[Vignette] Milkshake Confession

136401308741004

MILKSHAKE CONFESSION

©2016, BaekMinJi93

 .

Starring with

Seventeen’s Kim Mingyu and OC’s Nessa Han

slight mention!

EXO’s Do Kyungsoo and OC’s Jane Han

 .

| AU! – Fluff – Romance – Slice Of Life | Vignette | General |

.

Disclaimer

This story purely mine.DON’T BASHING AND DON’T PLAGIARISM!

Happy reading ….


“Bagaimana kalau sembari keliling kota kau kugendong? Mau?”


Hari ini benar-benar hari yang begitu melelahkan bagi Mingyu. Tak hanya lelah fisik, pemuda Kim itu juga lelah batin. Bagaimana tidak? Jika kau berada di samping Dokyeom sekarang, Mingyu yakin kau pasti ingin menamparnya dengan keras hingga membuatnya amnesia sementara—setidaknya bisa melupakan kejadian hari ini sejenak.

“Oh Soonyoung hyung, apa yang kau rasakan ketika perform bersama Yuju tadi? Itu pasti menyenangkan. Ayo kita bertukar jiwa sekarang—oh, tapi sebelum itu semua terlaksana, kita harus memutar waktunya. Ya benar, sepertinya aku harus meminjam mesin waktu milik Doraemon saat ini.”

Sejak tiga puluh menit yang lalu topik dari ocehan Dokyeom tidaklah berubah, masih seputar Yuju, Yuju, dan Yuju. Hal itu sontak membuat sang leader merasa terganggu.

“Diamlah atau aku bersumpah akan memenggal kepalamu sekarang juga!”

Mendengarnya seketika membuat bulu kuduk Dino bergidik. “Kau mengerikan, Hyung.”

Dan selanjutnya keadaan di mobil seketika hening. Tak ada suara Dokyeom yang merengek atau sejenisnya dan sudah sepatutnya Seungcheol bersyukur setidaknya ancaman yang ia berikan bisa membuat mulut besar Dokyeom seketika mengatup bak venus flytrap yang berhasil menangkap mangsanya.

Baru saja Mingyu berniat menutup mata, sebuah getaran dari saku celananya sontak membuatnya kembali terjaga. Sempat ia berdecih kecil dan mengumpat dalam batin pada pelaku tersebut, namun sekarang ia menyesalinya. Kurva di wajahnya seketika mengembang kala melihat sebuah nama yang begitu dirindukannya tertera di ponsel.

Nessa Han

Guess where???

 

Kim Mingyu

Jangan bilang kau ….

 

Nessa Han

Kemarilah dalam waktu lima menit. Jika tidak, aku akan pulang ke Korea sekarang juga.

 

Kim Mingyu

Memang kau ada di mana sekarang? Dan hei! Kau bercanda? Aku sedang dalam perjalanan ke hotel dan astaga kenapa macetnya jalanan Hongkong melebihi jalanan Seoul???

 

Nessa Han

Kau tahu sendiri ‘kan aku tidak suka bercanda denganmu. Ayo cepat kemari dan jika aku tak kunjung melihat rambut menjijikkanmu di pintu café, jangan harap aku akan membuka pintu rumahku untukmu.

 

Kim Mingyu

Setidaknya ada Jane yang akan membukakan pintu untukku.

 

Nessa Han

Setidaknya sepuluh pack chocopie cukup membuat Kak Jane menuruti permintaan adiknya yang manis ini.

 

Kim Mingyu

Masih ada Kak Naysa, jadi tenang saja.

 

Nessa Han

Kak Nay sedang tidak ada di rumah sekarang. Jadi pupuslah harapanmu, Kim Mingyu.

 

Sialan!

Nessa selalu bisa membuat Mingyu bungkam dan kehabisan kata-kata untuk membalasnya. Sejenak Mingyu menghembuskan napas kasar dan mengalihkan atensi pada manager-nya.

“Bisakah kau menurunkanku di restoran dekat hotel? Kuharap kau bisa melajukan mobil ini lebih cepat sedikit.”

Seungcheol lekas melempar atensi pada pemuda Kim tersebut. Dapat Seungcheol tangkap sebuah raut gelisah tercetak di wajah tampannya sekarang. Saking gelisahnya, sampai-sampai Mingyu harus berulang kali membuka layar ponsel hanya sekedar untuk mengecek jam.

“Nessa?” tanya Seungcheol singkat namun cukup membuat Mingyu bergumam membenarkan. “Kuharap gadis itu tak akan merajuk hanya karena melihatmu bersama Eunha tadi, Ming.”

Kuharap juga begitu.

***

Mingyu mengeratkan hoodie dan masker yang ia kenakan sembari fokusnya dengan jeli memperhatikan keadaan sekitar—waspada jika ada sasaeng fans yang mengikutinya. Dengan hati berdebar dan juga untaian langkah panjangnya yang tergesa, pemuda itu berhasil memasuki café dengan aman. Menjadi sebuah hal yang tak begitu susah bagi Kim Mingyu untuk menemukan kekasih kurusnya itu. Dengan modal melihat warna rambutnya saja, dalam sekejap Mingyu yakin jika dirinya tidak akan salah sasaran kali ini.

