[Ficlet] Paper Sheet Of Secret

[About Life] Paper Sheet Of Secret - BaekMinJi93.png

BaekMinJi93’s proudly present ~

 

Special dedicated fanfiction for [1st Event] About Life by Joieland

 

PAPER SHEET OF SECRET —

©2016, BaekMinJi93

 

Starring with OC’s Nessa Han and Neysa Kim

| Angst – Family – Friendship – Psychology – School Life – Slice Of Life | Ficlet | General – PG-13 |

Based on prompt :

“Your protagonist discovers his closest friend has a scary secret.”

Storyplot is purely mine…

Happy reading…

 

Semua orang pasti mempunyai satu rahasia terbesar dalam hidupnya.

Entah itu sesuatu yang manis, pahit, atau mengerikan sekali pun jika itu masih tersimpan rapi dan hanya diketahui oleh diri kita sendiri dan Tuhan, itu masih terhitung sebagai rahasia.

Berperan penting atau tidak. Memiliki pengaruh besar atau kecil. Jika kita lebih memilih menyimpannya di dalam diri kita dan enggan untuk menceritakannya dengan orang lain, itu juga masih bisa disebut dengan rahasia.

Tapi sepertinya hal itu tidak berlaku bagi Nessa Han. Entah kenapa gadis yang tahun ini genap berusia tujuh belas, memilih untuk memungkiri adanya arti ungkapan rahasia di dunia ini. Baginya, semua hal yang dialaminya di dunia ini wajib dibagi bersama sahabatnya—Naysa Kim. Tidak hanya sekali atau dua kali orang mengatainya sebagai gadis aneh karena prinsipnya, toh dia tidak peduli dengan semua itu dan gadis itu tetap pada pendiriannya.

 

***

 

Hari ini tepat satu tahun hari dimana Naysa kehilangan kedua orang tuanya.

Orang tua Naysa dikabarkan meninggal akibat kecelakaan tragis. Mobil yang dikendarai ayahnya mengalami kerusakan pada remnya sehingga mengalami blong dan membuat benda keras itu menabrak benda keras lainnya—sebut saja truk gandeng. Tentu saja kejadian itu membuat kedua orang tua Naysa meregang nyawa seketika.

Tanpa Nessa bertanya sekali pun, gadis itu dapat memastikan jika rasa sakit yang dirasakan oleh sahabatnya lebih parah daripada rasa sakit yang dideritanya saat patah hati karena putus cinta—baiklah, mari lupakan kalimat terakhir. Tapi Nessa tahu jika sahabatnya itu adalah gadis yang kuat. Jika kau butuh bukti, Nessa bisa membuktikannya dengan tidak adanya air mata Naysa sedikit pun saat pemakaman kedua orang tuanya dan meskipun usianya masih tergolong remaja, Naysa bisa menghidupi kehidupannya tanpa bergantung pada orang lain.

Nessa kagum dengan kegigihan sahabatnya. Maka sejak saat itu, Nessa berpikir jika Naysa akan menjadi role modelnya dalam menjalani kehidupan yang kelam ini.

***

 

“Nay, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” tanya Nessa suatu hari saat keduanya tengah menghabiskan waktu istirahat di kantin.

“Apa?”

Sembari mengaduk-ngaduk mie instan yang dipesannya, Nessa kembali membuka suara. “Salahkah jika aku merasa tidak perlu ada rahasia di dunia ini? Toh jika kita menjalani hidup tanpa rahasia, kupikir hidup kita akan terasa lebih tenang.”

“Seperti itukah?” tanya Naysa balik seraya menutup novel yang dibacanya dan Nessa mengangguk membenarkan. “Tapi kupikir analisamu salah besar, nona Han.”

“Maksudmu?”

Eum… bagaimana ya cara menjelaskannya?” gumam Naysa pada dirinya sendiri.

Keduanya pun terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya, gadis yang akrab dipanggil dengan nama “Nay” ini pun menepuk bahu sahabatnya beberapa kali.

“Menyimpan rahasia itu perlu, Nessa sayang, karena kuyakin jika kau pernah mendengar sebuah ungkapan, ‘rahasia adalah kata lain dari privasi’. Kau tahu apa gunanya privasi?

