[Ficlet] Bebe’s Diary Series #5 – Expression Of Gratefulness From Me To You

df38b920a3f8ce33def80f62bff80a04--friday-fashion-quotes-happy-birthday-typography.jpg

credit picture by google


Banyak orang yang mengatakan jika ulang tahun teristimewa dalam hidup ialah ulang tahun pada usia tujuh belas tahun. Well … sebenarnya aku tak begitu sependapat dengan istilah itu, karena aku sendiri telah mengalaminya.

© 2017, BaekMinJi93


Tidak, tidak. Tentu saja aku kelewat merasa bersyukur dengan seluruh ucapan dan doa yang diberikan oleh semua orang untukku, hanya saja ada beberapa cuil hal yang—jujur—membuatku merasa dongkol hingga detik ini.

Lima hari yang lalu, aku resmi menjadi gadis remaja berusia tujuh belas tahun. Terkadang aku mengulas senyum jika membayangkan apa yang aku dapat selama sehari penuh dan ternyata dugaanku benar.

Diawali dengan menerima pesan singkat dari Kace pada pukul 00.08.

Gadis yang telah kuanggap sebagai kakakku sendiri ini memberikan ucapan selamat beserta doanya untukku. Tak hanya itu, dia juga membuat sebuah moodboard berisi fotoku dengan Baejin. Ih … tentu saja aku gemas saat menerimanya bahkan aku sengaja screenshot chat kita dan menampilkannya pada snapgram-ku, dan alhasil banyak teman-teman yang mengucapkan selamat juga lewat direct message. Thank you so much, Kace!

Namun kejutan darinya tak berhenti sampai di situ. Sekitar jam sepuluh siang, aku iseng membuka wordpress dan betapa terkejutnya saat mendapati sebuah notifikasi jika salah satu karyaku ditautkan ke postingan karyanya. Dan coba tebak apa kejutan yang diberikan olehnya?

DIA MEMBUATKANKU SEBUAH FIKSI DENGAN SALAH SATU BIAS DAN KARAKTER ORISINILKU!

Jujur, bahkan aku sudah lama tak membuat cerita tentang mereka dan hebatnya, Kace kembali menuliskannya dalam bentuk oneshotOh Gosh, aku bahkan sudah tak ingat kapan terakhir kali aku membuat fanfiksi sepanjang itu :v

SEKALI LAGI, TERIMA KASIH BANYAK, KACE! AKU DAN KAK EMBUL PADAMU! UNCH :* :* :*

Mungkin ini terlihat sedikit ironi, karena percayalah hingga sinar mentari siang menyapa, keluargaku tak ada yang mengucapkan selamat padaku. Tentu saja aku merasa sedih dan sedikit merajuk, namun apa daya sepertinya mereka benar-benar tidak peka hingga pada akhirnya aku harus memancingnya. Bahkan Kakak kesayanganku mengucapkannya padaku esok hari setelah sebelumnya dipancing oleh Mama.

INI BENAR-BENAR MENYEBALKAN! 😥

Oke, lupakan.

Siang hari, aku kembali mengulas senyum bahagia. Anak-anak Macseoul memberikan ucapan selamat untukku, dan bahkan sempat membuatku merasa melayang karena julukan yang diberikannya untukku. Terima kasih banyak, KawanQ! AKU SAYANG KALIAN {} {} {}

Yang lebih menyebalkannya lagi, sahabat-sahabatku juga sepertinya lupa akan hari penting itu. Yah, aku tak tahu itu memang rencana mereka atau karena sinyal buruk di pedesaan atau bahkan lupa, namun untung saja mereka juga memberiku ucapan selamat pada malam hingga beberapa hari setelahnya dan meminta maaf karena telat menyampaikannya.

Haruskah aku mengumpat di sini karena mendapati takdir jika yang memberikan ucapan itu hanyalah sekian dari orang-orang yang kuklaim sebagai sahabat? Bahkan hingga detik ini pun ingin rasanya aku terus merajuk bila mengingatnya -_-

Ya, aku tahu lagi-lagi aku membuat postingan yang sama sekali tak berfaedah di sini, namun kurasa aku harus menyampaikan rasa terima kasih—sekaligus meluapkan rasa kesalku melalui postingan ini.

Sekali lagi, terima kasih untuk semuanya dan maaf jika ada kesalahan kata yang sengaja maupun tidak kusengaja saat menulis postingan ini. Pai pai ~

 

Warm Regards,

—BaekMinJi93

Iklan

One thought on “[Ficlet] Bebe’s Diary Series #5 – Expression Of Gratefulness From Me To You

  1. Wah, bebe suda menginjak akan seventeen?

    Semoga umurnya bermanfaat! Baarokallah Fii umrik!:)

    Setelah baca postinganmu sebenarnya aku sendiri merasakan kok. Mungkin sedih, mungkin ngerasa “kok mereka gitu banget sih”, Dsb. Tapi, setelah direnungkan lagi, mungkin suatu hari Nanti setelah umurmu lebih besar lagi atau bahkan kepalanya suda berganti, kamu akan sadar bahwa ucapan secara verbal tidak benar-benar penting.

    Barangkali teman-temamu, mengucapkan lewat do’a pada Tuhan. Mungkin mereka tidak ingin diketahui memberikan do’a.

    Karrna sejatinya, bukan ucapan yang benar-bensr diperlukan. Tapi, bagaimana kita memaknai umur yang kini kian bertambah. Sudahkah menjadi manusia yang bermanfaat?

    Ah, maaf jika sedikit meracau. But, be happy wahai birthday girl! Ayo torehkan cerita indah, dan tunjukkan pada dunia you’re amazing! Luv, ya.

    Suka

Please take your bill here, dear ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s