[Vignette] My Wish and Your Surprise

Image_985931f

MY WISH AND YOUR SURPRISE

©2017, BaekMinJi93

.

Starring with

Seventeen’s Vernon ChoiI.O.I’s Jeon Somi

slight! Loona’s Jeon Heejin and mention! SR15G’s Herin Seo

.

| AU! – Family – Fluff – Romance | Vignette | Teens |

.

This story and moodboard purely MINE!

Happy reading, guys ~

.

Meski terdengar jahat, namun Somi tetap memanjatkan harapan itu pada Sang Kuasa.

.

Mendung di hati cukup membuat Somi mengkerut seharian. Lantaran merasa senang dengan kehadiran sang sepupu, gadis Jeon tersebut terus berharap akan sebuah hikmah dibalik semua hal yang telah terjadi.

“Astaga Somi … ini benar-benar buruk.”

Gadis blasteran tersebut sontak memutar bola matanya malas kala Heejin—si sepupu menyebalkan sejagat raya bagi Somi seorang—berkomentar pedas ala juri yang sering ia saksikan di layar kaca. Kedua manik yang membulat dan decakan yang Heejin lontarkan membuat Somi berpikir jika sepupunya ini membutuhkan perawatan khusus segera.

“Astaga Kak … toh dunia tidak akan kiamat hanya karena nilai ulanganku jeblok,” balas Somi seraya menyampirkan tas selempangnya di bahu. “Sudahlah, aku pergi dulu.”

Belum sempat Somi menciptakan langkah ketiganya, sebuah lengan menarik blouse baby blue-nya.

“Tidak, tidak. Kuyakin ibumu akan meledak jika mengetahui ini semua.”

Oh Tuhan … andai saja dia bukan sepupuku, aku bersumpah akan menyumpal mulutnya yang bau itu!

“Lantas kenapa? Ah sudahlah, Kak. Herin sudah menungguku di taman.”

“Sekali tidak tetaplah tidak, Adik kecil.”

DEG!

Adik kecil.

Jujur, Somi merindukan panggilan itu bertandang di rungunya. Namun kini Somi sadar jika keadaan jauh berbeda dengan sebelumnya, bahkan jika kenangan itu terngiang di benaknya, yang bisa ia lakukan hanyalah menggigit jari dengan harapan penuh kehampaan.

“Somi,” panggil Heejin seraya melambaikan tangannya tepat di wajah sang adik sepupu yang pada kenyataannya nihil. Merasa kesal tak kunjung mendapat tanggapan, Heejin lantas memilih opsi terakhir. “YAK, JEON SOMI! APA KAU SUDAH TULI, HUH?!

Ah, apa?” Seakan baru tersadar dari mimpi buruknya, seketika Somi berlagak menjadi linglung. “Apa kau mengatakan sesuatu, Kak?”

Heejin menghela napas kasarnya. “Aku bilang, masuk ke dalam kamar sekarang dan jangan coba-coba untuk keluar sebelum aku menyuruhmu.”

Hell. Dia pikir dia siapa? Dasar cerewet!

“Tapi, Kak—”

“Tidak ada tapi-tapian. Ayo masuk!”

HUH! DASAR JEON HEEJIN SIALAN! TUNGGU PEMBALASANKU!

***

Tak ada yang dapat Somi lakukan selain meminta maaf berulang kali pada Herin karena membatalkan rencana mereka tiba-tiba. Jika ditilik ulang, toh ini bukanlah sepenuhnya kesalahan Somi. Jika saja sang ibu tak mengundang sepupu menyebalkan itu untuk menjaganya di rumah, Somi yakin semua akan berjalan baik-baik saja.

ARGH! DASAR JEON HEEJIN KEPARAT! AKU MEMBENCIMU!” umpat Somi untuk ke sekian kalinya.

Namun siapa sangka, sebuah suara yang membalas umpatannya pun cukup membuat bulu kuduknya meremang.

“AKU MENDENGARNYA, ADIK KECIL. JIKA KAU BERSEDIA, AKU TAK AKAN SEGAN MEMBERIKAN REKAMANNYA PADA IBUMU. JADI TENANGLAH JIKA TAK INGIN SEMUANYA TERBONGKAR.”

Somi seketika bungkam. Sekilas bibir gadis itu memang bungkam, namun tak ada yang bisa menebak isi hatinya, bukan?

Merasa pasrah, Somi pun memutuskan untuk mengistirahatkan diri sejenak. Baru saja ia berniat memejamkan matanya, suara pintu terbuka dengan lancangnya bertamu di kedua rungu dara Jeon tersebut.

“Hei, Adik kecil! Bangunlah. Ada yang ingin bertemu denganmu.”

Alih-alih menuruti perintah Heejin, Somi memilih membalik posisi tidurnya. “Ah, tidak bisakah kau membiarkanku bebas sebentar saja? Aku malas berdebat denganmu saat ini.”

“Siapa juga yang ingin berdebat denganmu?” cibir Heejin tak mau kalah. “Cepat bangun atau aku yakin rekaman ini tidak akan—”

“OKE, AKU BANGUN SEKARANG. KAU PUAS?”

Senyum Heejin seketika merekah melihat reaksi lucu adik sepupunya itu. Jemarinya lantas menyisir lembut surai kecoklatan milik Somi.

“Aku tahu kau kerbau,” tutur Heejin lembut yang sontak mengundang decakan kesal dari Somi seorang. “Tetapi ada kalanya di mana kau perlu menyembunyikan sisi burukmu itu ‘kan?” lanjutnya dengan senyum mencurigakan.

Sembari mengerutkan alis bingung, Somi pun tak pelak melontarkan sebuah pertanyaan. “Maksudmu?”