“Hei,” sapanya lembut seraya memeluk belahan jiwanya dari belakang.

Nessa menoleh dan sontak mendengus kesal. “Kau terlambat dua puluh menit, Tuan Kim.”

“Aku tahu,” sahut Mingyu ringan dan masih dengan posisi yang sama seperti sebelumnya. “Tapi aku senang melihatmu masih setia menungguku di sini dan tidak memutuskan untuk pulang cepat.”

Nessa berdecih dan diikuti dengan tertawa kecil. Masih bersama pelukan hangat, Mingyu berbisik di depan telinga gadisnya. “Aku merindukanmu.”

“Aku juga,” balas Nessa jujur dan senyum keduanya pun mengembang setelahnya. “Duduklah. Aku akan mentraktirmu hari ini.”

Mendengar ucapan Nessa barusan seketika membuat wajah Mingyu berseri seolah baru saja mendapatkan permen kapas secara gratis.

“Kau serius?”

“Anggap saja ini sebuah traktiran dariku karena Seventeen menang dan kau berhasil melakukan perform-mu dengan baik bersama Eunha unnie.”

Seketika hati Mingyu bagaikan dilempar batu besar. Perasaannya tak menentu sekarang.

“Ness—”

“Kau pasti berpikir aku sedang merajuk ‘kan? Hahaha tenang saja, aku tidak marah kok.” Meskipun berkata seperti itu, Mingyu yakin ada yang aneh dengan nada ucapan Nessa barusan. “Cepat pesan makananmu sebelum aku berubah pikiran.”

Alih-alih memanggil pelayan untuk memesan makanannya, pemuda Kim tersebut malah menggenggam telapak tangan Nessa erat. Seraya menatap Mingyu dengan raut wajah bingung, gadis itu kembali bersuara.

“Ada apa?”

Mingyu tak tahu harus memulai dari mana, tapi ia harus menanyakan hal ini sebelum semuanya terlambat.

“Kau … serius tak marah padaku? Hei, kau tahu sendiri jika itu hanyalah—”

Hahaha sepertinya aku belum pernah bercerita padamu jika aku adalah shipper beratmu bersama Eunha unnie, ya?”

“Eh?” beo Mingyu tak mengerti.

“Meskipun aku lebih senang memasangkanmu dengan Eunseo unnie sih,” lanjut Nessa seakan tak peduli dengan raut wajah Mingyu yang bingung.

Ada apa ini sebenarnya? Oh sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk dirimu mengucap syukur, Ming.

“Kau tidak merasa eum … cemburu?”

“Sedikit.” Lagi-lagi ucapan Nessa yang terkesan jujur dan tanpa beban tersebut seketika hati Mingyu bagai tertusuk panah. “Tapi toh aku senang, karena aku sudah menemukan penggantiku jika—”

“HEI!” bentak Mingyu yang tentu saja membuat Nessa seketika bungkam dan menunduk dalam.

“Apa ada yang salah dengan ucapanku? Aku hanya mencoba untuk—”

“Aku mencintaimu,” potong Mingyu cepat sembari mengangkat dagu Nessa dan menatapnya dalam. Nada bicaranya pun mulai melembut. “Kenapa kau tak pernah memberiku kesempatan untuk menjelaskan semuanya, hm? Lupakan semuanya dan mari kita bersenang-senang berdua sekarang.”

Nessa masih bungkam, tak tahu harus berkata apa. Benaknya pun kini terasa abstrak. Andaikan sang benak adalah lukisan bernilai jual tinggi, mungkin Nessa tak segan menjualnya saat ini juga.

“Sekarang coba jawab aku dengan jujur,” kata Mingyu kembali dengan nada lembut seperti biasanya. “Kau kemari dengan siapa, hm?”

“Berjanjilah untuk tidak marah padaku jika kau mengetahuinya.”

Mingyu mengangkat telapak tangan kanannya. “Aku berjanji.”

Hehehe, aku kemari bersama Kak Jane.”

Kerutan di dahi pemuda Kim tersebut sontak tercipta. “Lalu?”

“Sebenarnya pekan ini adalah pekan ujian.” Mendengar pengakuan sang gadis, seketika air muka Mingyu berubah. “Hei, dengarkan aku dulu. Aku kemari—”

“Kenapa kau malah pergi kemari, huh?

Ish, kubilang dengarkan aku dulu!” tukas gadis itu, sedangkan kekasihnya tersebut hanya melipat tangannya dengan raut wajah kesal. “Tenang saja, aku belajar kok. Bahkan aku membawa bukunya. TADA!!!

Namun sayang, sepertinya itu tak membuat emosi Mingyu seketika luntur dan jujur saja hal ini membuat Nessa sedikit merasa takut. Yah … dibalik sikap Mingyu yang sering mengalah pada saat berargumen dengannya, tapi tak menutup kemungkinan jika pemuda itu bisa menjadi monster untuknya.

