mengangguk yakin dan mengulurkan tangannya kearah gadis itu. “Tapi saat itu, kita belum sempat berkenalan. Namaku Hong Jisoo. Siapa namamu, nona?”

Gadis dengan rambut berwarna kecoklatan itu membalas uluran tangannya dengan sedikit ragu. “Aku Jacellyn Song. Kau bisa memanggilku Jace.”

Tepat setelah gadis itu mengenalkan namanya, tiba-tiba sebuah bus berhenti tepat didepan halte tempat mereka berdua duduk saat ini dan gadis itu segera beranjak dari posisi sebelumnya.

Busku sudah datang. Sampai jumpa lagi, Jisoo-ssi.”

Belum sempat Jisoo membalas salam perpisahannya, gadis itu sudah melangkah memasuki bus itu. Sedangkan Jisoo hanya bisa menatap pergerakan gadis itu dalam diam, hingga akhirnya tatapannya kembali bertemu dengan onyx milik Jace. Entah kenapa sebuah lengkungan senyum terukir di wajah Jisoo.

Jisoo pikir, mungkin dengan daya tarik tatapan keduanya, pemuda itu bisa mengukir senyum di wajah Jace. Atau mungkin saja dengan cara tersebut Jisoo bisa membuat Jace mengingat sosoknya.

Semoga saja.

 

 

[S.Coups]

bfdcedcc1d1bd491cbfe2ff178b2e955.jpg

Let’s eat first. A bright hello for the coffee and movie I prepared while acting cold

What do I do when a single breath is awkward?

 

Tidak ada yang pernah menyangka jika pemuda bernama Choi Seungcheol itu bisa merasakan canggung pada seseorang. Padahal Seungcheol yang kita kenal selama ini adalah Seungcheol yang –terlalu– percaya diri dan tidak pernah pantang menyerah, baginya masih ada hari esok yang bisa digunakan untuk memperbaiki kesalahan yang kita lakukan hari ini.

Tapi bukankah ada pepatah yang mengatakan jika tak ada gading yang tak retak?

Jadi, tidak ada hal yang sempurna di dunia ini, termasuk sifat optimis milik Seungcheol .

Kejadian itu bermula ketika ia menyadari ada degupan jantung yang melebihi biasanya ketika ia sedang bersama gadis bernama Shin Ahrim itu. Entah kenapa ia selalu merasa canggung saat berada didekat gadis itu, akibatnya karena sifat canggung itulah sering membuatnya terlihat bodoh didepan Ahrim.

Ketika ia menceritakan keanehan yang dirasakannya itu pada sang sahabat –sebut saja namanya Hong Jisoo, dengan tenangnya Jisoo mengatakan jika apa yang dirasakannya saat ini adalah perasaan jatuh cinta. Namun bukannya merasa bahagia dengan apa yang didengarnya, Seungcheol malah membantah dengan tegas.

“Tidak. Kau pasti bercanda kan, Jisoo-ya? Tidak mungkin aku menyukai musuhku sendiri.”

Namun saat itu Jisoo hanya menanggapi perkataannya dengan mengangkat bahu yang justru membuat Seungcheol semakin dilanda rasa dilema yang amat sangat.

Pemuda itu masih saja tidak percaya dengan opini yang diberikan sahabat tercintanya itu. Namun karena dasar Choi Seungcheol dengan pemikiran yang aneh, suatu hari pemuda itu kembali menanyakan hal yang sama pada orang yang sama pula. Saat itu Jisoo hanya menanggapinya dengan helaan napas panjang sebelum akhirnya memberikan opininya untuk kesekian kalinya.

“Sudah kubilang kau menyukai gadis itu, Seungcheol-ah. Hilangkan rasa gengsi bodohmu itu dan ajak dia pergi akhir pekan nanti sebelum kau benar-benar menyesal nantinya.”

Sialan, saran macam apa itu?!

