[Vignette] Bebe’s Diary Series #3 – About My Feeling

ae413fa9fbc70704ef649811b5e35bc0

.

WARNING!

Postingan kali ini sangat tidak berfaedah sekali.

Jadi, kuharap kau berpikir dua kali sebelum membacanya.

.


Tujuh tahun bukanlah waktu singkat untuk mendalami sebuah hal. Terjun di dalam dunia fangirl membuatku harus bermain dengan imajinasi dan menerima kenyataan jika sang idola hanyalah kefanaan semata. Alih-alih merasa bosan, entah mengapa aku menyukainya. Bahkan sangat menikmatinya.

Setiap tahun banyak grup idola Negeri Ginseng yang berhasil melakukan debutnya, yang dengan gamblangnya harus kuakui tentang kehebatan visual mereka. Disertai dengan bakat yang dimilikinya, beberapa di antaranya berhasil menarik perhatianku dan kumasukkan ke dalam daftar bias.

Namun sebagai penegasan, arti bias yang kumaksud di sini hanya sekedar suka dan kagum.

Sebagai bentuk apresiasi akan rasa sukaku pada mereka, tak jarang aku membuat karya fiksi tentang kehidupannya sesuai dengan imajinasiku. Mereka kupasangkan dengan para gadis di luar dunia hiburan hanya untuk menjadi sebuah visualisasi akan karakter orisinil yang kubuat dan membuat sebuah skenario cinta versiku—seperti yang kau tahu, ini aliran dominan dalam ceritaku. Well … berlebihan memang, namun tanpa sadar itu seakan sudah menjadi sebuah hobi favoritku.

Namun lagi-lagi cobaan datang menghampiri. Di saat para penggemar lainnya berlomba membuat proyek atau semacamnya guna memberikan hadiah ulang tahun bagi idolanya, aku di sini hanya bisa membuat karya fiksi sepesial ulang tahun untuknya. Entah hasilnya buruk atau tidak, kupikir membuat karya fiksi spesial ulang tahun sudah setara dengan hadiah ulang tahun berharga untuk mereka bagi gadis ber-budget minim sepertiku.

Pasti kau sudah bisa menebak berapa puluh idol yang sempat kuberi label sebagai bias selama tujuh tahun terakhir ini. Terkadang aku suka mereka saat melihat fotonya yang tak sengaja terpampang di beranda media sosialku, setelah itu ya sudah. Kasarnya, aku suka mereka namun tak ada yang benar-benar spesial di hatiku.

Lantas siapakah idola yang benar-benar memikat hatiku?

Hm. Sedikit terkesan tak tahu malu sebenarnya jika mengatakan mereka berhasil memikat hatiku, toh selama ini kami tak pernah bersitatap secara langsung selain bersitatap dengan layar ponsel atau layar laptopku sebagai pembatasnya. Namun untuk saat ini ada dua orang—dulu ada tiga, namun karena sebuah alasan pribadi, aku jadi sedikit melupakannya. Terkecuali jika ia ikut comeback bersama grupnya dalam waktu dekat, mungkin aku akan mempertimbangkannya. Hehehe—yang benar-benar membuatku bersikap kekanakan dan posesif padanya. Bahkan tak jarang pula aku mengklaimnya sebagai pacar atau lebih gilanya sebagai calon suamiku. Baik, ini benar-benar membuatku malu. Aku sering menyebut kedua orang itu sebagai ultimate bias, karena hanya pada mereka aku bersikap pilih kasih. Hahaha.

Ultimate bias-ku yang pertama ialah Kim Mingyu.