“Untuk menjaga aib keluarga?”

“Itu juga termasuk di dalamnya,” Naysa mengangguk setuju dan ia mencibir pelan. “Kenapa aku merasa jika aku tengah menceramahi bocah berusia lima tahun?”

“Aku suka dan anggap saja aku adalah anakmu, mom.”

Naysa memutar bola matanya jengah. “Dan aku pasti akan membenci anak manja sepertimu, Ness.” Dan keduanya pun tertawa mendengar lelucon garingnya.

“Apakah kau mempunyai satu rahasia besar, Nay?” Entah kenapa hal itu seketika membuat Naysa tersedak. Merasa panik, Nessa segera menyodorkan sebotol air mineral pada sahabatnya. “Kau tidak apa-apa?”

“Ya, aku tidak apa-apa,” sahut Naysa di sela acara batuk-batuknya.

Menampakan wajah bersalah dan menyesap milkshake strawberrynya sejenak, Nessa mengucap banyak kata maaf pada sahabatnya.

Dasar bodoh! Tentu saja aku punya. Bahkan dapat kujamin jika rahasia besarku terdengar lebih jenius dari IQ 200 mu, nona Han.

 

***

 

Meskipun Nessa telah menjabat gelar sebagai sahabat terbaik milik Naysa Kim seorang, hari ini bisa dibilang hari pertamanya dia berkunjung ke rumah sahabatnya tanpa kehadiran kedua orang tua yang biasa menyambutnya dengan hangat.

“Tunggu disini, aku akan mengambil camilan untukmu,” pamit Naysa undur diri pada sahabatnya dan segera melangkahkan kaki menuju dapur.

“Baiklah.”

Tapi dasar Nessa adalah gadis yang mudah bosan, maka ia memutuskan untuk pergi berjalan-jalan mengitari halaman belakang rumah Naysa. Disana terdapat sebuah rumah pohon yang semasa kecil keduanya gunakan untuk bermain masak-masakan bersama. Lengkungan simetrisnya pun muncul. Dengan untaian langkah ringan, Nessa berjalan menuju ke rumah pohon itu. Setelah berhasil memanjat dan mencapai puncak, gadis belia itu pun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah pohon.

Tidak ada yang berbeda. Semua terasa sama.

 

Di dalam rumah pohon itu terdapat beberapa novel yang dapat Nessa perkirakan jika sahabatnya pergunakan di kala waktu senggang. Komputer dan juga televisi pun tak ketinggalan bertengger manis di sana. Oh sepertinya ada yang sedikit berbeda sekarang.

Sejak kapan Naysa senang mengotori rumah pohonnya dengan banyak tempelan kertas?

Merasa penasaran, Nessa membaca satu persatu tempelan kertas yang bertuliskan dengan spidol berwarna merah itu.

 

AKU BENCI MEREKA!

 

Satu kalimat yang Nessa pikir itu adalah salah satu dari sekian rahasia milik sahabatnya.

 

INGIN RASANYA AKU MERACUNNYA!

 

SIAL! KENAPA ARSENIK ITU TIDAK BEREAKSI?! AKU SUDAH BENAR-BENAR MUAK DENGAN MEREKA!

 

Kali ini, Nessa pikir diary Naysa berubah menjadi beberapa lembar tempelan kertas di tembok.

 

JADI AKU ANAK BUANGAN?!

AKU BENCI IBU DAN AYAH!

BERANI-BERANINYA MEREKA BERBOHONG PADAKU!

 

DEG!

 

Entah kenapa perasaan Nessa berubah 180 derajat dari sebelumnya. Kini rasa penasaran semakin mendominasi di dalam tubuhnya.

 

INGIN SEKALI AKU MEMBUNUH MEREKA BERDUA AGAR MEREKA BISA MERASAKAN BAGAIMANA RASA SAKIT YANG KURASAKAN!

 

MUNGKIN REM BLONG SATU-SATUNYA SOLUSI TERBAIK.

 

Lutut Nessa seketika lemas, selemas jelly. “Tidak. Ini pasti tidak mungkin,” gumamnya beberapa kali.