Lantaran menjawab, Heejin lantas membuang pandang pada pintu kamar Somi. Di balik kayu kokoh bercat ungu muda dengan motif polkadot pink tersebut, sosok pemuda dengan wajah yang hampir serupa dengannya tiba-tiba muncul.

Happy birthday, Adik kecil.

Bukan. Tentu saja itu bukanlah suara Heejin. Berani bertaruh, Heejin tidak akan pernah memiliki suara berat seperti itu. Namun tak dapat dipungkiri, Somi mengenal suara itu dengan baik. Bahkan jika boleh meralatnya, Somi ingin mengaku jikalau dirinya merindukan suara itu bermain di rungunya.

AW! Kenapa kau mencubitku, Bodoh?!

“Seharusnya aku yang bertanya padamu. Kenapa pemuda ini bisa datang kemari, huh?!

Lagi-lagi hanya senyum kejahilan yang dapat Somi tangkap di wajah cantik milik sang sepupu. “Itu rahasia.”

“Hei, Somi. Bagaimana kabarmu?”

Siapapun jangan coba ingatkan jika Somi sedang salah tingkah saat ini. Sejuta kupu-kupu lantas mengepakkan sayapnya di perut. Euforia kebahagiaan tak luput menghiasi perasaan Somi kali ini.

“Seperti yang kau lihat,” balas Somi berusaha menetralkan nada bicaranya. “Lantas bagaimana dengan dirimu sendiri, Vernon-ah?

Sebuah tawa disertai dengan suara kesakitan menjadi sebuah kombinasi manis untuk mengisi kamar Somi senja itu.

“Kenapa kau mencubit hidungku, huh?!” protes Somi dengan hidung memerah yang tak pelak membuatnya terlihat imut di fokus pemuda Choi tersebut.

“Kau lucu,” komentar Vernon singkat.

“Apanya yang lucu?”

“Hidungmu.”

“Sialan!” umpat Somi sembari memukul bahu Vernon brutal.

Tak ada lagi sebuah hawa dingin yang menyergap keduanya, kini hanya sebuah kehangatan dan juga sebuah harapan yang sempat mengisi relung hati keduanya.

“Hei, hentikan!” seru Vernon mencoba melepaskan diri sekaligus mengamankan kue tart-nya. “Kau tidak ingin membuat sebuah harapan, huh?

“Untuk apa? Seluruh harapanku sudah lama musnah karenamu.”

Vernon sontak terdiam mendengarnya, namun sedetik kemudian senyum di wajahnya tercetak guna memanipulasi kesedihan yang dirasakannya.

“Cepat tiup lilinnya dan buatlah sebuah harapan sekarang.”

“Kau belum menjawab pertanyaanku tadi. Bagaimana kabarmu?”

“Buruk,” sahut pemuda itu cepat.

“Kenapa?”

“Jika aku menjawabnya dengan jawaban ‘karenamu’, apa kau akan mengurungkan niat untuk memakan kue ini? Oh ayolah, aku sudah tak sabar ingin memakan kue ini.”

“Asal kau mau menceritakan hubunganmu dengan Jossie saat ini.”

Tepat setelah mengatakan hal itu, Somi lantas menutup kedua matanya dan memanjatkan sebuah harapan nakal.

Semoga Vernon dan Jossie cepat putus. Meski ingin terdengar jahat, namun kupikir Kau dapat mengerti perasaanku, Tuhan.

Dan akhirnya ia memutuskan untuk meniup lilin yang tengah asyik menari dengan lihai tersebut.

“Aku dan Jossie sudah lama putus.”

Eh?” Hanya itu yang berhasil keluar dari bibir Somi sembari mengoleskan krim di pipi Vernon. “Kau tidak sedang membual ‘kan?”

“Untuk apa? Toh aku tahu semua ini sudah menjadi harapanmu sejak lama ‘kan, Adik kecil?

Somi tak menjawab dan memilih melempar pandang pada sekeliling asal tidak mengarah pada sang pemuda.

“Somi-ya!

Hm?

CHU ~

Dapat Somi rasakan sebuah benda lembab menempel di pipinya. Meski hanya sekilas, namun percayalah hati Somi bak taman bunga yang bermekaran di musim semi. Menggaruk tengkuk canggung, Vernon bersusah payah mencoba menjelaskannya pada sang gadis.

“Meski aku tahu Heejin memang sangatlah menyebalkan, tetapi percayalah ini semua adalah ideku. Namun aku tidak menyangka jika ia akan berbuat sejauh ini. Sepertinya aku perlu mentraktirnya besok.”

CHU ~

Kini giliran Vernon yang membeku di tempat. Oh ayolah, siapapun akan belaku demikian di kala sang gadis pujaan mencium pipimu untuk pertama kalinya.

“Aku menyukaimu, Choi. Kuharap ciumanmu barusan memiliki dasar yang sama dengan apa yang kurasakan dan terima kasih banyak untuk semua kejutannya.”

 

FIN

 

Bebe’s Notes:

Dua hal yang akan kusampaikan di catatan ini:

  1. Happy birthday, Dedek Somi-ku >.< Wish you all the best and God bless you ^-^
  1. Happy debut fict shipper kesayangan ❤ ❤ ❤ semoga langgeng ya :))

 

Warm regards,

—BaekMinJi93

Iklan

One thought on “[Vignette] My Wish and Your Surprise

  1. Jujur… Agak ga ngerti pas baca yg awal2nya hahaha tp pas udh vernonnya muncul yawlah ini kyut bgt astaga…. Mana pake kiseu2 lucu gitu hahahaha dek somi masih kecil sayy /plak
    Nice fic be!!

    Suka

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s