[Vignette] My Sweetest Candy Yum!

pin_721913015239424378.jpg

MY SWEETEST CANDY YUM!—

©2017, BaekMinJi93

.

Starring with

Produce 101 C9 Trainee’s Bae Jinyoung OC’s Beatrice Song

.

| AU! Fluff RomanceSchool Life Slice Of Life| Vignette | Teens |

.

Disclaimer

This plot and OC purely mine!

Happy reading 🙂

.

Summary

“Bae Jinyoung adalah gula-gula termanis yang pernah kutemui selama hidupku. Yum!

.

Get inspired from

BTS — Converse High

.


“Your converse highs

I really really want you”

BTS — Converse High


Penjelasan akan sistem regulasi dari Guru Jung tak ubahnya dengan lullaby bagiku. Lantaran memilih mengalih fokuskan ke arah papan tulis, pikiranku malah melayang jauh ke arah seseorang. Seseorang yang dengan kurang ajarnya memblokade seluruh isi benakku beberapa hari ini.

Jinyoung yang manis.

Jinyoung yang dingin.

Jinyoung yang tampan.

Astaga, entah sejak kapan buku tulisku dipenuhi dengan kalimat serupa. Semuanya berisi pujian untuk seseorang yang sama dan yeah … kau bisa mengatakan jika aku sedang dimabuk cinta sekarang. Bahkan saking mabuknya, aku terus menarikan pensilku dengan ungkapan kalimat serupa hingga bel pulang berbunyi.

“Beatrice, ayo kita pulang,” ajak Chloe sore itu.

Aku sengaja menguntai langkahku ringan, entah mengapa aku merasa enggan untuk cepat pulang hari ini. Pikiranku juga masih tetap sama seperti sebelumnya, masih terarah pada Bae Jinyoung seorang. Aku benar-benar dibutakan oleh cinta.

“Beatrice!” kejut Chloe sembari menyenggol pinggangku, yang sukses membuatku menatapnya bertanya. Gadis itu lantas menunjuk ke arah seseorang yang saat ini berjarak kurang dari lima meter dengan kami. “Jinyoung!”

Satu kata yang cukup membuat degup jantungku berlarian. Oh ayolah, siapa yang tak akan berbunga-bunga jika bertemu dengan sang pujaan hati. Dengan sigap aku merapikan poniku yang sedikit berantakan, kuharap aku masih terlihat cantik di hadapannya. Aku terus menatap postur tinggi itu. Dengan headphone di kepala, ia terlihat semakin menawan di mataku.

Oh, Jinyoung-ah ….

“Hai, Jinyoung!” sapaku manis.

“Oh halo, Bee.”

Merasa terpanggil, Jinyoung melempar pandang ke arahku dan tersenyum. Namun hanya sekilas, sebelum akhirnya dia kembali menunduk. Well … Jinyoung memang terkenal seorang pemalu, namun aku tak menyangka jika reaksinya akan berlaku cepat seperti itu hanya karena sebuah sapaan yang diterimanya.

Ah, manisnya.

***

Hari ini aku bertemu Jinyoung kembali dan sikapnya masih sama seperti sebelumnya saat bersitatap denganku. Bagiku dengan sifat pemalunya, ia terlihat manis melebihi gula-gula kesukaanku dan mungkin jika diibaratkan sebuah gula-gula, dapat kupastikan aku tak akan bosan memakannya karena saking manisnya.

Hembus angin musim semi terasa hangat menyapa kulitku. Hamparan bunga di halaman belakang sekolah seolah menyambut kehadiranku tak kalah hangat. Sesekali aku melempar pandang pada sebuah kotak yang kugenggam saat ini.

Hadiah untuk Jinyoung.

Kau benar, hari ini Jinyoung ulang tahun. Tak ingin kehilangan kesempatan, kupikir aku akan mengakui semua hari ini padanya. Ya, aku memang sudah gila karenanya. Namun melihat dari tingkahnya selama ini padaku, itu akan terasa sepadan karena mungkin Jinyoung juga memiliki rasa serupa denganku. Baiklah, kau boleh mengambil kantung muntahmu sekarang.

“Beatrice!”

Aku lekas melempar pandang ke arah sumber suara. Itu Jinyoung!

Senyum di wajahku lantas mekar bak bunga sukura di musim semi. “Oh, Jinyoung! Kau sudah datang?”

Jinyoung melangkah ringan dan menempatkan diri tepat di sebelahku. “Ada apa kau memanggilku kemari?”

Oh ayolah … kau bicara denganku, bukan dengan rumput, Jinyoung-ah. Tataplah mataku!

