[Ficlet] (Special Mingyu’s Birthday) My Beautiful Pride

1417fb07ceaea50a

Special fanfiction for Mingyu’s birthday

©2016, BaekMinJi93 proudly present

 

MY BEAUTIFUL PRIDE

 

Starring with birthday’s prince Kim Mingyu and OC’s

| AU – Fluff – Romance – Slice Of Life | Ficlet (>500W) | General – Teen |

 

Tenang saja, kau selalu cantik dalam keadaan apapun,
Tanpa kehadiran apron itu tentunya

 

 

Rajutan langkah kaki milik seorang pemuda jangkung itu memasuki sebuah toko roti bergaya victorian dengan kesan tergesa. Kedua netranya masih asyik menelisik setiap sudut ruangan toko roti itu guna mencari sosok seseorang yang sedang dicarinya saat ini.

 

Ah… jackpot!

 

Dengan langkah yakin, pemuda itu berjalan mendekati area kasir tempat dimana sosok itu berdiri.

 

Sosok cantik yang telah mencuri hatinya akhir-akhir ini.

 

Masih dengan degupan jantung yang serasa ingin membunuhnya detik ini juga, pemuda itu mengulurkan tangannya dan meraih lengan gadis itu yang sontak membuat netra keduanya bertemu.

Sunbae?” cicit gadis itu lembut.

 

Oh demi Dewi Afrodit dengan segala kecantikan yang dimilikinya, degupan itu serasa semakin ingin membunuh Mingyu saat ini juga.

 

Satu pertanyaan yang terlintas di benak kita saat melihat ekspresi pemuda itu sekarang.

 

Ramuan apa yang digunakan gadis itu sehingga bisa membuat seorang Kim Mingyu jatuh pada pesonanya?

 

Jujur saja Mingyu benci mengakuinya, tapi sumpah pemuda itu telah kehilangan kata-kata untuk mengungkapkan isi hatinya.

“Kei-…” hanya itu yang keluar dari bibir Mingyu setelah sekian lama menikmati suasana hening.

Gadis dengan nama Keiko Han ini mengerutkan dahinya bingung. “Kenapa sunbae datang kesini? Bukankah seharusnya pesta ulang tahun Mingyu sunbae akan dimulai sebentar lagi?”

 

BOOM!

 

Seolah mendapat ledakan dahsyat pada otak anehnya, Mingyu seketika teringat apa tujuan dirinya datang kemari.

“Siang tadi apa Ahrim memberimu sebuah undangan?” tanya Mingyu langsung pada intinya dan anggukan kecil dari Keiko pun ia terima. “Lalu… kenapa kau terlihat belum menyiapkan apapun untuk datang kesana?”

Keiko terkejut mendengarnya. Bagaimana tidak? Bayangkan saja, seorang sunbae yang kau kagumi datang ke toko roti kakakmu dan menanyakan kenapa kau belum menyiapkan apapun untuk pesta ulang tahunnya. Hanya orang bodoh saja yang tidak akan merasa istimewa bila diperlakukan dengan hal tidak terduga seperti ini.

 

Hei, apakah Keiko terlalu cepat mengambil sebuah kesimpulan?

 

Seakan mengerti arti dari raut wajah yang Keiko tampilkan, entah kenapa Mingyu menjadi salah tingkah. Seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, pemuda itu berkata, “Bu-bukan seperti itu maksudku. Hanya saja-…”

Dengan gerakan lembut dan terkesan rasa takut yang mendominasinya, Keiko kembali membuka suaranya. “Maaf, sunbae. Sepertinya hari ini aku tidak bisa datang ke pestamu.”

 

Kecewa? Tentu saja Mingyu kecewa saat ini.

 

“Kenapa?”

“Karena-…” Keiko sengaja menggantungkan kalimatnya karena ia tidak tahu apa yang harus dikatakannya sekarang. Tapi dengan bodohnya dan seakan tidak peduli dengan sekian orang yang menunggunya disana, Mingyu ikut terdiam dan menunggu kelanjutan dari kalimat yang ingin Keiko katakan. “Karena hari ini toko roti kakakku dalam keadaan ramai. Jadi sekali lagi maafkan aku karena-…”

“Aku mengizinkanmu pergi dengannya, Kei,” sahut suara di ujung sana. Keiko maupun Mingyu sontak menoleh kearah sumber suara. Pelakunya tak lain dan tak bukan ialah Aiko Han, kakak sulung Keiko.