Namun dasar Seungcheol, meskipun ia merutuki sahabatnya sendiri sekejam itu tapi tetap saja ia menuruti sarannya. Dan hell… akhirnya ia memutuskan dan berencana untuk mengajak kencan musuh terbesarnya selama ini.

Berbagai kalimat ajakanpun kini tengah dihafalkan Seungcheol dengan sepenuh hati. Mulai dari ajakan mengajak gadis itu untuk datang ke rumahnya dengan alasan ia meminta tutor pada pelajaran eksakta lalu disusul dengan rencana makan malam dan meminum kopi sekaligus menonton film horor untuk melengkapi rencananya –tapi percayalah Seungcheol memiliki sebuah keinginan tersembunyi dibalik rencana menonton film horor bersama itu, yang tanpa aku katakan sebelumnya sepertinya kau sudah tahu apa maksudku–.

Bukankah ini terdengar seperti ironi? Yah… bisa dibilang seperti itu.

Itulah yang membuat Seungcheol merasa minder selama ini. Bayangkan saja kau mempunyai satu musuh terbesar dalam hidupmu, kau begitu membencinya lebih dari apapun lalu suatu hari kau mematahkan perasaan tercelamu itu dengan perasaan manis yang sering disebut oleh semua orang dengan kata cinta.

Sungguh… Seungcheol benar-benar tak bisa membayangkan sikap dinginnya terhadap gadis itu akan berubah menjadikannya seperti seseorang penderita penyakit asthma, sesak napas karena rasa canggung.

Oh Tuhan… apakah kau sedang menghukum pemuda narsis ini?

 

 

[Mingyu]

tumblr_inline_nnh9aayHBf1qasmrs_540.gif

Don’t be flustered, your friends know me

Here are countless plan that weren’t in your field of vision

 

“Kau tahu? Kemarin sewaktu aku pulang sekolah, aku bertemu sunbae tampan itu lagi,” ujar Keiko pada sahabat sekaligus teman sebangkunya, Shin Ahrim.

Tak berbeda jauh dengan raut Keiko saat ini, Ahrim pun menanggapi perkataannya dengan raut wajah antusias, “Benarkah? Bagaimana kejadiannya? Apa kau mengajaknya berkenalan?”

Keiko memukul bahu sahabatnya itu kesal, yang tentu saja membuat gadis bersurai hitam pekat itu mengaduh kecil. “Aku tidak sebodoh itu, Ahrim-ah.”

“Kenapa harus malu? Bagaimana jika sunbae itu juga tertarik padamu?” sahut Ahrim asal yang seketika membuat Keiko menyembunyikan wajah memerahnya dibalik kedua telapak tangannya.

“Jangan asal bicara,” tegas gadis berdarah campuran Jepang-Korea itu dengan suara sedikit tidak jelas.

Jemari lentik Ahrim menyentuh telapak tangan yang tengah berani-beraninya menutupi sumber pesona daya tarik milik sahabat kecilnya itu. Dengan gerakan lembut gadis itu membuka tameng itu.

Hei, Kenapa kau berubah menjadi gadis pemalu seperti ini? Dimana Keiko-ku yang penuh percaya diri dengan kecantikan yang dimilikinya? Ini bukanlah Keiko yang selama ini kukenal.”

Dengan raut wajah polos sekaligus gelisah, Keiko mengungkapkan berbagai kegundahan hati yang akhir-akhir ini ia rasakan. “Tapi tetap saja, statusku disini masih tergolong murid baru. Lagipula terlihat tidak pantas bukan jika murid baru mendekati seorang sunbae tertampan di sekolah ini? Bisa-bisa aku menjadi sasaran empuk untuk Hayeon sunbae. Aku takut, Ahrim-ah. Sudahlah biar kupendam rasa ini sendiri saja,” entah sejak kapan hati Keiko terasa sakit ketika mengatakannya, bahkan sebulir kristal beningpun mulai terlihat di pelupuk matanya.