Aku masih ingat betul bagaimana kesan pertamaku saat melihat dia. Bahkan bisa dikatakan aku tidak menyukainya hanya karena ia menyandang status sebagai visual di grupnya. Namun sepertinya karma datang menghampiriku untuk mengajak berkencan. Karena karma juga aku bisa membuka mataku lebih lebar akan bakat yang dimiliki oleh Mingyu dan membuatku tergila-gila padanya. Bahkan hingga detik ini sekali pun jika ada seseorang yang mengklaimnya sebagai bias tepat di hadapanku akan ada sedikit rasa tidak rela yang terselip di hati, seolah-olah Mingyu hanya milikku dan bukan orang lain.

Sstt … sekadar info belaka, aku pernah bersikap merajuk selama lebih dari seminggu dan malas melihat foto Mingyu hanya karena sebuah penampilan panas yang dilakukannya. Hahaha.

Baik, mari kita bahas yang lain sekarang.

Untuk ultimate bias-ku yang kedua dengan bangga kusematkan pada Bae Jinyoung seorang.

Trainee asal C9 Entertainment ini berhasil membuatku bertekuk lutut akan talentanya. Tak dapat kupungkiri jika dia memang bukanlah trainee pertama yang menarik perhatianku dalam salah satu survival show yang saat ini sedang tayang di televisi. Namun hanya Bae Jinyoung yang membuatku kembali bertingkah kekanakan dan posesif seperti yang kulakukan pada Mingyu sebelumnya.

Jika aku boleh narsis sedikit, melihat tingkah Jinyoung seakan melihat bayanganku sendiri. Sikap Jinyoung yang menurutku sama sepertiku ialah sikap ambivert yang dimilikinya. Bisa kau lihat pada episode awal jika Jinyoung tak memiliki teman dan menarik diri dari pergaulan. Namun seiring berjalannya waktu dia bisa beradaptasi dengan baik. Kupikir kesamaan itulah yang membuat rasa sayangku tersalurkan secara lebih padanya.

Entah saking sayangnya atau bahkan sikap berlebihanku yang terlalu melebihi batas, tanpa sadar aku selalu menyebutnya dalam doaku. Berharap jika ranking-nya meningkat dan masuk ke dalam sebelas besar sehingga aku bisa melihat senyumnya di layar kaca lebih lama lagi. Karena melihat ranking-nya sekarang yang bisa dikatakan terlalu mepet, terkadang membuatku merasa gemas.

Aku pikir sekian dari perkenalan bias-ku, karena jujur saja tujuan postingan kali ini hanya akan membahas Jinyoung. Jadi aku harap kau tak akan menutup tab-mu karena aku tak akan memutuskan untuk mengakhirinya di sini.

Beberapa jam yang lalu, seseorang mengirimkan sebuah artikel padaku. Artikel itu menyangkut akan Bae Jinyoung, yang mengatakan jika terjadi sebuah kecurangan yang dilakukan oleh fans Jinyoung dan dapat memberikan dampak buruk terhadap pemuda kelahiran tahun dua ribu tersebut.

Tidak. Tentu saja aku tidak merasa marah dengan hal itu. Kupikir fans tersebut hanya ingin berniat baik, namun beberapa oknum merasa salah paham. Aku tidak akan memihak siapa pun di sini, omong-omong.

Seperti yang kitahui, di mana ada sebuah artikel maka di situ pula akan ada sebuah komentar ‘kan?

Aku iseng membaca seluruh komentar hanya karena terselip sebuah komentar yang sedikit tak mengenakkan hati saat membacanya. Komentar itu begitu pedas menurutku.

Bagaimana tidak, mereka mengatakan jika Jinyoung tidaklah berbakat dan lebih baik tak melakukan debut!

Hei, tidakkah dia tahu akan perjuangannya selama ini?

Dia mengucap maaf pada National Produser jika dia membuat kesalahan pada salah satu penampilan, padahal aku tidak mengerti kesalahan apa yang ia maksud. Dia melakukannya dengan baik, tetapi dia mengatakan jika ia meminta maaf.

Bahkan BoA yang selama ini kita kenal sebagai penyanyi hebat, mengatakan jika ia terkejut saat melihat Jinyoung bernyanyi dengan baik daripada yang ia duga. Bukankah itu sebuah bukti jika Jinyoung memiliki bakat?