“Apanya yang tidak mungkin, Ness?” ujar suara lain dari belakang tubuhnya, yang Nessa yakin ialah Naysa. “Ini semua sudah terencana, bukan? Jadi apalagi yang ingin kau pungkiri?”

“Ja-jadi ini yang kau maksud dengan rahasia terbesarmu?”

Naysa mengangguk ringan seakan membenarkan ucapan sahabatnya. “Tepat sekali. Ini rahasia terbesarku—oh tidak, lebih tepatnya rahasia mengerikanku. Terdengar menarik, bukan?

Dengan gerakan cepat, Nessa mengambil ponselnya. “Aku akan melaporkanmu pada poli-…”

Tapi sayang, gerakan Naysa lebih cepat dari perkiraan. Akibatnya kini ponsel Nessa pun berpindah tangan.

“Bukankah kita adalah sepasang sahabat? Jadi kuharap kau bisa melakukan apa yang seharusnya para sahabat lakukan sewajarnya-…”

Naysa melangkah maju yang mengakibatkan Nessa berlaku sebaliknya. Gadis Han itu menatap sahabatnya dengan raut wajah takut, apalagi saat sahabat “Nay”-nya itu membisikan sesuatu di depan rungunya.

“Termasuk menjaga rahasiaku.

 

— FIN —

Bebe Notes:

  • Setelah sekian kali coba bikin orifict tapi gagal terus dan setelah dibelain begadang gegara ngejar deadline, Alhamdulillah nggak sia-sia 🙂
  • Buat kak Nis, thanks udah kasih kesempatan ke orifict ini, padahal kupikir ini ancur banget demi apa 😥
  • Buat kak Gecee, maaf nyampah di TL kakak malem-malem gini wkwk… Biasa mager :v
  • Dan makasih buat yang udah mampir atau bahkan nyempetin baca /kePDan lu be! -_-/ dan mungkin udah familiar sama nama ini hehe… maafkan lagi nggak ada stok nama lain dan ku masih candu sama nama ini 😀

Warm Regards,

BaekMinJi93

Iklan

4 thoughts on “[Ficlet] Paper Sheet Of Secret

  1. BEBEB SEREMMMM PLSSS
    Entah kenapa tapi aku langsung keinget film Orphan…kemaren abis nonton itu, ada rumah pohonnya juga kan ya:””
    Semoga temen deket aku gaada yang psycho kayak gini:”
    Serem banget sum…bikin parno kan ya yg namanya psycho tuh. Ah, sudahlah…
    Beb pokok e ini hacepp, diksinya dd kalah;; Perlu banyak2 belajar deh dd huhu;;
    Nice fict(serem juga beb), keep writing!!

    Suka

    1. REPPPP… Maafkan aku barusan bales huhu 😥
      Hehe benarkah? Tbh aku nggak tau film Orphan gimana ceritanya, cuma yang aku inget itu waktu si anak kecil itu ternyata udah umur 33 tahun–eh bener gak?–hehe 😀
      Semoga aja nggak ada lah rep aminnn… Aku juga gak mau punya temen psycho kaya gitu, jangan sampe lah 😦
      Astaga, senpai bilang diksi dd hacep? Nggak salah tuh, huhu jangan PHP-in aku ya rep, udah cape soalnya 😥 /abaikan/
      Thanks udah baca dan komennya ku suka ❤ ❤ ❤

      Suka

  2. SAIKO DASAR SAIKO NAYSA SAIKOOOOOOOO……
    Aku malah jadi kasian sama ortunya naysa udh diracun arsenik (walau ga mempan) terus dibuat kecelakaan mobil…

    DAN KENAPA FIC INI BAGUS SEKALI HUHUHU KAMU AKU ANGKAT TOPI BE AAAAAAAA

    Keep writing adek sayang ❤❤❤

    Suka

    1. KYAAA AKHIRNYA KAK GECEE DATANG… /tebar confetti/
      Naysa nya emang rese kok kak, gak tau di untung /apa seh?/
      Astaga kak, ini masih jauh dari kata bagus huhu, jadi gak perlu angkat topi segala *nyanyi sha sha sha bareng Sana* /JEDER/
      Thanks udah baca dan keep writing juga buat kakak kesayangan ❤ ❤ ❤

      Suka

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s