“Oh ayolah, Ming. Kumohon jangan marah. Aku kemari hanya ingin menyemangatimu dan terasa sia-sia saja jika aku kemari untuk melihat wajah masammu.”

Disertai dengan aegyo-nya, Nessa mulai merayu kekasihnya. Meskipun bersusah payah pemuda itu menahannya, tetapi tetap saja aegyo dari seorang Nessa Han adalah jurus terampuh untuk membinasakan emosinya.

“Berhenti memasang wajah seperti itu. Asal kau tahu saja, itu terlihat menjijikan, Ness.”

“Sial,” umpat Nessa kesal yang hanya Mingyu balas dengan kekehan kecil. Keadaan kembali hening sejenak sebelum akhirnya sang gadis melanjutkan. “Kau serius tak ingin memesan apapun?”

“Tidak. Aku sudah merasa kenyang hanya dengan melihatmu seperti ini,” balas Mingyu sembari berpangku tangan.

“Tingkahmu bahkan lebih menjijikan ketimbang aegyo-ku,” cibir Nessa dan lagi-lagi Mingyu hanya tertawa kecil. “Omong-omong, aku akan pulang ke Korea malam ini. Kau bertemu dengan Kak Jane, tidak? Tadi Kak Jane bilang dia memiliki janji bertemu dengan Kak Kyungsoo.”

Mendengar ucapan gadisnya, seketika wajah Mingyu mengkerut. “Pulang? Apa kau tak ingin menghabiskan waktu denganku di sini lebih lama lagi?”

Well … sepertinya ada yang lupa dengan tingkah lakunya sendiri tadi,” sindir gadis itu sambil menyesap milkshake strawberry yang sempat gadis itu lupakan sejenak.

“Oke, maafkan aku.” Seakan malas membalas, gadis itu hanya menggumam sebagai balasannya. “Astaga, Ness. Kau marah padaku?”

“Tidak.”

“Oh Tuhan, padahal aku berencana untuk mengajakmu keliling kota dan pulang bersama berdua besok.”

“Keliling kota saja? Lapar, Ming.”

“Memang kau mau makan makanan berat malam-malam seperti ini?”

Entah kenapa, seketika kedua bola mata Nessa membulat. “Kau ingin aku gendut, huh?!

“Meskipun kau gendut, aku tetap mencintaimu.”

Cih, gombal.”

Mingyu pikir jika dirinya tak mengganti topik pembicaraan, percakapan ini tidak akan berakhir dan rencana jalan-jalannya bersama Nessa akan gagal. Dan entah sejak kapan, pikiran jahil pun muncul di benaknya.

“Bagaimana kalau sembari keliling kota kau kugendong? Mau?”

 

FIN

 

Bebe’s Notes:

Whoaaaaa …. siapa yang kangen sama mereka??? *hening* *krik krik krik*

Oke, baiklah lupakan. Bicara tentang perform Mingyu kemarin kyaaaaa …. aku suka ❤ ❤ ❤

Aku gak bakal nyampah di sini karena jujur aku udah kehabisan bahan wkwkwk

Betewe, nih kapel jarang banget loh akurnya. Jadi berbahagialah kawan melihat Nessa—sedikit—lebih—dewasa—daripada—biasanya hahaha 😀

Warm Regards,

—BaekMinJi93

Iklan

4 thoughts on “[Vignette] Milkshake Confession

  1. Waaa ini opening yg manis banget ❤❤ stelah lama g baca FF huhuhuhu
    pehliiiiiiiiizz ku sdh brharap bet yuju ama mas dk pas perform kmaren 😥😥
    waai mnet ngepair yg ga terduga gitu

    Suka

    1. Huhu apalagi ku yang hampir gak pernah baca FF sekarang 😂😂😂
      Aku juga awalnya ngarep banget kalo yang special perform tuh DK-Yuju soalnya ada yang bilang kalo main vocalnya. Ah tapi Mnet PHP ih 😭😭😭
      Betewe thanks udah baca 😊😊😊

      Suka

  2. DAKU!! DAKU YANG KANGEN SAMA MEREKA AHAHAHAH
    pertama, makasih sudah menyertakan Jane Han sama Kyungie si bunder squishy di sini ahahhahaha /abaikan

    TAPI AKU SENENG BANGET YAWLAH LIAT(?) NESSA SAMA KIMING AKUR GITU ulalala lucu mereka kalo akur gini gemesh aku XD
    Akur terus sama kiming ya dekku…. –Jane

    Suka

    1. Hahaha sama-sama, Kak >.<
      Dan masalah keakuran Kiming x Nessa sih akur mah akur, tapi omongannya Nessa tetep savage as always 😂😂😂

      Doain kita selalu akur ya, Kajen plus Nessa nggak ngambekan lagi 😂😏😁 -Nessa x Kiming

      Thanks udah mampir ^-^

      Suka

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s