Hal inilah yang membuat emosiku seketika meluap. Yang biasanya aku hanya akan tertawa melihat seseorang memberi komentar dengan kesan war, tanpa sadar jemariku menari di atas layar menuliskan sebuah pembelaan pada idolaku.

Aku tahu ini benar-benar berlebihan, tapi aku tidak bisa menahannya lagi. Ucapannya terlalu menusuk dan mengundang emosi.

Untuk seseorang yang kumaksud, maaf jika ucapanku mungkin terlalu pedas tapi kuharap kau dapat memperhatikan cara bicaramu lain kali, terlebih lagi melalui media sosial. Kau boleh menilai seseorang dengan caramu dan tidak menyukainya, namun caramu untuk melontarkannya itu salah. Jika seandainya ucapanmu tersampaikan pada orang yang bersangkutan, bukankah sama saja kau melukai hati seseorang?

Yah … aku tidak berniat untuk menggurui siapa pun atau berkata sok bijak karena tak dapat kupungkiri aku juga sering melakukan hal di atas, tapi aku tetap mencoba untuk menahannya atau jika tidak aku akan mengatakannya pada orang yang sependapat denganku.

Satu lagi yang membuatku merasa sedih. Ada satu komentar yang mengatakan jika Jinyoung harus mendapat ranking sebelas besar dan debut bersama trainee lainnya, karena jika hal itu tidak terlaksana maka Jinyoung akan keluar dari agensi-nya (ini masih rumor).

Tapi seandainya—hanya seandainya, aku tidak benar-benar berharap ini akan terjadi—jika ia gagal masuk dalam sebelas besar, aku akan tetap mendukungnya dengan sepenuh hati dan aku yakin banyak fans Jinyoung di luar sana yang memiliki persamaan pendapat denganku :).

Sekali lagi aku membuat postingan ini bukanlah untuk mengundang war dan sebagainya. Aku hanya ingin meluapkan uneg-uneg-ku pada kalian dan kuharap kalian dapat menanggapi postingan ini dengan kepala dingin.

Dan terakhir, terima kasih banyak bagi yang telah membaca postingan ini hingga akhir. Tetap dukung Jinyoung dan beri dia cinta sebanyak-banyaknya, ya ^-^

.

Bonus gif Jinyoung dariku untukmu

Warm Regards,

—BaekMinJi93

Iklan

2 thoughts on “[Vignette] Bebe’s Diary Series #3 – About My Feeling

  1. Be, salahkan daku yg baca ini sambil denger naya na piano version dan sekarang aku nyesek bacanya hwhwhwhw
    No no no it’s not baejin’s fault. Bener. Baejin gatau apa2 dalam masalah ini. Dia cuma tampil, melakukan yg terbaik yang bisa dia berikan. Tugas kitalah mendukungnya (dengan cara yang baik tentunya).

    Ngerti banget perasaan sayangmu ke dia, sayang yg kek ga bisa lepasin gitu kan? Mungkin kita emg hanya satu dari sejuta, tetapi tetep aja tanpa kehadiran pendukung dia tentu gbs bersemangat kek gini. Ttp semangat jd pendukung dia, ttp doain dia, ttp berharap yg terbaik utk dia… pasti suatu hari dia debut.. 🙂

    Suka

    1. Nayana piano version mah emang bikin nyesel ya melodinya, tapi itu manis 😍
      Iya, bener. Toh meskipun seumpama dia disalahin tapi tetep aja dia gak tau masalahnya. Huhuhu baejinQ 😭

      Iya kek susah ngelepasinnya. Bener, meskipun kita hanya satu dari sejuta, tugas kita tetep harus mendukungnya dan aku yakin JINYOUNG PASTI DEBUT. Amin 😇

      Thanks udah mampir kak ^-^

      Suka

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s