“A-aku …,” sahutku gugup. Aku menyerahkan kotak biru padanya yang sudah kuhias secantik mungkin semalam. “Happy birthday. Kuharap kau menyukainya.”

Jinyoung menerima kotak pemberianku dengan bingung. “Terima kasih sebelumnya. Tapi jika aku boleh tahu, kenapa kau memberiku ini?”

“Mungkin karena aku menyukaimu,” jawabku spontan, yang sedetik kemudian aku sadar jika ini adalah satu hal fatal.

Jinyoung terdiam dan seketika terjadi sebuah keheningan di antara kami. Merasa tak enak, aku pun bersiap untuk pamit dari hadapannya. Sungguh, aku tak tahu harus meletakkan wajahku di mana sekarang. Aku malu.

Eum, Jinyoung. Sepertinya aku harus per—”

“—tunggu!”

Langkahku sontak terhenti saat merasa ada yang menahan tungkai kakiku dan pelakunya adalah Jinyoung—aku serius!

Aku sempat terpaku di tempat sejenak, mencoba untuk mencerna hal yang baru saja terjadi.

“A-apa yang kau lakukan?” tanyaku salah tingkah. Percayalah, pikiranku kini mulai melayang ke arah yang tidak-tidak sekarang.

Masih dengan posisi yang sama dan kepala yang tertunduk, Jinyoung mulai membuka suara. “Aku juga suka.”

Eh?! Aku tidak salah dengar ‘kan?

Hatiku sontak melompat riang gembira, namun ragaku tidak. Aku masih terdiam mencoba untuk mempercayai jika kejadian hal ini bukanlah mimpi.

“Ja-jadi, maksudmu kita—”

“Tidak, tidak.” Jinyoung menggeleng cepat yang tentu saja membuat sebuah kekecewaan bersarang di hatiku. “Maksudku—…. Ah, aku bingung bagaimana menjelaskannya.”

Sialan! Masih mencoba berkilah rupanya.

Aku tak sanggup lagi. Aku muak dengan semuanya. Persetan dengan semua perasaanku selama ini. Aku kecewa padanya.

Kuhempaskan tungkaiku sedikit kasar dan berlari menjauhi Jinyoung. Entah sejak kapan sungai di pelupuk mataku mengalir dengan derasnya. Namun tak lama kemudian, langkahku kembali tertahan dan Jinyoung menahanku.

“Tunggu, Beatrice. Aku bisa men—kau menangis?!”

Aku menyeka air mataku kasar. “Tak ada yang perlu dijelaskan lagi, Jinyoung-ah. Maafkan aku, aku yang terlalu berharap banyak padamu.”

“Dengarkan aku,” sentak Jinyoung tegas. Jujur, sentakannya membuatku sedikit menciut. Ia memegang kedua sisi bahuku seraya menatapku dengan tatapan lembut. “Aku terus berjalan menunduk saat bertemu denganmu bukan karena aku adalah seseorang yang pemalu atau sebagainya. Aku menunduk karena aku selalu merasa takjub dengan converse-mu. Aku menyukainya.”

Eh? Apa-apaan ini? Siapapun di sana tolong jelaskan padaku.

Converse-ku? Kau menyukainya?”

Jinyoung mengangguk membenarkan. “Yeah, awalnya. Tapi sekarang kupikir sudah tidak.”

“Apa?” beoku tak mengerti.

“Karena aku telah menyukai hal lain selain converse high yang kau pakai,” sahut Jinyoung ringan dan tak lupa dengan senyum manisnya yang sontak membuatku melupakan rasa kecewaku padanya beberapa saat yang lalu. “Dan hal yang kusuka saat ini adalah dirimu.”

Astaga, siapa pun kumohon cubit aku sekarang. Menyukai diriku? Aku tak salah dengar ‘kan?

“Ji-jinyoung,” aku melepaskan genggamannya pada bahuku. “Aku sedang tidak mood untuk bercanda.”

Jinyoung seketika tergelak. “Siapa yang kau bilang bercanda? Aku serius. Aku menyukai gadis cantik dengan converse high putih polos dan gadis itu adalah dirimu. Bukankah ini yang kau harapkan? Jadi ayo pacaran, hitung-hitung sebagai hadiah terindah untuk ulang tahunku hari ini.”

Senyumku mengembang semakin lebar. Alih-alih terhenti, sungai di pelupuk mataku kembali mengalir deras.

“Astaga! Berhentilah menangis, Bee!” panik Jinyoung sembari mengusap air mataku lembut. “Asal kau tahu, kau terlihat semakin jelek jika menangis.”

“Sialan!” umpatku seraya memukul lengannya ringan.