Melihat kini mereka tak lagi berdua, Mingyu melepaskan tautan yang ia ciptakan pada lengan Keiko. Suasana canggung pun kini mulai menghinggapi mereka. Entah apa yang membuat ukiran senyum itu justru terpatri di wajah cantik milik Aiko.

“Kau boleh pergi dengannya, Kei. Jangan buat kedatangannya sia-sia karena satu tolakan halus darimu. Kau tahu bukan kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya?” Aiko mengerling jahil pada adik satu-satunya itu.

Keiko menundukan kepalanya malu sedangkan Mingyu sedikit demi sedikit mengerti arti dari ucapan wanita cantik yang kini tengah menyandang status sebagai ibu rumah tangga dengan dua malaikat kecil itu.

“Tapi, unnie. Jika aku tidak-…”

Aiko mengibaskan telapak tangannya di depan wajah adiknya. “Sudahlah percaya padaku. Tenang saja, aku bisa mengurus semuanya.” Kini arah pandangnya beralih ke Mingyu. “Siapa namamu, adik kecil?

Tidak seperti biasanya yang selalu marah jika dipanggil dengan sebutan ‘adik kecil’, kini Mingyu malah tertawa geli mendengarnya. “Kim Mingyu, noona.”

Aiko menganggukan kepalanya kecil, “Baiklah, Mingyu. Aku sudah memberikan Keiko izin untuk pergi denganmu. Tapi dengan satu syarat.”

Keiko memutar bola matanya malas saat mendengarnya.

 

Oh tidak. Jangan lagi.

 

Syarat yang Aiko ajukan itu ialah Mingyu boleh mengajak Keiko pergi bersamanya asalkan ia dapat menjaganya dengan baik dan pulang sebelum pukul sepuluh malam dan tanpa pikir panjang, Mingyu menyanggupi syarat itu.

 

Sunbae, kau yakin akan membawaku ke pestamu dengan keadaan seperti ini?”

Masih dengan fokus yang terkunci pada padatnya jalan raya di jam pulang kerja seperti ini, Mingyu bergumam menyahutinya. “Memang kenapa? Kau keberatan?”

Keiko menggeleng cepat, “Tidak.”

“Lalu?”

Err… maksudku dengan pakaian plus apron bertuliskan toko roti milik kakakku ini, kau tetap akan mengajakku datang ke pestamu?”

“Tenang saja, kau selalu cantik dalam keadaan apapun,” gombal Mingyu yang tentu saja membuat senyum Keiko terpatri di wajahnya. Namun senyum itu segera hilang seiring kalimat lanjutan Mingyu terlontar indah dari bibir merah mudanya. “Tanpa kehadiran apron itu tentunya.”

Keiko mendengus kesal mendengarnya, sedangkan Mingyu tertawa puas melihat reaksi gadisnya saat ini. Eh… gadisnya?

“Ayo turun. Kuharap dengan waktu yang tersisa setengah jam ini aku bisa memperbaiki penampilanmu di depan semua tamu dan kedua orang tuaku.”

 

Ya, itu harapan seorang Kim Mingyu.

 

Harapan jika ia dapat membuat gadisnya selalu cantik di depan semua orang termasuk kedua orang tuanya. Sehingga ia bisa membanggakan dirinya dihadapan mereka dalam memilih gadis idaman seperti Keiko Han.

 

Good luck, Kim Mingyu!

 

— FIN —

 

BONUS PICT ABANG PALING PEDE :

 

 


A/N :

Kyaaaa.... Happy 20th birthday, abang visual paling pede sepanjang masa...
/ciee... tambah tua *PLAK*/
Tambah ganteng plus rasa gengsinya ditambahin yaaa, tambah pinter masak ya buat aku nanti hahaha /apa seh?!/. Sukses selalu sama abang-abang di sepentin dan selalu jaga kesehatan ya, honey...
Aku padamu :* /ga/

Balik ke FF,
Gimana? Sweet-Romancenya dapet nggak? /ga/
Semoga kalian dapet feel yap...
Thanks buat yang udah nyempetin baca FF gila ini...
See ya~

Warm Regards,

--- BaekMinJi93 ---
Iklan

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s