Ahrim menarik sahabatnya itu kedalam pelukannya. “Sudahlah, jangan menangis,” hiburnya seraya menepuk punggung gadis itu pelan.

Tiba-tiba terdengar sebuah suara nyaring yang dikenal sebagai nada dering ponsel Ahrim.

“Iya, baiklah aku akan kesana sekarang.”

Keiko menyeka air matanya dan menatap Ahrim penasaran. Tanpa menunggu pertanyaan yang dilontarkannya, sahabatnya itu seolah mengerti dan langsung berkata, “Aku harus pergi. Seungcheol sudah menungguku di rooftop.”

“Tapi-…” belum sempat gadis itu menyelesaikan perkataannya, Ahrim sudah melesat pergi.

“Aku janji akan segera kembali,” seru Ahrim sebelum akhirnya benar-benar menghilang dari pandangan Keiko.

Kini Keiko sendiri lagi. Tak ada pilihan lain selain menenggelamkan wajahnya dibalik kedua tangannya yang terlipat diatas meja. Entahlah ia butuh ketenangan hari ini. Bahunya masih terlihat naik-turun seiring isakan kecilnya terus keluar. Ya, gadis itu masih saja menangis.

Namun tiba-tiba ia merasa jika ada yang mengusap rambutnya perlahan dan berbisik tepat didepan telinganya, “Uljimma.

Merasa terkejut, ia mengangkat kepalanya dan apa ini? Sejak kapan pemuda ini sudah ada dihadapannya?

Su-sunbae? Apa yang sunbae lakukan disini?” tanya Keiko tergagap.

Namun siapa sangka orang yang ada dihadapannya ini akan mengusap air matanya dengan lembut. Oh Tuhan… Keiko mimpi apa semalam? Kenapa ia bisa mendapatkan perlakuan manis ini dari Kim Mingyu yang tak lain dan tak bukan adalah sunbae tampan itu.

“Ahrim sudah menceritakan semuanya padaku,” ujar pria itu lembut.

Tunggu… Ahrim?

“Kau pasti bingung dengan apa yang aku ucapkan saat ini. Namun yang harus kau ingat mulai sekarang ialah… aku juga menyukaimu, nona Keiko. Jadi kau tidak perlu bersembunyi lagi dariku mulai sekarang.”

Oh ayolah… siapa yang bersedia menjelaskan ini semua? Sungguh, Keiko sangat bingung dengan apa yang terjadi saat ini.

 

[SEVENTEEN VERS.] FIN

Thanks to ma precious cast who participated on this series :

Seventeen’s  Joshua  – OC’s Jacellyn Song

 3839361406461(1).jpg

tumblr_inline_nsbsodLd071rtm82x_500.jpg

Seventeen’s  S.Coups  – OC’s Shin Ahrim

C__Data_Users_DefApps_AppData_INTERNETEXPLORER_Temp_Saved Images_scoups.jpg

C__Data_Users_DefApps_AppData_INTERNETEXPLORER_Temp_Saved Images_tumblr_lu8crssHFm1r64h2to1_400.jpg

Seventeen’s  Kim Mingyu  – OC’s Keiko Yumi
tumblr_nufuskBiAA1twu0gho1_r2_500.png

tumblr_m5z0s114S21r6rxh3o1_500.png

 

PLEASE, TRY TO BE A GOOD READERS

Jiah... ngaret pollll yaa???
Oke maafkan aku... Jujur aja, aku lagi kena block akhir-akhir ini, bahkan
buat yang series punya Mingyu itu aja aku maksa banget...
Okai deh, sekali lagi maafkan aku. Satu series lagi bakalan udah selesai kok...
Ditunggu yaa...

Oh ya, semoga series ini dapet feelnya yaa...
Thank you and see ya ~

Warm Regards,

--- BaekMinJi93 ---
Iklan

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s