[Ficlet] Bebe’s Diary Series #2 – Million Of Alibi

0654c7d93ea04a7bfbbec7b4d1acf739.jpg

Source of picture by here


Tak perlu repot mengumbar alibimu, tanpa kau berkilah pun aku sudah tahu akan isi hatimu sebenarnya.

©2017, BaekMinJi93


Andai kau tahu semuanya, hati ini terus menangis kala mendengar satu demi satu alasan yang kau katakan untuk menolak hal yang tak ingin kau kehendaki. Toh aku pun tak meminta padamu secara langsung dan kuharap dengan sangat janganlah kau berpikir apa yang dilakukan oleh kawanku barusan bersumber dari otakku.

Kau datang di saat perasaanku penuh kebimbangan akan kepahitan cinta masa lalu. Dengan perlakuan manis, kau membuatku terbang ke angkasa dan melupakan presensi pemuda yang sempat mengisi singgasana hatiku terlebih dahulu. Dengan seluruh bakat yang kau tumpahkan di hadapan khalayak, kau membuatku terpesona dengan memantapkan hati untuk memilihmu sebagai Putra Mahkota atas Kerajaan Hatiku. Menerjang ombak badai yang menghadang dan menangis hanya karena mendapati sebuah kenyataan yang selalu kutakuti hingga saat ini—kenyataan akan sahabatku menyukaimu jua.

Aku tidak tahu berapa banyak kristal bening yang jatuh akibat ulahmu. Kau membuat suasana hatiku seakan dihantam tsunami dahsyat di kala sang netra menangkap sosokmu bergurau dengan sahabatku. Meski sang malaikat terus berbisik dan mengatakan aku tak perlu melakukan hal itu, namun tak pelak sang iblis terus membawa prasangka buruk untuk menghiasi relung perasaan.

Kau hebat!

Sangatlah hebat, Anak Muda!

Dan keadaan semakin memburuk di kala kian hari frekuensi kedekatanmu denganku kian berkurang. Aku tidak tahu harus memberimu gelar apa saat ini. Ingin rasanya memberimu label “Tukang Pemberi Harapan Palsu” tepat di belakang namamu, tapi aku sadar aku bukanlah siapa-siapa dan sama sekali tak berhak untuk melakukannya.

Aku tahu kau baik dan ramah kepada seluruh gadis yang kau temui, namun seringkali kebaikanmu sengaja aku salah artikan. Degup jantung yang berlari kencang di kala fokus ini bersua dengan milikmu seolah terus menahanku untuk tak melupakanmu. Hingga sekon ini, satu-satunya pujian darimu yang tercetak jelas di benakku adalah,

“Kenapa tulisanmu bagus, Be? Bagaimana caranya?”

Oh Tuhan, bahkan hanya dengan kalimat tersebut kau dapat membuat hatiku bersemi oleh indahnya bunga sakura.

Sekali lagi, kau sungguh sangatlah hebat, Anak Muda!

Jauh di dalam sana ada rasa gelisah di saat teman-teman menyinggung akan tugas menyebalkan. Yang anehnya hanya kenangan buruk itulah yang terlintas di otakku saat mereka mengatakan satu kata, drama. Ya, tugas drama seolah-olah menjadi sebuah trauma tersendiri bagiku.

Berjuta bayangan manis di benak seketika pupus di saat mendengar permintaanmu untuk berganti peran dan untuk ke sekian kalinya keputusanmu membuatku berpikir jika kau menjauhiku. Rasa malas seketika merundung saat kerja kelompok disepakati dan sialnya kini ayahku sedang tak ada di rumah yang mau tak mau aku harus berani untuk menunggu kehadiran abang mikrolet kesayangan.

Oh ayolah, ini berlebihan sekali.

Jujur harapan itu pastilah ada. Harapan aku dibonceng olehmu seperti yang sahabatku ceritakan setiap waktu terngiang manis di benak, namun sedetik kemudian hancur berkeping-keping hanya karena jutaan alibi yang kau lontarkan. Kasarnya, kau tidak ada niatan sedikit pun untuk mengantarkanku kan?

“Kenapa kau tidak bareng saja dengannya?”

Sebuah kalimat yang terlontar lancar dari bibir kawanmu saat aku baru saja menempatkan diri di boncengannya sontak membuat hatiku kembali menangis.

“Percuma. Terlalu banyak alasan yang dilontarkannya,” sahutku pasrah yang dibalas oleh anggukan kecil kawanmu.

Sepanjang perjalanan air mataku seolah mendesak untuk segera terbebas dari penjara, namun sayangnya tidak bisa. Sialnya, aku kembali berlaku menjadi gadis cengeng di hadapan ibuku karenamu.

Intinya, jika kau ingin menolak sesuatu tak perlulah berkilah dengan sejuta alibi yang menghiasi dan bahkan aku juga bukanlah tipe gadis yang akan meminta secara langsung padamu dengan raut penuh rasa dikasihani. Rasa gengsiku terlalu besar untuk melakukan itu semua, asal kau tahu saja.

.

—Bebe, 21 Maret 2017

13.55 P.M

Iklan

2 thoughts on “[Ficlet] Bebe’s Diary Series #2 – Million Of Alibi

  1. Beeeee…efek sering dicurhatin olehmu keknya jd aku kebayang tumpahan (atau luapan?) emosimu saat nulis ini… Diksinya terlalu gilaaa… Naik turun(?) emosinya bagus bgt gtu jd bkin ikutan baper…. Apa ya… Kek seolah2 aku jg merasakannya gtu…
    Tingkatkan lagi be… Permainan katamu, perasaan yg tertuang(?) ya itulah pokoknya hahaha..

    Ps: semoga dia cpt peka yaaa

    Suka

  2. Hehehe Kace sepertinya udah tau unsur dasar dari seluruh curhatanku 😂😂😂 dan sepertinya kantung kesabaranku udah penuh saat ini.
    Makasih udah baca, Kak dan semangat buat Kace!!!

    P.s : Sepertinya dia udah peka, tapi dia memilih untuk diam dan menjauh 😭😭😭

    Suka

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s