“Berhenti mengumpat. Aku benci mendengarnya.”

Omong kosong dengan umpatanku yang dibencinya, yang perlu kau perhatikan saat ini hanyalah aku benar-benar bahagia.

“Jadi,” Jinyoung meraih tanganku, menggandengnya. “Apa jawabanmu?”

“Kupikir otakmu terlalu lebar untuk memikirkan sebuah jawaban untukku. Jadi, aku harap kau peka dengan jawabanku, Bae.”

Lupakan dengan persepsiku akan Bae Jinyoung seorang pemalu, karena selama ini alasan yang dimilikinya sangat berbanding terbalik dengan semuanya dan sejujurnya kenyataan itu cukup membuatku merasa kecewa di awal, namun kini seakan terhempas oleh angin musim semi saking bahagianya. Oh ya, aku hampir melupakan satu hal.

Seperti ucapanku sebelumnya, Bae Jinyoung adalah satu-satunya gula-gula termanis yang aku temui selama hidupku dan aku sangat gemas dengannya.

Yum!

 

FIN

 

Some notes from me:

  • HAPPY BIRTHDAY, MY BELOVED JINYOUNGIEEEE :* :* :* Wish you all the best and God bless you! Jinyoung-ah, let’s debut! U-yeah!
  • Happy debut fict with my new couple, Bae Jinyoung x Beatrice Song. Let you say hi for them :))
  • Dan jangan tanya siapa Beatrice Song itu, karena kupikir kalian sudah tahu apa maksud yang tertera jelas di balik nama itu. Hehehe 😀

Last, thank you and see ya!

 

Warm Regards,

—BaekMinJi93

Iklan

6 thoughts on “[Vignette] My Sweetest Candy Yum!

  1. yak mari moveon sejenak dari penistaan baejinyoung yg kubuat dan menikmati fluff khas bebe ft dede jinyoung ini

    DEMI APA INI MANIS ASTAGA…. heh baejin kalo kamu suka sm cwe ya ngomong aja… Ga ush pake malu2 tapi mau gitu asdfghjkl sekali tau ga noona gemes liatnya…
    Terus itu beatrice anjuu i love her reaction hahahaha nyeplos terus nangis astaga random sekali ini anak XD

    Nice fic be… Keep writing yaaa

    AND HAPPY BIRTHDAY TO MY DEAREST LIL BROTHER BAE JINYOUNG❤❤

    Suka

    1. Hai, Kace!
      Iya tuh, Jinyoung mah malu malu meow 😔, kan jadinya si Beatrice salah paham 🙁.
      Well, bukan Kace aja yang merasa gemes, aku juga gemes kok. Bawaannya pengen cubit dia ae unchhhhh 😘.
      Beatrice mah moody-nya kebangetan, jadinya terkesan cengeng gitu 😂.
      Thanks udah mampir, Kak dan keep writing juga buat Kace 😊.

      Disukai oleh 1 orang

  2. Kak bebeeeee, aku kayaknya sombong banget yaa ndak pernah mampir kemari :”) /pulangdonpulang/

    Jadi lagi iseng2 blogwalking dan terdampar dimari, terus nemu gula-gula berwujud manusia. Yum! Mas Baejin nikahi aku maaas😂😂 ini lucu banget, apalagi dengan innocent nya dia bilang “aku juga suka” whai kalimat itu sangat singkat padat jelas tapi bener2 bikin melting aaaaaaaaaaa 😭

    Nice fic kaak, keep writing yaa!❤️

    Suka

    1. Hai, Donaaa!
      Iya nih, mentang-mentang udah senpai jadi males main ke cafeku, aku kan jadi sedih 😢 /ditendang/
      Kuharap blogwalkingnya berfaedah ya, soalnya ketemu sama si unyu cintaQ sayangQ kasihQ Jinyoungie 😂 /flip mate/
      Tapi don, sebelum jinyoung nikahin kamu, dia udah nikahin aku duluan 😜 /buang Bebe/
      Makasih banyak udah mampir, keep writing juga ya buat kamu 😊

      Disukai oleh 1 orang

      1. astagaaa, bukan zenpai bukaaann, mari kita membebaskan diri dari kefanaan ini kak /hah/
        Jinyoungie sayangQ udah dibooking duluan ya………………..aku bisa apa………………..
        /pulangdon/

        Suka

      2. Sayangnya ku sudah menikmati keindahan dunia fana ini don, aku bisa apa? /apa seh?/
        Dibooking katanya, berasa jinyoung itu kamar hotel yak? 😂😂😂
        Guan lin masih nganggur tuh, tenang saja aku tak akan merebutnya darimu 😂😂😂

        Suka

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s